7 Kondisi yang Menyebabkan Penis Berwarna Merah Saat Tidak Ereksi

doktersehat penis berwarna merah

DokterSehat.Com – Pria yang tidak sunat mungkin akan memiliki glans atau kepala penis berwarna lebih merah dan sensitif. Namun, pada pria yang sudah sunat, ujung penis akan mengalami penebalan sehingga penis tidak lagi berwarna merah kecuali saat pria mengalami ereksi dengan maksimal. Pembuluh darah yang terisi akan membuat organ ini jadi memerah.

Kalau penis memerah dengan sendirinya dan kadang disertai rasa sakit saat tidak ereksi, berarti pria mengalami gangguan pada alat kelaminnya. Beberapa penyakit berbahaya mungkin saja terjadi sehingga pria wajib mewaspadainya dengan baik. Berikut beberapa kondisi yang membuat penis pria jadi merah padahal tidak sedang ereksi.

  1. Iritasi penis

Iritasi penis bisa terjadi karena banyak hal, pertama adalah sanitasi yang dimiliki oleh pria seperti rajin membersihkan penis atau tidak. Selanjutnya rajin mengganti celana dalam juga menjadi isu yang harus diperhatikan dengan benar.

Selanjutnya ketat atau tidaknya celana yang digunakan oleh pria juga memengaruhi kondisi iritasi. Kadang kelembapan yang tinggi pada area selangkangan menyebabkan penis mengalami gesekan dan akhirnya mengalami iritasi.

  1. Infeksi jamur

Infeksi jamur juga bisa terjadi dan menyebabkan warna perah pada penis. Infeksi jamur bisa terjadi karena pria tidak bisa menjaga kebersihan penisnya. Misal saat kencing tidak tuntas sehingga urine sering mengenai celana dalam.

Area selangkangan yang terlalu lembap juga membuat jamur mudah tumbuh. Pria yang berkeringat disarankan untuk rajin membersihkan selangkangannya saat mandi setiap hari khususnya area rambut.

  1. Terlalu sering digunakan

Penis yang terlalu sering digunakan juga bisa berwarna merah dan terasa sakit saat disentuh. Pria yang suka sekali bercinta hingga melakukannya setiap hari atau pria yang ketagihan melakukan masturbasi bisa mengalaminya.

Penis sedikit mengalami memar dan cedera sehingga butuh diistirahatkan. Jangan terlalu memaksa penis untuk bekerja keras karena merusak jaringannya.

  1. Balantis

Balantis sering terjadi pada pria yang tidak sunat karena ada penumpukan kotoran di bagian bawah foreskin atau kulup. Penumpukan kotoran yang susah dibersihkan ini menyebabkan bakteri atau mungkin virus tumbuh dengan subur dan menyebabkan inflamasi di bagian kepala penis.

Infeksi ini menyebabkan rasa sakit yang cukup besar. Jadi, kalau Anda mengalaminya, seks akan berjalan cukup sulit.

  1. Eksim

Beberapa pria juga mengalami eksim yang cukup parah. Kulit di sekitar penis khususnya bagian kepala akan mulai mengering dan kadang menimbulkan rasa kasar dan juga gatal. Untuk mengatasi kondisi ini vitamin A dan E dibutuhkan agar kelembapan kulit penis kembali seperti sedia kala.

  1. Tanda penyakit menular seksual

Beberapa penyakit menular memberikan tanda berupa rasa gatal pada penis, perih, dan warna merah yang cukup jelas. Kalau penis mengalami kondisi ini biasa jadi Anda sedang tertular penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, sifilis, hingga kutil kelamin yang bisa sebabkan kanker.

Segera memeriksakan diri ke dokter kalau Anda mengalami kondisi ini. Lebih baik waspada daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Fimosis

Kondisi terakhir ini hanya terjadi pada pria yang tidak sunat. Gangguan pada foreskin seperti tidak bisa ditarik ke belakang hingga susah kencing menyebabkan pria alami rasa sakit yang cukup besar. Rasa sakit ini sebabkan penis berwarna merah.

Fimosis yang sudah parah biasanya harus ditangani dengan sunat. Dengan melakukan ini pria kencing dengan lancar dan ereksi tidak sakit.

Inilah beberapa hal tentang kondisi penis pria yang membuatnya merah padahal tidak sedang ereksi. Semoga bermanfaat!