Terbit: 12 Juli 2021 | Diperbarui: 13 Juli 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyebab rematik hingga kini belum diketahui dengan pasti, namun keadaan ini diduga disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor seperti genetik, imunitas abnormal, lingkungan, hingga hormon. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab rematik dan cara mengobatinya di bawah ini.

Kenali Penyebab Rematik dan Cara Mengobatinya

Memahami Penyebab Repenyebab rematikmatik

Rematik atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun. Keadaan ini membuat sistem kekebalan menyerang jaringan sehat di persendian. Selain masalah pada persendian kondisi ini juga menyebabkan masalah pada jantung, paru-paru, saraf, mata, dan kulit.

Lantas, apa penyebab penyakit rematik? Hingga kini belum adalah penjelasan pasti mengapa sistem kekebalan tidak berfungsi dan menyebabkan rheumatoid arthritis. Namun, beberapa orang tampaknya memiliki faktor genetik yang membuatnya lebih mungkin mengalami penyakit ini. Terdapat teori yang mengatakan bahwa bakteri atau virus memicu RA pada orang yang memiliki fitur genetik ini.

Seseorang yang memiliki rematik, antibodinya menyerang sinovium (selaput tipis yang membungkus ujung tulang). Saat hal ini terjadi, rasa sakit dan peradangan bisa terjadi. Peradangan menyebabkan sinovium menebal. Apabila tidak mendapatkan penanganan, jaringan ikat yang melindungi ujung tulang bisa rusak.

Dampak buruk lainnya adalah tendon dan ligamen yang menyatukan sendi juga bisa melemah dan meregang, di mana hal ini membuat sendi kehilangan bentuk dan konfigurasinya

Faktor Risiko yang Meningkatkan Rematik

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko rheumatoid arthritis meliputi:

  • Jenis kelamin. Wanita lebih mungkin dibandingkan pria untuk mengembangkan rheumatoid arthritis.
  • Usia. Rematik dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering dimulai pada usia 40-an.
  • Riwayat keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini, Anda mungkin memiliki peningkatan risiko untuk penyakit ini.
  • Merokok. Aktivitas ini meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis, terutama jika Anda memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan penyakit ini. Satu penelitian menemukan bahwa anak-anak yang ibunya merokok memiliki risiko dua kali lipat terkena RA saat dewasa.
  • Obesitas. Orang yang kelebihan berat badan tampaknya memiliki risiko lebih tinggi terkena rheumatoid arthritis.
  • Bakteri. Paparan jenis bakteri tertentu seperti yang terkait dengan penyakit periodontal.
  • Riwayat infeksi virus. Memiliki riwayat infeksi virus seperti virus Epstein-Barr.
  • Trauma atau cedera. Patah tulang, dislokasi sendi, dan kerusakan ligamen bisa menjadi penyebab rematik.
  • Kondisi lingkungan. Bahan kimia beracun atau infeksi di lingkungan dapat meningkatkan peluang terkena RA.

Baca Juga: 15 Obat Rematik Alami Tradisional dan Medis

Penyebab Rematik di Usia Muda

Meskipun penyakit ini lebih sering didiagnosis pada usia paruh baya, tidak berarti mereka yang dewasa muda tidak dapat mengembangkannya. Sebuah studi mengungkapkan, sekitar 8 dari 100.000 orang dewasa muda antara usia 18 sampai 34 tahun telah didiagnosis dengan rematik.

Penyebab penyakit rematik di usia muda pada dasarnya sama dengan mereka yang lebih tua. Kecenderungan genetik, lingkungan, hingga merokok adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan rematik di usia muda.

Rematik mungkin lebih parah jika Anda mendapatkannya saat masih muda. Anda mungkin lebih tinggi mengalami peradangan pada persendian kecil tangan dan kaki, serta mengalami erosi tulang lebih tinggi daripada orang-orang yang mendapatkan RA di usia paruh baya.

Anda juga lebih mungkin memiliki nodul rheumatoid, benjolan kecil dan keras di bawah kulit yang muncul di sekitar persendian, biasanya terdapat di jari-jari.

Namun, orang dewasa muda dengan RA lebih mungkin untuk mendapatkan pengobatan agresif untuk mengendalikan penyakit ini, sehingga membantu mencegah kerusakan sendi dan kecacatan.

Hal ini membuat pengobatan RA pada orang muda dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada pengobatan pada orang tua. Keuntungan ini mungkin disebabkan karena orang yang lebih muda umumnya memiliki lebih sedikit masalah kesehatan.

Pengobatan Rematik

Setelah mengetahui risiko dan penyebab rematik seperti di atas, perlu diketahui juga bahwa tidak obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini. Akan tetapi, studi klinis menunjukkan bahwa penurunan gejala lebih mungkin terjadi ketika obat yang dikenal sebagai disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) digunakan lebih awal.

1. Obat-Obatan

Jenis obat yang direkomendasikan oleh dokter akan tergantung pada tingkat keparahan gejala dan berapa lama Anda menderita rematik. Berikut adalah beberapa obat yang bisa digunakan, di antaranya:

  • NSAIDs

Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah obat yang membantu meredakan rasa sakit dan mengurangi peradangan. Obat NSAID yang dijual bebas seperti ibuprofen dan naproxen sodium.

  • Steroid

Obat kortikosteroid seperti prednison mengurangi peradangan dan nyeri serta memperlambat kerusakan sendi. Dokter sering meresepkan kortikosteroid untuk meredakan gejala dengan cepat, dengan tujuan mengurangi obat secara bertahap.

  • Conventional DMARDs

Obat ini dapat memperlambat perkembangan rheumatoid arthritis dan menyelamatkan sendi dan jaringan lain dari kerusakan permanen. DMARDs umum termasuk methotrexate, leflunomide, hydroxychloroquine, dan sulfasalazine.

  • Biologic Agents

Obat ini juga dikenal pengubah respons biologis. Kelas DMARD yang lebih baru ini mencakup abatacept, adalimumab, anakinra, certolizumab, etanercept, golimumab, infliximab, rituximab, sarilumab, dan tocilizumab.

Biologic DMARDs biasanya paling efektif bila dipasangkan dengan conventional DMARD, seperti methotrexate.

  • Targeted synthetic DMARDs

Baricitinib, tofacitinib, dan upadacitinib dapat digunakan jika conventional DMARDs and biologic belum efektif. Dosis tofacitinib yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko pembekuan darah di paru-paru, kejadian serius terkait jantung, dan kanker.

Baca Juga: 12 Pantangan Rematik yang Harus Dihindari, Jangan Dilanggar!

2. Terapi

Dokter mungkin merujuk Anda ke ahli terapi fisik atau okupasi yang dapat mengajari gerakan untuk membantu menjaga sendi tetap fleksibel. Terapis mungkin juga menyarankan cara baru untuk melakukan tugas sehari-hari yang membuat kerja persendian menjadi lebih mudah.

3. Operasi

Jika obat gagal mencegah atau memperlambat kerusakan sendi, dokter mungkin mempertimbangkan operasi untuk memperbaiki sendi yang rusak. Pembedahan dapat membantu memulihkan kemampuan Anda untuk menggunakan sendi. Operasi rheumatoid arthritis mungkin melibatkan satu atau lebih dari prosedur berikut:

  • Sinovektomi. Pembedahan untuk menghilangkan lapisan sendi yang meradang (sinovium) dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fleksibilitas sendi.
  • Perbaikan tendon. Peradangan dan kerusakan sendi dapat menyebabkan tendon di sekitar sendi mengendur atau pecah. Dokter bedah mungkin dapat memperbaiki tendon di sekitar sendi.
  • Joint fusion. Pembedahan ini direkomendasikan untuk menstabilkan atau menyetel kembali sendi dan untuk menghilangkan rasa sakit ketika penggantian sendi bukanlah pilihan.
  • Penggantian sendi total. Selama operasi penggantian sendi, ahli bedah mengangkat bagian sendi yang rusak dan memasukkan prostesis yang terbuat dari logam dan plastik

Pembedahan memiliki sejumlah risiko, diskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter. Itulah pembahasan tentang penyebab rematik di usia muda. Semoga informasi ini bermanfaat!

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. Rheumatoid arthritis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/symptoms-causes/syc-20353648. (Diakses pada 12 Juli 2021).
  2. Anonim. Rheumatoid Arthritis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4924-rheumatoid-arthritis#symptoms-and-causes. (Diakses pada 12 Juli 2021).
  3. Anonim. How Rheumatoid Arthritis Affects Young Adults. https://health.clevelandclinic.org/how-rheumatoid-arthritis-affects-young-adults/. (Diakses pada 12 Juli 2021).
  4. Anonim. 2020. Everything You Want to Know About Rheumatoid Arthritis. https://www.healthline.com/health/rheumatoid-arthritis#causes. (Diakses pada 12 Juli 2021).
  5. Anonim. 2020. Rheumatoid Arthritis (RA) Causes and Risk Factors. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/the-causes-of-rheumatoid-arthritis. (Diakses pada 12 Juli 2021).
  6. Bernstein, Susan. 2021. Young Adults Living With RA. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/young-adults-ra. (Diakses pada 12 Juli 2021).
  7. Brazier, Yvette. 2021. What is rheumatoid arthritis?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323361. (Diakses pada 12 Juli 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi