Terungkap! Ini Penyebab Rasa Keringat Asin dan Manfaatnya bagi Tubuh

keringat-asin-doktersehat
Photo Source: Flickr/ahmadzamri

DokterSehat.Com– Terkadang tanpa sengaja kita bisa mengecap rasa dari keringat. Biasanya hal ini terjadi saat kita sedang mengeluarkan keringat dalam jumlah yang sangat banyak atau sedang berolahraga sehingga tanpa disadari keringat masuk ke dalam mulut. Jika dicermati, keringat kita rasanya cenderung asin. Sebenarnya, apa penyebab dari rasa asin ini?

Penyebab Keringat Memiliki Rasa yang Asin

Meski bentuknya mirip dengan air biasa, dalam realitanya keringat memiliki tekstur yang berbeda dengan air. Selain itu, keirngat memiliki kandungan yang membuatnya memiliki rasa yang asin. Hal ini berarti, kita tidak perlu khawatir berlebihan jika merasakan sensasi asin ini.

Sebagai informasi, keringat akan muncul sebagai respons tubuh saat suhu udara terasa panas atau suhu tubuh mulai naik akibat aktivitas fisik. Keberadaan keringat ini bisa membantu suhu tubuh tetap terjaga keseimbangannya sehingga tidak akan mengganggu kinerja organ-organ dalam.

Keringat diproduksi oleh kelenjar yang ada di sekitar ketiak, dahi, dan telapak tangan dan kaki. Di dalam keringat bisa ditemukan kandungan lain layaknya protein, ammonia, sodium, serta urea. Keberadaan sodium inilah yang membuat keringat terasa asin.

Sebagai informasi, sodium memang sengaja dikeluarkan melalui keringat sebagai cara tubuh untuk menjaga keseimbangan natrium di dalam tubuh. Keberadaan natrium ini memiliki peran besar dalam keseimbangan cairan tubuh dan tekanan darah. Jika kita mengonsumsi garam dalam jumlah yang lebih banyak setiap hari, ada kemungkinan rasa dari keringat yang kita keluarkan semakin asin.

Apabila melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas yang cenderung tinggi, maka keringat yang dikeluarkan juga cenderung semakin asin. Bahkan, sebuah penelitian membuktikan bahwa jumlah garam yang ikut keluar bersama dengan keringat saat kita melakukan olahraga yang cukup berat bisa mencapai 3 kali lipat dibandingkan dengan saat kita mengeluarkan keringat saat suhu udara sedang panas.

Manfaat Keringat bagi Tubuh yang Tidak Terduga

Selain menjaga keseimbangan suhu tubuh, pakar kesehatan menyebut ada berbagai macam manfaat keringat lainnya yang bisa kita dapatkan. Berikut adalah beberapa manfaat keringat:

  1. Membantu Proses Pembersihan Racun

Tak hanya sodium yang ikut keluar bersama dengan keringat. Dalam realitanya, beberapa jenis logam yang berpotensi menjadi racun di dalam tubuh layaknya mangan, aluminium, serta kadmium juga ikut keluar saat kita berkeringat. Hanya saja, jumlahnya memang tidak begitu banyak.

Meskipun begitu, pakar kesehatan menyebut berbagai macam logam yang keluar dari keringat ini bisa membantu proses detoksifikasi atau pembersihan racun dari dalam tubuh. Hal ini tentu bisa membuat tubuh tetap sehat dan tidak mudah terkena masalah kesehatan.

  1. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit

Di dalam keringat terdapat kandungan antibiotik yang bisa melawan berbagai macam bakteri penyebab masalah kesehatan pada kulit. Hal ini akan membuat pori-pori menjadi lebih bersih sekaligus membuat kulit terjaga kondisinya. Pakar kesehatan bahkan menyebut banyak berkeringat bisa membantu mencegah penuaan dini.

  1. Membuat Sirkulasi Darah Lancar

Keluarnya keringat akan merangsang kinerja jantung agar bisa meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini bisa berimbas pada menurunnya tekanan darah dan kadar kolesterol. Kesehatan jantung dan pembuluh darah tentu akan semakin membaik.

  1. Membantu Melawan Infeksi

Manfaat keringat yang satu ini belum banyak diketahui. Faktanya, berkeringat bisa membantu melawan bakteri dan jamur penyebab infeksi seperti methicillin-resistant staphylococcus aureus.

  1. Bisa Membantu Melawan Stres

Berkeringat bisa membantu meningkatkan suasana hati, melawan stres, dan membuat kesehatan mental semakin membaik. Dengan kata lain, Anda bisa banyak bergerak untuk menghasilkan keringat sambil melepaskan hormon.

 

Sumber:

  1. Jewell, Tim. 2019. Why Is My Sweat Salty? The Science Behind Sweat. healthline.com/health/why-is-sweat-salty. (Diakses pada 10 September 2019).