Terbit: 12 November 2020 | Diperbarui: 13 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyebab penyakit jantung berbagai macam, terkait kondisi kardiovaskular, kesehatan fisik, hingga kebiasaan sehari-hari. Simak penjelasan lengkap mengenai berbagai keadaan yang membuat organ seukuran kepalan tangan ini terganggu fungsinya.

13 Penyebab Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Penyakit Jantung Paling Umum

Penyakit jantung terjadi ketika plak berkembang pada arteri dan pembuluh darah yang menuju ke jantung. Plak menghalangi nutrisi dan oksigen mencapai jantung. Plak adalah zat lilin yang terdiri dari kolesterol, molekul lemak, dan mineral.

Berikut adalah berbagai hal yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, antara lain:

1. Kolesterol Tinggi

Salah satu penyebab sakit jantung yang utama adalah kolesterol tinggi. Memiliki terlalu banyak kolesterol jahat (LDL) bisa meningkatkan risiko penyakit jantung karena menimbulkan pengerasan pembuluh darah. Jika arteri mengeras, sumbatan bisa terjadi sehingga dapat menyebabkan serangan jantung.

2. Tekanan Darah Tinggi

Memiliki tekanan darah tinggi/hipertensi dapat menyebabkan perubahan pada struktur jantung dan menyebabkan penyakit jantung koroner. Hipertensi bisa memblokir aliran darah dan menyebabkan serangan jantung. Gagal jantung dan penyakit jantung sangat umum terjadi pada individu yang memiliki tekanan darah tinggi tidak terkontrol.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

3. Diabetes

Kadar glukosa darah tinggi yang tidak terkelola dapat meningkatkan jumlah plak yang terbentuk pada dinding pembuluh darah. Keadaan ini menghalangi atau menghentikan aliran darah ke jantung. Penderita diabetes dapat mengurangi risiko penyakit jantung dengan mengelola gula darah secara cermat.

4. Aritmia

Aritmia atau gangguan yang terjadi pada irama jantung ternyata juga bisa menjadi penyebab sakit jantung. Saat Anda mengalami aritmia, jantung tidak berdetak sesuai dengan ritme yang konsisten, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Keadaan ini memengaruhi seberapa banyak darah dipompa dari dan ke jantung, kondisi yang bisa meningkatkan risiko masalah jantung.

5. Gagal Jantung Kongestif

Gagal jantung kongestif terjadi saat jantung bekerja tetapi tidak memompa darah dengan baik atau gagal mendapatkan oksigen yang tepat. Meskipun termasuk salah satu jenis penyakit kardiovaskular, gagal jantung kongestif juga dapat menyebabkan jenis penyakit jantung lainnya, termasuk serangan jantung. Perawatan segera harus dilakukan jika Anda didiagnosis memiliki kondisi gagal jantung kongestif.

6. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Penyebab penyakit jantung yang sering kali tidak disadari adalah gaya hidup sehari-hari. Meskipun faktor genetik dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, pilihan gaya hidup yang tidak sehat memainkan peran besar.

Berikut contoh gaya hidup tidak sehat yang dapat menyebabkan penyakit jantung meliputi:

  • Tubuh tidak aktif dan tidak mendapatkan latihan fisik yang cukup.
  • Konsumsi makanan tinggi lemak trans, makanan manis, dan natrium.
  • Merokok.
  • Konsumsi minuman alkohol berlebihan.
  • Tinggal di lingkungan dengan stres tinggi dan tidak memiliki teknik manajemen stres yang tepat.
  • Tidak mengelola diabetes dengan baik.

7. Depresi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan depresi mengembangkan penyakit jantung pada tingkat yang lebih tinggi daripada populasi umum.

Depresi dapat menyebabkan sejumlah perubahan dalam tubuh yaitu meningkatkan risiko terkena penyakit atau serangan jantung. Terlalu banyak stres, terus-menerus merasa sedih, atau keduanya, dapat meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, depresi juga meningkatkan kadar zat yang disebut C-reactive protein (CRP). CRP merupakan penanda terjadinya peradangan pada tubuh. Tingkat CRP yang lebih tinggi dari biasanya juga telah terbukti dapat menjadi penyebab penyakit jantung.

Baca Juga: 15 Gerakan Senam Jantung Sehat di Rumah (Mudah dan Efektif)

8. Penyakit Arteri Koroner

Ketika kolesterol dan timbunan lemak menumpuk di arteri jantung, lebih sedikit darah yang bisa mencapai otot jantung. Penumpukan ini dikenal sebagai aterosklerosis. Akibatnya mungkin nyeri dada (angina) atau jika aliran darah terhambat total maka serangan jantung bisa terjadi.

Seiring waktu, penyakit arteri koroner yang tidak ditangani dengan baik juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan gagal jantung.

9. Serangan Jantung Masa Lalu (Infark Miokard)

Serangan jantung terjadi ketika arteri yang memasok darah ke otot jantung tersumbat. Sumbatan ini membuat oksigen dan nutrisi merusak jaringan otot jantung. Jaringan jantung yang rusak juga tidak berkontraksi, hal tersebut melemahkan kemampuan jantung untuk memompa darah.

10. Katup Jantung Tidak Normal

Masalah katup jantung dapat disebabkan oleh penyakit, infeksi (endokarditis), atau cacat yang ada saat lahir. Ketika katup tidak membuka atau menutup sepenuhnya setiap detak jantung, otot jantung harus memompa lebih keras agar darah tetap bergerak. Jika beban kerja menjadi terlalu berat, gagal jantung bisa terjadi.

11. Penyakit Otot Jantung

Kardiomiopati dilatasi, kardiomiopati hipertrofi, atau peradangan (miokarditis) bisa menjadi penyebab penyakit jantung. Kerusakan apa pun pada otot jantung, baik karena penggunaan narkoba, konsumsi minuman beralkohol, infeksi virus, atau alasan yang tidak diketahui, dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

12. Obesitas

Penyebab sakit jantung yang cukup sering terjadi adalah obesitas. Obesitas dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras daripada orang yang tidak obesitas. Berat badan berlebih secara tidak langsung akan meningkatkan kolesterol LDL yang bisa menyumbat arteri, hal inilah yang kemudian mengakibatkan serangan jantung atau stroke.

Seseorang yang memiliki berat badan berlebih karena makanan dengan tinggi lemak juga cenderung malas  berolahraga. Hal inilah yang kemudian merusak arteri dan lebih rentan membuat jantung lemah.

13. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali ketika sedang tidur. Jenis sleep apnea yang paling umum adalah obstructive sleep apnea (OSA), kondisi ketika otot yang ada belakang tenggorokan terlalu rileks.

Kondisi ini membuat saluran pernapasan menyempit atau menutup saat menarik napas, misalnya karena lidah tertelan. OSA adalah faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Nah, itulah berbagai penyebab penyakit jantung yang harus Anda waspadai.

 

  1. Anonim. Causes of Heart Failure. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-failure/causes-and-risks-for-heart-failure/causes-of-heart-failure. (Diakses pada 12 November 2020).
  2. Anonim. 5 Causes of Heart Disease. https://www.tricitycardiology.com/5-causes-of-heart-disease/. (Diakses pada 12 November 2020).
  3. Roth, Erica. 2018. Causes and Risks of Heart Disease. https://www.healthline.com/health/heart-disease/causes-risks. (Diakses pada 12 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi