Terbit: 25 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Masalah rambut rontok pada anak tidak terlalu umum namun sebagian besar penyebabnya tidak membahayakan. Ketahui apa saja penyebab rambut rontok pada anak dan cara mengatasinya dalam pembahasan ini. 

15 Penyebab Rambut Rontok Pada Anak yang Harus Diwaspadai

Penyebab Rambut Rontok pada Anak secara Umum 

Pada orang dewasa, masalah rambut rontok (alopecia) sudah biasa dan dapat diatasi dengan mudah menggunakan sampo khusus. Berbeda dengan kerontokan rambut pada anak yang sering membuat orang tua khawatir. 

Sebagian besar kasus kerontokan rambut pada anak memang tidak membahayakan, namun bisa menjadi tanda penyakit medis tertentu atau efek psikologis yang besar pada anak. Masalah kerontokan rambut ini biasanya mulai dialami pada anak usia 26 bulan dengan penyebab paling umum (bukan medis) seperti penggunaan produk rambut yang salah, kebiasaan menguncir rambut, atau pertumbuhan rambut baru. 

Berikut ini penyebab rambut rontok pada anak:

1. Pertumbuhan Rambut Baru

Bayi Anda mungkin lahir dengan rambut yang cukup lebat namun mulai rontok pada beberapa bulan selanjutnya. Kerontokan rambut tersebut terjadi karena adanya pertumbuhan rambut baru bayi. 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Anda tidak perlu khawatir namun harus tetap memantau apakah pertumbuhan rambut bayi selanjutnya normal atau tidak. Anda bisa membantu pertumbuhan rambut bayi dengan menggunakan produk rambut khusus bayi yang mengandung ekstrak minyak kepala, seledri, atau kemiri.

2. Kebiasaan Memainkan Rambut 

Bayi atau anak-anak yang lebih muda terkadang memainkan rambut mereka dan tanpa sengaja mencabutinya. Kebiasaan ini bisa membuat rambut anak rontok. 

Cari tahu juga apakah anak Anda memiliki kecenderungan trikotilomania atau tidak. Trikotilomania adalah kondisi mental di mana seseorang selalu ingin menarik atau mencabuti rambutnya sendiri misalnya saat mereka sedang cemas, marah, atau sedih.

3. Penggunaan Pengering Rambut

Dalam kondisi tertentu, misalnya setelah berenang, Anda mungkin menggunakan alat pengering rambut (hair dryer) untuk mengeringkan rambut anak dengan cepat agar tidak masuk angin setelah bermain air. Penggunaan panas berlebihan dari alat pengering rambut akan membuat rambut anak jadi kering dan mudah rontok.  

4. Efek dari Menguncir Rambut

Anak perempuan Anda sangat terlihat imut dan cantik dengan berbagai gaya rambut, seperti dikuncir kuda, kepang daun, dijepit, atau lainnya. Namun, penggunaan kuncir atau jepit rambut yang terlalu kencang dapat menyebabkan tekanan pada folikel rambut dan kulit kepala.

Kebiasaan tersebut dapat membuat rambut anak mudah rontok. Sebaiknya Anda longgarkan ikat rambut atau jepitan anak agar tetap aman. Anda juga harus menyisir rambut anak dengan lembut karena kulit kepala anak sangat sensitif. 

5. Alergi Produk Rambut Tertentu

Pastikan anak Anda menggunakan produk rambut khusus anak untuk mencegah kerontokan rambut dan iritasi kulit kepala. Jangan menggunakan sampo anak yang mengandung bahan kimia keras yang mungkin merusak batang rambut anak. 

Baca Juga: 9 Cara Keramas yang Benar agar Rambut Indah dan Sehat

6. Gesekan Kulit Kepala 

Bayi yang baru belajar berguling, duduk, berdiri, atau berjalan selalu sangat aktif. Mereka mungkin tidak sengaja menggosok rambutnya ke kasur, bantal, lantai, atau permukaan lainnya dan menyebabkan kerontokan. Kondisi ini bisa terjadi karena kulit kepala dan batang rambut bayi masing sangat lunak dan rentan. 

Penyebab Rambut Rontok pada Anak Akibat Kondisi Medis 

Selain kebiasaan yang merugikan untuk kesehatan dan kekuatan rambut anak, rambut rontok pada anak mungkin terjadi karena kondisi medis tertentu. Penyebab paling umum adalah infeksi jamur pada kulit kepala (tinea capitis).

Ketahui penyebab lain kerontokan rambut pada anak, sebagai berikut: 

1. Kekurangan Nutrisi

Anak-anak sedang berada dalam masa pertumbuhan dan mereka membutuhkan nutrisi, vitamin, dan mineral maksimal untuk mendukung semua aspek perkembangan tubuh. Kerontokan rambut jangka panjang bisa menjadi tanda bahwa anak Anda kekurangan beberapa nutrisi esensial, termasuk: 

  • Protein
  • Asam amino 
  • Zat besi
  • Zinc
  • Niasin (vitamin B3)
  • Biotin (vitamin B7 atau vitamin H)

Selain kekurangan nutrisi, kerontokan rambut bisa menjadi tanda seseorang kelebihan vitamin A. Jadi, atur menu sehat anak agar mendapatkan nutrisi seimbang.

