Terbit: 18 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering merasa mengantuk setelah makan? Munculnya rasa mengantuk setelah makan tentu sangat mengganggu, ya.

Mengantuk setelah Makan? Ternyata Ini 4 Hal Sepele Penyebabnya!

Rasa mengantuk yang muncul setelah waktu makan besar atau camilan berat, dapat mengganggu banyak hal, mulai dari produktivitas kerja dan konsentrasi.

Meskipun sangat mengganggu, rasa kantuk yang muncul setelah makan, biasanya dianggap sebagai hal yang wajar. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa munculnya rasa mengantuk tersebut ternyata disebabkan oleh beberapa hal, lho.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan tubuh merasa mengantuk antara lain pilihan makan ya g salah, kebiasaan tidur yang kurang tepat, hingga kondisi kesehatan dan hormonal.

Untuk lebih jelasnya, yuk sama-sama kita simak penjelasannya di bawah ini!

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Penyebab munculnya rasa mengantuk setelah makan

Berikut beberapa alasan tubuh menjadi mengantuk setelah makan:

1. Kualitas tidur yang buruk

akibat-kurang-tidur-doktersehatJika Anda sangat sering merasa mengantuk setelah makan, maka coba perhatikan kualitas dan kuantitas tidur Anda.

Secara umum, kebutuhan tidur harian orang dewasa adalah 7-8 jam sehari.

Terus menerus kekurangan waktu tidur, akan secara membuat tubuh memaksa untuk beristirahat. Setelah makan, metabolisme tubuh cenderung lebih berat, sehingga jika tubuh kurang tidur, maka tubuh akan mudah mengantuk.

Untuk menghindari hal tersebut:

  • Pastikan kualitas tidur Anda baik, ditandai dengan bisa terlelap dengan mudah setelah bersiap tidur serta tidak sering bangun saat tidur.
  • Cukupi kuantitas tidur paling tidak 7 jam dalam sehari. Jika kurang, maka Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan menambah jumlah jam tidur esok harinya.

2. Pilihan bahan makanan yang tidak bergizi seimbang

doktersehat-nasi-mie-roti-puasa

Photo Credit: Flickr.com/Rishab Mathur

Pilihan menu makanan biasanya juga jadi penyebab utama munculnya rasa mengantuk setelah makan.
Pilihan menu makanan yang menyebabkan tubuh merasa mengantuk setelah makan adalah:

  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat, misalnya nasi dengan mie, nasi dengan lauk yang digoreng tepung.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, misalnya nasi goreng dengan telur goreng atau sayur bersantan lauk yang digoreng

Untuk menghindari hal tersebut:
Selalu sajikan menu makan bergizi seimbang. Usahakan porsi sayuran setara dengan porsi nasi dan batasi sayur atau lauk yang digoreng atau disantan.

3. Kondisi penyakit

doktersehat sakit fluJika dua hal di atas bukan menjadi penyebab Anda sering nerasa mengantuk, maka kondisi kesehatan Anda bisa jadi salah satu penyebabnya.

Beberapa kondisi penyakit, misalnya anemia, penyakit celiac, alergi atau intoleransi makanan dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan mengantuk setelah makan.

Untuk menghindari hal tersebut:

Berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan merupakan hal yang paling tepat dilakukan.

Gangguan kondisi kesehatan yang mungkin Anda alami harus ditangani terlebih dahulu agar tubuh bisa fit dan rasa mengantuk setelah makan bisa segera teratasi.

4. Kondisi hormonal

Doktersehat-bolehkah-obat-sirup-disimpan-dalam-kulkas

Photo Credit: Flickr.com/Evolution Labs

Selain kondisi penyakit, gangguan hormonal juga bisa menjadi penyebab Anda merasa lemas dan mengantuk setelah makan.

Seperti yang kita tahu, berbagai hormon, misalnya amilin, glukagon dan serotonin, berperan selama proses metabolisme tubuh dan pencernaan, sebelum, saat dan sesudah makan.

Gangguan produksi hormon-hormon tersebut dapat menyebabkan terhambatnya proses metabolisme zat dan gizi dalam tubuh.

Kondisi gangguan produksi hormon tersebut bisa disebabkan banyak hal, misalnya:

  • Kondisi infeksi
  • Asupan zat gizi yang kurang terpenuhi
  • Riwayat penyakit dan penggunaan obat rutin atau dan alat kontrasepsi hormonal

Untuk menghindari hal tersebut:
Anda perlu mengatasi hal ini dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan terkait kemungkinan adanya gangguan hormonal dan identifikasi atau penanganan lanjutan yang tepat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi