Penyebab Penglihatan Kabur dan Hal-hal yang Mendasarinya

Doktersehat - Penglihatan Kabur
Photo Credit: Flickr.com/Samuele Deiana fidelio86

DokterSehat.Com– Menurunnya ketajaman penglihatan dan ketidakmampuan untuk melihat suatu benda secara mendetail adalah gangguan mata yang umum terjadi. Meski gangguan ini tidak membayakan, Anda juga harus waspada karena bisa saja hal tersebut menandakan penyakit yang lebih serius.

Dalam beberapa kasus, penglihatan kabur dapat disertai dengan gejala lain pada salah satu atau kedua mata. Gejalanya meliputi kepekaan terhadap cahaya (photophobia), muncul bintik-bintik saat melihat objek (floaters), nyeri pada mata, kotoran mata yang berlebihan, mata kering, mata gatal, hingga penglihatan memburuk di malam hari,

Selain beberapa gejala yang disebutkan di atas, penglihatan kabur juga bisa menjadi gejala berbagai kondisi yang secara tidak langsung melibatkan mata, seperti:

  • Tekanan darah rendah

Penyebab tekanan darah rendah atau hipotensi ini antara lain dehidrasi, masalah kesehatan jantung, serta kekurangan vitamin B12 dan folat, reaksi anafilaktik, dan perdarahan. Tekanan darah rendah menyebabkan munculnya berbagai macam gejala mulai dari sakit kepala, pandangan kabur, mual, lemas, konsentrasi menurun, bahkan pingsan. Seseorang dikatakan mengalami tekanan darah jika angkanya turun di bawah 90/60 mmHg.

  • Migrain

Saat Anda mengalami puncak migrain, hal itu bisa menyebabkan penglihatan kabur. Gejala lain yang bisa timbul adalah menurunnya nafsu makan maka serta peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, suara atau bau.

Pemicu migrain pun bermacam-macam. Mulai dari makanan yang tinggi natrium, bahan tambahan pangan tertentu seperti MSG, minuman alkohol dan yang tinggi kafein, stres, efek pengobatan, dan perubahan pola tidur dapat memengaruhinya. Apa pun kondisi yang mengurangi aliran darah ke otak bisa memicu terjadinya pusing dan penglihatan yang kabur.

  • Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi akibat ada kerusakan pada saraf optik. Glaukoma merupakan penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan berlebih pada bola mata, yang mengakibatkan saraf mata menjadi rusak secara permanen.

Untuk diketahui, ada dua bentuk glaukoma yang paling umum terjadi yakni glukoma sudut terbuka primer dan glaukoma sudut tertutup. Glaukoma sudut terbuka primer jarang menunjukan gejala, akan tetapi bisa tiba-tiba membuat pandangan mata Anda menyempit. Sedangkan glaukoma sudut tertutup akut menimbulkan pusing, mata terasa nyeri, mual, dan muntah.

  • Penderita diabetes

Jika Anda mengalami diabetes tipe 1 atau tipe 2, Anda berisiko terkena retinopati diabetik. Pada kondisi ini, terjadi kerusakan pada pembuluh darah dan saraf di retina mata, sehingga pandangan mata menjadi kabur.

  • Gangguan mata refraktif

Kondisi di mana seseorang membutuhkan bantuan kacamata agar bisa melihat jarak jauh atau pun dekat. Kondisi ini dapat terjadi karena perubahan bentuk bola mata, bentuk kornea, atau terdapat gangguan lensa mata.

  • Degenerasi makula

Merupakan kondisi yang terjadi pada mata seiring bertambahnya usia, yang menyebabkan kehilangan penglihatan di lapang pandang bagian tengah akibat rusaknya makula, yaitu daerah di sekitar retina mata yang berfungsi untuk meningkatkan ketajaman penglihatan.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Terdapat berbagai jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan seperti obat anti hipertensi, obat steroid oral, obat tidur, dan obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Selain itu, obat anti histamine yang berfungsi untuk mengatasi alergi juga dapat memicu dihasilkannya sebuah zat kimia tertentu yang membuat tubuh mengurangi produksi air mata.

Obat anti histamine juga dapat meningkatkan resiko terjadinya glaukoma sudut tertutup, terutama bila Anda juga mengalami rabun jauh atau merupakan keturunan Asia atau Indian.

Keluhan penglihatan kabur adalah masalah medis yang perlu mendapat pemeriksaan dan pengobatan dari dokter spesialis mata. Diagnosis akan diberikan dokter dengan menelusuri riwayat kesehatan dan keluhan penglihatan kabur yang Anda alami. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa berat gejala yang muncul dan faktor yang bisa menjadi penyebab penglihatan kabur.