Terbit: 13 Juli 2020 | Diperbarui: 23 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Terdapat berbagai hal yang bisa menjadi penyebab susah hamil. Bisa karena gangguan ovulasi hingga jumlah sperma yang rendah. Meski hamil adalah suatu hal yang sepertinya tampak sederhana, faktanya mengandung anak itu melibatkan banyak sistem tubuh yang harus bekerja dalam kondisi optimal. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini mengenai berbagai kondisi yang menyebabkan sulit untuk hamil.

12 Penyebab Susah Hamil (Pria dan Wanita Wajib Tahu)

Berbagai Kondisi yang Menjadi Penyebab Susah Hamil

Sebelum menjelaskan mengenai penyebab susah hamil, perlu Anda ketahui bahwa beberapa gejala seperti menstruasi tidak teratur atau kram menstruasi yang parah bisa menjadi salah satu gejala infertilitas (tidak subur). Sementara pada pria, infertilitas sering kali tidak terlihat dan jarang memiliki gejala.

Secara umum, penyebab susah hamil terbagi menjadi tiga kategori: masalah medis, faktor gaya hidup, dan genetika. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang membuat Anda sulit mendapatkan kehamilan, di antaranya:

1. Tidak Berovulasi

Penyebab susah hamil yang pertama disebabkan jika seorang wanita tidak berovulasi. Ovulasi adalah proses saat sel telur yang matang dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi. 

Sementara anovulasi adalah penyebab umum infertilitas wanita dan dapat dipicu oleh banyak kondisi. Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS adalah salah satu kemungkinan penyebab anovulasi. Kebanyakan wanita yang mengalami masalah ovulasi mengalami menstruasi tidak teratur.

Bukan berarti siklus menstruasi yang teratur tidak menjamin terjadinya ovulasi. Jika Anda memiliki siklus yang tidak teratur, konsultasi dengan dokter Spesialis Kandungan sub fertilitas (Obgyn FER) disarankan.

2. Usia

Penyebab susah hamil padahal haid lancar yang jarang disadari adalah terkait usia. Meski begitu, kondisi ini tidak hanya terkait dengan wanita, akan tetapi juga terkait dengan pria. Pada wanita setelah usia 35 tahun dan pria setelah usia 40 tahun, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan kehamilan.

Beberapa wanita berasumsi jika masih mendapatkan menstruasi teratur, maka kondisi kesuburannya baik-baik saja. Padahal, asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Perlu diketahui, usia bisa memengaruhi kualitas dan kuantitas sel telur. Meningkatnya risiko terkait masalah kesuburan biasanya terjadi setelah usia 35 tahun.

3. Saluran Tuba Falopi Tersumbat

Kondisi yang terjadi pada saluran tuba falopi dapat menjadi penyebab susah hamil. Tuba falopi adalah saluran yang menghubungkan antara indung telur (ovarium) dan rahim. Jika ada sesuatu yang mencegah saluran tuba bekerja dengan benar atau jika jaringan parut menghalangi sperma atau sel telur bertemu, Anda tidak akan bisa hamil.

Terdapat banyak kemungkinan penyebab tuba falopi yang tersumbat. Beberapa wanita yang mengalami penyumbatan mengalami nyeri panggul, namun banyak wanita lainnya yang tidak memiliki gejala.

4. Memiliki Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi jaringan endometrium yang seharusnya berada di dalam lapisan dinding rahim justru tumbuh di lapisan luar rahim. Sebagian besar wanita yang memiliki kondisi ini akan kesulitan untuk hamil. 

Gejala gangguan yang paling umum termasuk periode menstruasi yang menyakitkan dan nyeri panggul diluar waktu menstruasi. Namun, tidak semua wanita dengan endometriosis memiliki gejala ini.

Pada kondisi endometriosis yang berat, tindakan pembedahan diperlukan. Maka, penting untuk mengecek kondisi menstruasi yang tidak teratur sedari dini ke Spesialis Kandungan untuk mendapatkan USG di organ reproduksi.

5. Disfungsi Hipotalamus

Dua hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak bertanggung jawab untuk merangsang ovulasi setiap bulan yaitu follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Stres fisik atau emosional yang berlebihan, berat badan yang berlebihan atau sangat rendah, bisa mengganggu produksi hormon-hormon ini sehingga memengaruhi ovulasi.

6. Kegagalan Ovarium Prematur

Kegagalan ovarium prematur (prematur ovarian failure) adalah kondisi yang memengaruhi ovarium sehingga menyebabkannya gagal menghasilkan sel telur pada wanita usia subur. Kondisi ini mengakibatkan ovarium tidak lagi menghasilkan sel telur dan menurunkan produksi estrogen pada wanita di bawah usia 40 tahun.

Meski memiliki gejala yang sama, kondisi ini tidak bisa diartikan sebagai menopause prematur. Kegagalan ovarium prematur yang terjadi masih bisa membuat wanita mengalami menstruasi meski tidak teratur. Pada beberapa kasus, menstruasi hanya terjadi tiga sampai empat kali dalam setahun.

7. Kelebihan Hormon Prolaktin

Kelebihan produksi prolaktin (hiperprolaktinemia) di dalam tubuh dapat mengurangi produksi estrogen dan dapat menyebabkan infertilitas. Kondisi ini biasanya terkait dengan masalah di kelenjar hipofisis atau terkait dengan obat-obat yang sedang Anda gunakan seperti obat tekanan darah tinggi, obat untuk depresi, obat antimual, atau obat pereda nyeri golongan opium.

Hormon prolaktin yang berlebih pada wanita ditandai dengan keluarnya ASI meski tidak hamil, vagina kering, menstruasi yang tidak teratur atau berhenti sama sekali. Sementara pada pria, ditandai dengan disfungsi ereksi, berkurangnya massa otot, dan pembesaran payudara.

8. Masalah Lendir Serviks

Lendir serviks adalah cairan yang dihasilkan oleh mulut rahim dan mengalir ke area vagina. Bentuk dan tekstur lendir serviks dipengaruhi oleh perubahan hormon yang dialami wanita selama ovulasi dan siklus menstruasi.

Saat Anda berovulasi, lendir di leher rahim menjadi lebih tipis sehingga sperma dapat ‘berenang’ dengan lebih mudah. Jika ada masalah dengan lendir, hal itu bisa membuat Anda lebih sulit untuk hamil.

9. Fibroid

Fibroid adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada rahim (uterus) yang dapat memengaruhi kesuburan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat mencegah telur yang dibuahi menempel di rahim atau menyumbat saluran tuba falopi.

10. Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi di saluran genital wanita bagian atas yang meliputi rahim, saluran tuba, dan ovarium. Kondisi yang sering disebabkan infeksi menular seksual ini dapat merusak tuba falopi sehingga hampir mustahil bagi sel telur untuk melakukan perjalanan ke rahim.

11. Semen dan Sperma

Penyebab susah hamil juga bisa disebabkan oleh pria. Hal itu disebabkan jika semen, cairan yang membawa sel-sel sperma berkualitas rendah. Beberapa kondisi yang menyebabkan semen memiliki kualitas yang buruk, antara lain:

  • Anda mungkin memiliki jumlah sperma yang sangat rendah atau tidak ada sperma sama sekali.
  • Sperma yang tidak bergerak dengan benar, kondisi ini akan membuat sperma sulit untuk berenang ke sel telur.
  • Bentuk sperma abnormal, sperma kadang-kadang bisa berbentuk tidak normal sehingga membuatnya lebih sulit bagi untuk bergerak dan membuahi sel telur.

12. Testis

Testis adalah salah satu organ yang penting pada sistem reproduksi pria karena memiliki fungsi untuk memproduksi dan menyimpan sperma. Jika testis mengalami kerusakan, hal itu dapat memengaruhi kualitas semen. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan kerusakan, antara lain:

  • Infeksi pada testis
  • Kanker testis
  • Operasi testis
  • Masalah dengan testikel sejak lahir (cacat bawaan)
  • Ketika satu atau kedua testis belum turun ke skrotum
  • Cedera pada testis

Nah, itulah berbagai penyebab susah hamil yang harus dipahami oleh pria dan wanita.

 

  1. Anonim. Female infertility. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/symptoms-causes/syc-20354308. (Diakses pada 13 Juli 2020).
  2. Anonim. Infertility. https://www.nhs.uk/conditions/infertility/causes/. (Diakses pada 13 Juli 2020).
  3. Gurevich, Rachel. 2020. Why Am I Not Getting Pregnant?. https://www.verywellfamily.com/why-cant-i-get-pregnant-if-im-healthy-1959936#:~:text=There%20are%20many%20possible%20reasons,causes%20of%20infertility%20are%20silent. (Diakses pada 13 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi