Penyebab Sariawan pada Anak dan Cara Mengatasinya

doktersehat sariawan anak
Designed by Freepik

DokterSehat.Com– Sariawan adalah kondisi yang wajar dialami oleh berbagai usia, mulai dari bayi hingga dewasa. Sariawan merupakan peradangan yang terjadi di bagian dalam mulut seperti rongga mulut, pipi bagian dalam, lidah, bibir, atau bagian mulut yang lain. Pada anak-anak sariawan dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makan dan rewel.

Penyebab sariawan pada anak

Beberapa penyebab umum sariwan pada anak antara lain:

1. Trauma

Sariawan akibat trauma biasa disebabkan karena tergores sikat gigi, atau kadang tergigit saat makan. Luka lecet dari trauma ini yang dapat memicu kuman untuk masuk sehingga menyebabkan peradangan dan nyeri di mulut.

2. Jamur

Salah satu penyebab sariawan yang sering terjadi adalah jamur jenis Candida albicans. Pada kondisi normal, jamur ini memang dapat ditemukan di dalam mulut. Namun ketika daya tahan tubuh anak menurun, jamur ini mudah tumbuh subur melebihi kondisi normal dan menyebabkan sariawan.

3. Virus

Sariawan juga dapat disebabkan oleh virus Herpex simplex. Virus ini umumnya bersarang pada bagian belakang tenggorokan. Selain itu, infeksi virus seperti penyakit flu Singapura juga ditandai dengan munculnya sariawan.

Selain karena 3 hal di atas, sariawan juga dapat disebabkan oleh stres, perubahan hormon, gangguan sistem pencernaan, alergi makanan, serta memiliki keluarga dengan riwayat sariwan berulang.

Penanganan sariawan pada anak

Sariawan umumnya dapat sembuh setelah 1-2 minggu. Pengobatan sariawan utamanya difokuskan pada penyebab sariawan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Untuk mengatasi sariawan, Anda dapat memberikan obat antimikroba, pereda nyeri, atau obat kortikosteroid untuk mempercepat kesembuhan. Apabila sangat parah, umumnya diatasi dengan obat immunosupresan. Sariawan dianggap parah jika anak menderita sariawan berkali-kali, luka sariawan melebar atau bertambah sakit, serata tidak segera sembuh dalam waktu tiga minggu.

Saat anak sariawan, perbanyak asupan cairan melalui susu maupun air putih dan berikan makanan yang bertekstur lembut agar lebih mudah dicerna. Selain itu kebersihan mulut harus tetap terjaga dengan gosok gigi secara hati-hati minimal 2 kali sehari.