2. Cedera Kulit Kepala

Periksa apakah kulit kepala anak Anda baik-baik saja. Rambut rontok pada anak mungkin disebabkan oleh cedera kulit kepala seperti akibat benturan keras, luka berdarah, lecet kulit kepala akibat sering menggaruknya, atau bekas luka bakar yang merusak folikel rambut anak. 

Rambut anak akan tumbuh dengan normal bila luka atau cedera tersebut sudah sembuh. Anda harus memberikan perawatan yang tepat karena luka pada kulit kepala yang tidak diobati bisa menyebabkan kerontokan rambut permanen di masa depan.

3. Jamur pada Kulit Kepala 

Infeksi jamur kulit (tinea capitis) atau yang juga disebut dengan kurap bisa berkembang pada kulit kepala dan bersifat menular. Gejalanya berupa bintik-bintik merah tidak merata, gatal, dan bercak kulit bulat. Kondisi ini bisa membuat rambut patah atau rontok. 

Tinea capitis dapat disembuhkan dengan salep atau sampo antijamur seperti seperti selenium sulfida atau ketoconazole. Anda juga harus mengajarkan anak untuk tidak berbagi sisir, topi, sarung bantal, atau alat untuk rambut lainnya dengan orang lain. 

4. Kelainan Autoimun 

Kelainan autoimun adalah kesalahan sistem kekebalan tubuh yang malah menyerang organ atau sel sehat dalam tubuh. Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh malah menyerang folikel rambut yang sehat sehingga rambut rontok. 

Kondisi alopecia totalis dan alopecia universalis adalah penyebab rambut rontok pada anak yang lebih luas akibat kelainan autoimun. Cara mengatasi kerontokan rambut akibat kondisi autoimun dengan menggunakan obat topikal seperti krim steroid dosis tinggi atau obat minoksidil. 

5. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah kerusakan dan kerontokan rambut akibat kondisi autoimun. Penyakit alopecia areata terjadi 1 dari 1.000 anak. Gejalanya berupa kerontokan rambut berbentuk bulat secara tiba-tiba. 

Cara mengatasi alopecia areata dengan menggunakan obat steroid topikal pada bagian kulit kepala yang rambutnya rontok. Sebagian besar anak dengan alopecia areata akan sembuh dan rambutnya kembali tumbuh dengan normal. 

6. Trikotilomania 

Trikotilomania adalah kelainan mental yang ditandai dengan kebiasaan mencabut rambut sebagai ekspresi dari kesedihan, stres, marah, atau emosi yang tidak stabil. Anda harus konsultasi dengan psikolog karena kelainan trikotilomania juga dikatakan sebagai bentuk lain dari gangguan obsesif-kompulsif.

7. Telogen Effluvium

Telogen effluvium adalah kerontokan rambut secara mendadak sebagai respon tubuh dari kejadian ekstrim, seperti: 

  • Demam yang sangat tinggi. 
  • Trauma emosional seperti kehilangan seseorang yang sangat dicintai. 
  • Cedera parah.
  • Kondisi mental anak misalnya menjelang ujian sekolah. 
  • Syok terhadap suatu kejadian.

Umumnya, rambut akan tumbuh dengan normal setelah anak berhasil menerima atau berdamai dengan kejadian ekstrim tersebut. Anak mungkin butuh pendampingan dari orang dewasa atau profesional untuk mengontrol emosi dan respon bila suatu hari akan mengalami kejadian ekstrim serupa. 

8. Hipotiroidisme

Hipertiroidisme adalah kelenjar tiroid yang tidak aktif dalam memproduksi hormon. Kelenjar tiroid adalah kelenjar pada leher yang bertugas untuk memproduksi berbagai hormon yang salah satunya mengatur pertumbuhan rambut.

9. Kemoterapi

Anak-anak yang sedang menjalani pengobatan kanker dengan kemoterapi cenderung akan mengalami efek samping kemoterapi berupa kerontokan rambut. Setelah perawatan kemo berhasil dan selesai, pertumbuhan rambut anak akan kembali normal.

Konsultasi dengan dokter untuk mencegah efek kerontokan rambut yang sangat parah. Anda mungkin juga harus berkonsultasi dengan psikolog anak agar anak tidak kehilangan semangat dan kepercayaan dirinya karena kerontokan rambut akibat kemo. 

 

  1. Villines, Zawn. 2019. Hair loss in children: What to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326951. 
  2. Watson, Stephanie. 2018. What’s Causing My Child’s Hair to Fall Out and How Do I Treat It?. https://www.healthline.com/health/hair-loss-in-children. 
  3. WebMD. 2020. Hair Loss in Children. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/hair-loss-in-children#1. 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi