Terbit: 14 Oktober 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pusar bau adalah kondisi yang biasanya terkait dengan kebersihan. Dikarenakan bentuknya yang berlekuk, kotoran, bakteri, dan kuman bisa terkumpul di area berlubang ini. Lantas, hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan aroma tidak sedap pada area tersebut? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

7 Penyebab Pusar Bau, dari yang Ringan hingga Berat

Berbagai Kondisi yang Menyebabkan Pusar Bau

Kenapa pusar bau? Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah kebersihan yang buruk. Pusar sendiri memiliki lipatan kulit yang menjadi tempat berkembangnya bakteri. Sebagian besar bakteri ini tetap berada pada tingkat rendah dan tidak akan menimbulkan bau. Akan tetapi, jika bakteri menjadi terlalu padat, kondisi ini akan menghasilkan bau yang tidak sedap.

Berikut adalah berbagai kondisi yang menyebabkan pusar bau, di antaranya:

1. Kebersihan yang Buruk

Pusar adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki ekosistemnya sendiri. Bagian tubuh ini mungkin menjadi ‘rumah’ bagi hampir 70 jenis bakteri. Selain itu, jamur dan kuman juga bisa terperangkap di dalamnya.

Bakteri dan kuman yang terjebak akan memakan kotoran, keringat, minyak, hingga kulit mati. Setelah itu, dua organisme tersebut akan menciptakan bau busuk. Semakin dalam pusar, semakin banyak kotoran dan kuman yang bisa menumpuk di dalamnya.

2. Infeksi

Candida adalah jamur yang suka tumbuh di lingkungan gelap, hangat, dan lembap, seperti selangkangan dan ketiak. Selain menjadi penyebab pusar bau, area ini juga dapat menjadi habitat yang sempurna untuk jamur, terutama jika Anda tidak menjaga area tersebut tetap bersih.

Seseorang lebih mungkin terkena infeksi jamur jika menderita diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit dengan kadar gula darah di atas normal (hiperglikemia) dan kondisi ini mengurangi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

3. Operasi

Bau tidak sedap pada pusar ternyata juga bisa disebabkan jika Anda baru saja menjalani operasi pada perut, seperti operasi untuk memperbaiki hernia umbilikalis. Tindakan ini menyebabkan area pusar berisiko tinggi terkena infeksi.

Jika Anda mengalami infeksi, Anda mungkin melihat nanah keluar dari pusar. Terkadang nanah akan berbau. Gejala lain termasuk nyeri, kemerahan, dan bengkak di area tersebut. Setiap tanda infeksi, termasuk demam, nanah, dan kemerahan, perlu diperiksa oleh dokter.

4. Kista Epidermoid dan Pilar

Kista epidermoid adalah benjolan yang dimulai di lapisan atas kulit dan kista pilar dimulai di dekat folikel rambut. Kedua kista ini mengandung sel di dalam membran yang menghasilkan dan mengeluarkan keratin protein yang kental.

Jika salah satu dari kista ini membesar dan pecah, kotoran yang kental, kuning, dan berbau busuk akan mengalir keluar. Selain itu, kista yang terinfeksi juga bisa menyebabkan hal ini.

5. Kista Sebasea

Kista yang mirip dengan epidermoid ini bisa terjadi akibat dari cedera. Kista sebasea berasal dari kelenjar sebasea yang biasanya menghasilkan campuran lemak berlilin dan berminyak yang disebut sebum, komponen yang berguna untuk melumasi dan melindungi kulit.

Pada umumnya, kista jenis ini bukanlah masalah yang serius. Tergantung di mana lokasinya, kista dapat mengganggu atau membuat Anda merasa nyaman. Jika kista pecah, cairan di dalamnya dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.

6. Terdapat Benda Asing

Penyebab pusar mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup umum lainnya adalah karena ada benda asing yang tersangkut di dalamnya, misalnya serat kain. Kondisi ini lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki pusar yang cekung.

Jenis serat yang paling mungkin menyebabkan bau tidak sedap adalah kapas, karena serat ini menyerap kelembapan. Jadi, jika Anda membersihkan pusar dengan kapas, kemudian serat halusnya tertinggal dan tubuh mengeluarkan keringat, maka bau tidak sedap bisa tercipta.

Selain itu, jika Anda mengenakan kain lain yang memiliki reputasi sebagai penyebab bau (seperti poliester), sebaiknya Anda lebih rajin melakukan pembersihan di area tersebut.

7. Tindik di Pusar

Jika Anda melakukan tindik di pusar dan terinfeksi, hal itu dapat menyebabkan area tersebut berbau tidak sedap. Kista terkait tindikan juga mungkin terjadi, apabila kista berkembang di sekitar tindikan, hal itu dapat menyebabkan peradangan, infeksi, bersama dengan bau busuk.

Tanda-tanda infeksi tindik meliputi kemerahan, bengkak di sekitar tindikan, nyeri saat menyentuh area tersebut, dan keluarnya cairan kuning/hijau yang berbau tidak sedap.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika bau tidak sedap pada pusar terkait dengan kebersihan, Anda tidak perlu ke dokter, karena bau tidak sedap akan hilang setelah Anda membersihkannya.

Konsultasi dengan dokter diperlukan jika keluar cairan dari pusar karena hal ini bisa menjadi pertanda infeksi. Tanda-tanda infeksi lain yang perlu mendapatkan penanganan, antara lain:

  • Demam
  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Perut terasa sakit
  • Nyeri saat buang air kecil

Dokter akan memeriksa pusar dan mungkin mengikis sampel cairan yang keluar. Sampel akan dibawa ke laboratorium untuk melihat komponen apa saja yang ada di dalamnya.

Baca Juga: 13 Cara Menghilangkan Bau Badan (Mudah Dilakukan)

Cara Mengatasi Bau Tidak Sedap pada Pusar

Jika Anda yakin tidak mengalami infeksi atau kista, yang Anda butuhkan hanyalah menjaga kebersihan area pusar. Namun jika terdapat infeksi atau kista, perawatan dengan tenaga medis profesional diperlukan.

Selain menjaga area pusar tetap bersih dan kering, hindari juga mengenakan pakaian ketat, membatasi asupan gula dalam makanan, karena kadar glukosa darah yang tinggi meningkatkan risiko infeksi.

Jika tindikan yang menjadi infeksi, lepaskan anting-anting, lalu usap area tindikan dengan bola kapas yang dibasahi campuran sabun antiseptik. Sedangkan, jika kista yang menjadi penyebabnya, Anda harus menemui dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mandi atau berendam secara teratur dapat membantu mencegah masalah kulit dan bau badan. Membersihkan area pusar diperlukan terutama setelah banyak mengeluarkan keringat, misalnya saat cuaca panas atau setelah berolahraga.

 

  1. Brady, Krissy. 2019. 5 Reasons Your Belly Button Smells Super Funky, According to Dermatologists. https://www.prevention.com/health/a29713335/smelly-belly-button/. (Diakses pada 14 Oktober 2020).
  2. Sissons, Claire. 2020. How to stop your belly button smelling. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320706#how-to-clean. (Diakses pada 14 Oktober 2020).
  3. Watson, Stephanie. 2018. What Causes Belly Button Odor?. https://www.healthline.com/health/why-does-my-belly-button-smell#cleaning-your-belly-button. (Diakses pada 14 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi