10 Penyebab Sering Kentut Berlebihan, Bisa Mendeteksi Penyakit Serius!

penyebab-sering-kentut-doktersehat

DokterSehat.Com– Buang angin biasanya dikenal dengan nama kentut, angin yang keluar dari pencernaan atau pembuangan gas. Perut kembung yang berlebihan adalah salah satu penyebab sering kentut. Flatulence atau perut kembung adalah istilah medis untuk membuang gas dari sistem pencernaan melalui anus. Ini terjadi saat gas terkumpul di dalam sistem pencernaan, yang merupakan proses normal.

Penumpukan gas ada dua cara utama. Menelan udara saat makan atau minum dapat menyebabkan oksigen dan nitrogen terkumpul di saluran pencernaan. Kedua, saat mencerna makanan, gas-gas pencernaan seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida terkumpul di perut. Masih banyak penyebab lainnya yang membuat perut kembung. Namun, masih banyak penyebab lainnya.

Berapa banyak seseorang kentut dalam sehari?

Seperti dilansir Mirror, Dr. Patricia Raymond dari American College of Gastroenterology menyebutkan bahwa setiap harinya seseorang bisa kentut sebanyak 5 hingga 15 kali dalam sehari. Kentut ini diproduksi oleh saluran pencernaan saat mencerna makanan. Yang menarik adalah, jika kita lebih banyak mengonsumsi makanan sehat, ada kemungkinan kita mengeluarkan kentut lebih sering dan berbau menyengat. Tentu ini membuat Anda malu, bukan?

Penyebab Sering Kentut

Semua orang pasti mengalami perut kambung atau penumpukan gas dalam sistem pencernaannya. Kentut memang alamiah, namun bila sering kentut dari biasanya, kemungkinan mengalami perut kembung berlebihan, yang diakibatkan beberapa penyebab berikut ini:

1. Menelan udara

Menelan sedikit udara secara tidak sengaja biasanya saat Anda makan dan minum. Jika sering menelan lebih banyak udara, kemungkin Anda mengalami perut kembung yang berlebihan. Kondisi ini dapat menjadi penyebab sering kentut dan bahkan sendawa.

Penyebab sering menelan udara lebih banyak dari biasanya termasuk merokok, mengunyah permen karet, minum minuman berkarbonasi, makan terlalu cepat, menelan banyak makanan, dan bahkan menggunakan gigi palsu yang longgar. Minuman panas juga meningkatkan jumlah karbon dioksida di dalam perut, meskipun ini lebih cenderung menyebabkan bersendawa daripada perut kembung.

2. Gastroenteritis dan infeksi usus

Infeksi virus, bakteri, atau parasit pada sistem pencernaan, atau keracunan makanan, dapat menyebabkan penumpukan gas dalam sistem pencernaan. Contohnya seperti infeksi Escherichia coli (E. coli), amebiasis, dan giardiasis.

3. Intoleransi laktosa

Penyebab utama perut kembung adalah intoleransi laktosa, yang mengakibatkan penurunan kemampuan untuk mencerna laktosa, gula alami dalam susu, dan produk susu lainnya, seperti keju dan es krim. Sementara makanan olahan tertentu seperti roti, sereal, dan salad. Tentunya makanan ini juga menjadi penyebab sering kentut.

Banyak orang biasanya memiliki kadar enzim laktase rendah yang diperlukan untuk mencerna laktosa setelah masa kanak-kanak. Juga, seiring bertambahnya usia, tingkat enzim mereka menurun. Akibatnya, seiring waktu orang mungkin mengalami peningkatan jumlah gas setelah makan makanan yang mengandung laktosa, dan penumpukan gas dalam perut yang kronis disertai nyeri.

4. Sembelit

Konstipasi atau sembelit adalah kesulitan buang air besar (BAB), yang menyebabkan penumpukan kotoran dalam pencernaan. Jika tidak segeradiatasi, lama kelamaan kondisi ini menyebabkan penumpukan gas berlebih dan mengakibatkan sering kentut dan ketidaknyamanan dalam pencernaan.

5. Raffinose

Kacang mengandung banyak gula kompleks atau dinamakan raffinose, yang dapat menghasilkan gas dan menyebabkan sering kentut. Sementara jumlah yang lebih sedikit ditemukan pada sayuran kubis atau kol, kubis Brussel, brokoli, asparagus, dan sayuran lainnya. Biji-bijian juga memiliki kandungan yang sama.

6. Pati

Sebagian besar kandungan pati bisa Anda temukan di dalam kentang, jagung, mie, dan gandum, yang menghasilkan gas karena dipecah di dalam usus besar. Jika sering mengonsumsi makanan tersebut, kemungkinan Anda akan mengalami sering kentut pula.

Bila ingin menghindari makanan penyebab sering kentut, beras adalah satu-satunya pati yang tidak menyebabkan penumpukan gas dalam sistem pencernaan Anda.

7. Fruktosa

Gula yang dikenal sebagai fruktosa terbentuk secara alami dalam bawang, artichoke, buah pir, dan gandum, yang menghasilkan gas dalam pencernaan Anda. Fruktosa juga digunakan sebagai pemanis dalam beberapa minuman ringan dan minuman buah. Gula alami ini juga dapat menjadi penyebab sering kentut akibat penumpukan gas dalam perut.

8. Sorbitol

Gula ini ditemukan secara alami dalam buah-buahan termasuk apel, pir, persik, dan prem. Gula ini juga digunakan sebagai pemanis buatan dalam permen karet bebas gula, permen, dan produk makanan lainnya. Kandungan sorbitol dalam buah-buahan tersebut terkadang dapat menyebabkan perut kembung dan penyebab sering kentut, karena dicerna lebih lama atau lambat dalam tubuh.

9. Serat

Tidak hanya melancarkan pencernaan, kenapa sering kentut ternyata juga disebabkan serat. Banyak makanan yang mengandung serat larut dan tidak larut. Serat larut mudah larut di dalam air dan menghasilkan tekstur yang lembut seperti gel di usus. Serat ditemukan dalam bekatul gandum, kacang-kacangan, kacang polong, dan buah-buahan. Serat larut ini tidak dipecah sampai mencapai usus besar, di mana pencernaan menghasilkan gas.

Sementara serat yang tidak larut, sebaliknya, pada dasarnya tidak berubah melalui usus dan menghasilkan sedikit gas. Bekatul gandum dan beberapa sayuran mengandung serat jenis ini.

10. Obat pencahar

Kenapa sering kentut juga kemungkinan karena kerap menggunaan obat pencahar yang berlebihan. Obat ini bermanfaat mengatasi sembelit, namun juga dapat meningkatkan risiko perut kembung. Penyebab sering kentut lainnya termasuk kehamilan, hernia, pankreatitis, penyakit Hirschsprung, sindrom pramenstruasi, endometriosis, dan lainnya.

Jika mengalami tanda-tanda keracunan atau penyumbatan, atau jika adanya darah dalam tinja, segera konsultasikan dengan dokter.

Cara Mengatasi Sering Kentut di Rumah

Ada beberapa cara yang dapat mengatasi sering kentut karena perut kembung, tergantung pada penyebab masalahnya. Untuk mengobati perut kembung di rumah, coba cara berikut ini:

1. Perhatikan pola makan Anda

Jika mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak yang sulit dicerna, cobalah untuk menggantinya. Karbohidrat yang lebih mudah dicerna, seperti kentang, nasi, dan pisang, adalah pengganti yang baik.

2. Buat buku harian makanan

Cara ini akan membantu Anda mengenali penyebab kentut terus. Setelah menandai beberapa makanan yang menyebabkan perut kembung, Anda bisa belajar untuk menghindarinya atau memakannya lebih sedikit.

3. Makan lebih sedikit

Cobalah makan sekitar lima hingga enam kali sehari dalam porsi sedikit daripada tiga kali dengan porsi yang banyak. Cara dapat membantu melancarkan proses pencernaan Anda.

4. Mengunyah makanan dengan benar

Hindari melakukan apa pun yang dapat menelan udara dengan jumlah yang banyak. Ini termasuk menentukan bahwa Anda mengunyah makanan dengan benar, dan menghindari mengunyah permen karet atau merokok.

5. Olahraga

Beberapa orang menemukan bahwa berolahraga dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan dapat mencegah perut kembung.

6. Cobalah obat-obatan yang dijual bebas

Ini termasuk tablet arang yang menyerap gas melalui sistem pencernaan, antasida, suplemen makanan seperti alpha-galactosidase. Namun, obat-obatan ini hanya akan memberikan bantuan sementara. Seridaknya obat-obatan ini bisa meredakan penumpukan gas yang menyebabkan sering kentut.

Kondisi yang Memerlukan Pengobatan Kentut secara Medis

Jika mengalami perut kembung yang tidak diketahui penyebabnya atau jika mangalami gejala-gejala berikut bersamaan dengan sering kentur, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

  1. Perut buncit
  2. Sakit perut
  3. Gas bersifat persisten dan berat
  4. Muntah
  5. Diare
  6. Sembelit
  7. Penurunan berat badan tanpa sebab
  8. Mulas
  9. Darah dalam tinja

Jika kentut yang terus-menerus juga menyebabkan gejala lain seperti sakit perut atau bahkan diare, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.