Terbit: 10 Februari 2020 | Diperbarui: 15 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada sejumlah faktor penyebab susah BAB yang mana dengan mengetahuinya, Anda jadi bisa melakukan sejumlah langkah-langah pencegahan. Apa saja penyebab sulit BAB tersebut? Simak informasinya berikut ini!

19 Penyebab Susah BAB dan Cara Mengatasinya

Penyebab Susah BAB, Mulai dari Makanan hingga Gaya Hidup

Susah BAB atau yang biasa kita kenal dengan istilah sembelit adalah kondisi terkait sistem pencernaan di mana penderitanya tidak bisa buang air besar dalam kurun waktu tertentu, umumnya 3 hari berturut-turut atau mungkin lebih.

Seperti yang sudah disampaikan di atas, susah BAB atau sembelit tidak bisa terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor yang ditengarai menjadi penyebab susah BAB ini. Apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini!

1. Kurangnya Asupan Serat

Kurangnya asupan serat adalah salah satu penyebab susah BAB yang paling utama.

Pasalnya, serat berperan penting dalam membantu melancarkan pergerakan usus (dengan didukung oleh asupan cairan yang memadai). Kurangnya asupan serat tentu berdampak pada terganggunya pergerakan usus dalam memproses sisa-sisa makanan.

Jika sudah begitu, sisa-sisa makanan akan mengendap di dalam usus dan berubah menjadi feses dengan tekstur yang keras. Inilah yang kemudian menyebabkan feses sulit dikeluarkan melalui mekanisme BAB.

2. Kurang Cairan

Selain kurang serat, kurang cairan juga menjadi penyebab susah BAB yang banyak dialami orang-orang.

Hampir sama seperti serat, fungsi cairan yang Anda dapat dari air putih adalah untuk melancarkan pergerakan usus dalam mencerna makanan dan memproses sisa-sisa makanan tersebut hingga bisa dikeluarkan dari dalam tubuh.

Akan tetapi, tidak semua minuman dapat mencegah Anda dari sembelit. Sejumlah jenis minuman justru malah akan memperparah dehidrasi sehingga sembelit tidak dapat dihindari lagi.

Minuman-minuman yang dimaksud yaitu:

  • Minuman bersoda
  • Minuman beralkohol
  • Kopi

3. Kurang Olahraga

Penyebab susah BAB yang selanjutnya adalah kurangnya frekuensi aktivitas fisik yang dilakukan, seperti olahraga.

Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dirilis pada tahun 2013 silam. Dikatakan di dalam penelitian tersebut bahwa kegiatan fisik efektif dalam mengatasi masalah konstipasi alias sembelit.

Hasil penelitian tersebut lantas menguatkan sejumlah penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya bahwa mereka yang aktif berolahraga (termasuk atlet marathon) cenderung lebih kebal terhadap masalah susah BAB.

4Penyakit Irritable Bowel Syndrome

Iritasi usus besar (IBS) adalah penyakit yang menjadi penyebab susah BAB lainnya.

Susah BAB menjadi salah satu gejala penyakit IBS ini, selain juga sejumlah gejala lainnya seperti:

  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Distensi

5. Penggunaan Obat-Obatan

Sejumlah jenis obat-obatan pun tak luput dari daftar penyebab susah BAB. Anda mungkin akan mengalami efek samping berupa sembelit apabila mengonsumsi obat-obatan seperti:

  • Acetaminophen
  • Oxycodone
  • Hydromorphone
  • Amitriptyline
  • Antasida
  • Imipramine
  • Phenytoin
  • Carbamazepine
  • Nifedipine
  • Diltiazem
  • Furosemide

Gejala efek samping berupa susah BAB akibat pemakaian obat-obatan di atas umumnya bersifat sementara. Jika dirasa gejala sembelit terus terjadi kendati penggunaan obat telah dihentikan, segera periksakan diri ke dokter guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

6. Perjalanan Jauh

Penyebab susah BAB yang satu ini mungkin cukup membuat Anda bingung, bukan?

Ya, bepergian jauh—misalnya ke luar kota atau luar negeri—menurut sebuah esai yang dirilis pada tahun 2008 menyatakan bahwa 9 persen dari total responden yang diwawancarai mengalami gangguan pencernaan berupa konstipasi atau susah BAB.

Hal ini lantas berkaitan dengan sejumlah faktor seperti makanan, jadwal tidur, dan bahkan yang cukup menarik yakni jadwal mandi.

7. Usia

Faktor usia juga ternyata memainkan peran penting dalam membuat seseorang lebih rentan untuk mengalami kondisi susah BAB.

Usia sebagai penyebab susah BAB ini pun telah dibuktikan oleh sejumlah penelitian. Menurunnya fungsi sistem pencernaan ditambah berkurangnya aktivitas fisik pun dikaitkan dengan hal ini.

Kendati demikian, penyebab pasti mengapa orang lanjut usia kerap mudah mengalami susah BAB sendiri sejatinya masih harus dibuktikan oleh penelitian lebih lanjut.

8. Menunda Buang Air Besar

Nah, jika Anda memiliki kebiasaan suka menunda buang air besar, jangan heran jika konstipasi atau sembelit tiba-tiba saja muncul.

Ketika rasa ingin BAB alias mulas datang, ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk memberi sinyal bahwa sisa makanan sudah ‘siap’ untuk dibuang.

Jika ditunda, rasa mulas memang akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, hal ini menyebabkan feses yang masih berada di dalam akan menjadi semakin keras. Alhasil, feses malah jadi lebih sulit untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.

Oleh sebab itu, jangan tunda lagi untuk segera BAB ketika rasa mulas datang, ya!

9. Gangguan Kolorektal

Beberapa gangguan kesehatan yang terjadi pada organ usus besar juga turut menjadi penyebab susah BAB. Gangguan kesehatan yang dimaksud meliputi:

  • Hernia
  • Divertikulitis
  • Radang usus besar (IBD)
  • Kanker usus
  • Jaringan parut

Selain itu, masih ada sejumlah kondisi lainnya yang menjadi pemicu susah BAB, yaitu:

  • Multiple sclerosis (MS)
  • Penyakit Parkinson
  • Stroke
  • Obstruksi usus
  • Uremia
  • Diabetes
  • Hiperkalsemia
  • Hipotiroid
  • Celiac
  • Kemoterapi

Cara Mengatasi Susah BAB

Susah BAB adalah gangguan pencernaan yang umumnya merupakan kondisi tidak berbahaya, kecuali jika disebabkan oleh penyakit serius seperti kanker, stroke, dan Parkinson.

Kendati demikian, susah BAB tentu akan sangat membuat perut merasa tidak nyaman. Nah, berikut ini adalah beberapa tips atau cara mengatasi susah BAB sekaligus sebagai langkah pencegahan jika Anda belum mengalami kondisi ini:

  • Makan makanan yang mengandung serat seperti buah untuk susah BAB (pepaya, melon, jambu, jeruk, dsb.)
  • Perbanyak minum air, 8-10 gelas per hari
  • Imbangi dengan mengonsumsi suplemen mengandung serat
  • Mengonsumsi probiotik (contoh: yogurt)
  • Kurangi konsumsi alkohol, kopi, dan minuman bersoda
  • Rajin berolahraga
  • Jangan tunda untuk BAB saat perut terasa mulas

Jika setelah melakukan cara-cara  di atas sembelit tak kunjung sembuh, Anda mungkin memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Segera periksakan diri Anda ke dokter.

Itu dia informasi mengenai penyebab susah BAB yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim.Constipation. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation/symptoms-causes/syc-20354253 (Diakses pada 10 Desember 2019)
  2. Felman, A. 2019. What to know about constipation. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150322.php (Diakses pada 10 Desember 2019)
  3. Moores, D. 2019. What you should know about constipation. https://www.healthline.com/health/constipation (Diakses pada 10 Desember 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi