Terbit: 23 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tidur siang seharusnya bisa membantu tubuh terasa jauh lebih bugar dan enakan. Banyak orang yang bahkan mengaku bisa kembali menemukan semangat dan energi tubuh setelah melakukannya, namun jika dicermati, ada sebagian orang yang justru mengalami sensasi sakit kepala setelah tidur siang. Apa penyebab dari hal ini?

5 Penyebab Sakit Kepala Setelah Bangun Tidur Siang (No. 3 Jarang Disadari)

Penyebab Sakit Kepala Setelah Tidur Siang

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa menyebabkan datangnya sakit kepala setelah tidur siang. Berikut adalah beberapa penyebab sakit kepala setelah bangun tidur siang:

  1. Mengalami Gangguan Tidur

Jika kita sering mengalami gangguan tidur di malam hari, maka risiko untuk mengalami gejala sakit kepala saat bangun tidur siang akan semakin meningkat.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam National Sleep Foundation, dihasilkan fakta bahwa orang-orang yang mengalami gangguan tidur di malam hari cenderung memiliki risiko terkena sakit kepala setelah bangun tidur siang 8 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalaminya.

  1. Gangguan Pernapasan

Ternyata, orang-orang yang mengalami masalah gangguan pernapasan juga lebih rentan mengalami sensasi pusing setelah bangun tidur siang. Sebagai contoh, orang-orang yang terbiasa mendengkur saat tidur, baik itu saat tidur malam ataupun tidur siang cenderung lebih rentan mengalaminya. Hal ini disebabkan oleh mendengkur yang biasanya terkait dengan masalah obstructive sleep apnea.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Sebagai informasi, masalah kesehatan ini terjadi akibat mengendurnya otot di bagian belakang tenggorokan. Hal ini akan berimbas pada penyempitan pada saluran pernapasan. Bahkan, saat tidur, hal ini bisa saja membuat henti napas sementara yang akhirnya membuat kadar oksigen di dalam tubuh berkurang dengan signifikan.

Otak pun langsung berusaha untuk membangunkan kita demi bisa kembali bernapas dengan normal. masalahnya adalah, hal ini bisa saja menyebabkan gangguan kualitas tidur dengan signifikan dan akhirnya membuat kita cenderung rentan mengalami sakit kepala.

  1. Penggunaan Bantal yang Tidak Tepat

Jika kita memakai bantal atau alas yang terlalu keras, bisa jadi akan membuat otot leher menjadi kaku dan tegang. Hal inilah yang kemudian berimbas pada sensasi pegal atau sakit kepala. Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk lebih cermat dalam memilih bantal atau alas tidur sehingga bisa membuat kualitas tidur semakin membaik.

  1. Mengalami Bruxism

Bruxism adalah kondisi yang membuat kita menggemeratakkan gigi saat tidur. Biasanya, orang yang mengalami hal ini tidak menyadarinya. Masalahnya adalah hal ini terkait dengan kondisi kesehatan lainnya seperti sleep apnea atau mendengkur. Hal inilah yang kemudian menyebabkan sensasi sakit kepala atau tubuh yang lelah saat bangun tidur.

  1. Kurang Tidur

Jika kita kurang tidur di malam sebelumnya, tidur siang bisa jadi akan membuat kita merasakan sensasi sakit kepala. Biasanya, hal ini menandakan bahwa tubuh masih membutuhkan waktu beristirahat.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Setelah Bangun Tidur Siang

Jika penyebab dari sakit kepala setelah bangun tidur ini adalah masalah kesehatan sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, sebaiknya kita mengatasinya terlebih dahulu.

Sebagai contoh, jika kita mengalami stres atau masalah insomnia, kita bisa melakukan meditasi atau yoga demi mengatasinya. Selain itu, kita juga bisa berkonsultasi ke dokter demi mendapatkan obat yang tepat demi mengatasinya.

Kita juga bisa memperhatikan alas atau bantal yang digunakan untuk tidur. Pastikan bahwa tempat kita melakukan tidur siang nyaman sehingga bisa tidur dengan nyenyak. Selain itu, kita juga bisa membatasi waktu tidur siang selama 10 hingga 30 menit saja demi membuat badan menjadi lebih segar sekaligus menurunkan gejala sakit kepala.

 

Sumber:

  1. Murrell, Daniel. 2018. Why Do Naps Give Me Headaches?.com/health/headache-after-nap#1. (Diakses pada 22 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi