Terbit: 2 Oktober 2019 | Diperbarui: 7 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter


DokterSehat.Com – Pria dan wanita memiliki perbedaan fisik yang cukup signifikan. Organ dalam khususnya yang berhubungan dengan reproduksi serta otot dan tulang memiliki perbedaan yang besar. Kondisi ini menyebabkan wanita lebih berisiko alami sakit pinggang atau nyeri pinggang dengan intensitas yang berbeda-beda.

nyeri-punggung-pada-wanita-doktersehat

Sakit pinggang pada wanita bisa disebabkan oleh beberapa hal. Rasa sakit ini bisa saja hilang dengan sendirinya atau butuh pengobatan lebih lanjut. Jika Anda sering mengalami nyeri di area pinggang, ada baiknya lebih mewaspadai beberapa penyebab sakit pinggang agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius.

Penyebab Sakit Pinggang pada Wanita

Sakit pinggang pada wanita tidak hanya disebabkan terlalu lama duduk, berikut ini berbagai kondisi yang menjadi penyebab sakit pinggang:

1. Coccydynia (Nyeri Tulang Ekor)

Penyebab sakit pinggang kronis yang relatif tidak biasa pada wanita adalah coccydynia, atau nyeri tulang ekor. Sakit pinggang bisa datang secara bertahap atau secara tiba-tiba setelah dampak ke area ujung tulang belakang.

Tulang ekor sering terasa sakit saat disentuh, jadi duduk atau tekanan apa pun pada area pinggang akan terasa menyakitkan. Sembelit juga bisa menambah rasa sakit, tetapi akan berkurang setelah buang air besar.

Wanita 5 kali lebih mungkin mengalami coccydynia dibandingkan pria. Cidera yang berhubungan dengan kehamilan dan posisi tulang ekor yang kurang terlindungi pada wanita diduga sebagai alasan perbedaan antara pria dan wanita.

Coccydynia dapat menyerang wanita dari segala usia, tetapi usia 40 lebih rentan. Nyeri pada pinggang biasanya hilang dalam beberapa minggu atau bulan, tetapi bisa menjadi kronis dan menganggu aktivitas sehari-hari.

2. Fraktur Kompresi Akibat Osteoporosis

Ketika patah tulang belakang disebabkan osteoporosis atau penipisan tulang, ini disebut fraktur kompresi. Patah tulang biasanya terjadi di bagian depan tulang belakang, di mana bagian depan tulang hancur. Bagian belakang tulang kebanyakan tidak terkena dampak.

Patah tulang biasanya akibat gerakan yang memengaruhi tulang belakang, seperti bersin sampai jatuh. Fraktur kompresi kemungkinan besar terjadi di bagian bawah punggung atas dan menyebabkan nyeri punggung secara tiba-tiba dan parah, tetapi pada sebagaian orang tidak merasakan sakit apa pun.

Wanita hampir dua kali lebih mungkin mengalami fraktur kompresi daripada pria. Alasanya karena fraktur kompresi disebabkan oleh osteoporosis, dan wanita jauh lebih mungkin mengalami osteoporosis.

3. Fibromyalgia

Adalah nyeri nyeri di seluruh tubuh yang ditandai dengan nyeri otot, kekakuan, dan kelelahan. Kondisi ini berdampak pada otot, persendian, dan tulang, yang diklasifikasikan sebagai kondisi rematik. Jika menderita fibromyalgia, Anda mungkin mengalami nyeri di punggung bagian atas dan bawah, leher, dan pinggul.

Gejalanya mungkin hilang sementara waktu, kemudian muncul kembali tanpa alasan yang jelas, terkadang di lokasi baru.

Sekitar 80% hingga 90% dari penderita fibromyalgia adalah wanita, biasanya berusia antara 40 dan 75 tahun.

Baca juga: Sakit Pinggang – Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

4. Sindrom Piriformis

Otot piriformis berfungsi untuk menstabilkan sendi pinggul dan untuk membuat gerakan, yang memungkinkan gerakan memutar pada paha.

Sindrom piriformis terjadi ketika otot piriformis dalam pantat kejang dan mendorong saraf skiatik. Tekanan pada saraf sciatic ini dapat memicu rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di sepanjang kaki, seperti linu pada pingggang.

Gejala sindrom piriformis lainnya adalah nyeri di bokong, rasa sakit saat menaiki tangga atau berjalan menanjak, dan rasa sakit yang memburuk (biasanya di satu sisi tubuh) ketika terlalu lama duduk. Gejala biasanya akan lebih baik ketika berbaring telentang.

Perbedaan anatomi antara pria dan wanita, terutama di panggul menjadi penyebab sakit pinggang pada wanita. Kecenderungan panggul lebih lebar pada wanita menghasilkan sudut ke dalam tulang paha yang lebih tajam. Perubahan hormon, terutama yang memengaruhi otot-otot panggul selama kehamilan, mungkin juga menjadi penyebabnya.

5. Osteoartritis Tulang Belakang

Osteoartritis tulang belakang adalah penyakit sendi degeneratif yang menyebabkan kerusakan tulang rawan berserat di sendi facet yang menghubungkan tulang belakang. Tanpa bantalan atau tulang rawan, tulang akan saling bergesekan, menyebabkan perubahan bentuk tulang. Taji tulang dapat berkembang di tulang belakang.

Degenerasi sendi dapat terjadi di beberapa bagian tubuh, sehingga nyeri osteoartritis tulang belakang terasa di punggung bagian atas atau bawah, leher, bahu, pangkal paha, bokong, atau bahkan bagian belakang paha. Gejalanya kekakuan punggung dan rasa sakit di pagi hari setelah bangun tidur.

Osteoartritis tulang belakang dapat berkembang secara bertahap, dan mungkin diduga sebagai nyeri otot. Osteoartritis terjadi di semua umur, tetapi lebih sering terjadi pada pria hingga usia 45, tetapi setelah usia 45 lebih sering terjadi pada wanita.

6. Disfungsi Sendi Sacroiliac

Sendi sacroiliac juga disebut sendi SI, yang yang membantu peredam kejut antara tubuh bagian atas dan pinggang. Ketika terjadi gangguan, ini memicu rasa sakit, yang dikenal sebagai disfungsi sendi sacroiliac.

Nyeri punggung bawah dan kaki mirip dengan linu panggul, dan kondisi ini biasa terjadi. Gejala lainnya seperti rasa sakit di satu sisi bokong atau sakit pinggang yang menjalar ke bawah kaki, paha atau bahkan ke pergelangan kaki. Rasa sakit biasanya akan lebih buruk setelah berdiri dalam waktu yang lama, membungkuk, atau naik tangga.

Disfungsi sendi sacroiliac lebih banyak diderita perempuan daripada pria. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada wanita muda dan setengah baya.

Dampak kehamilan adalah salah satu penyebab wanita lebih mungkin mengalami nyeri sendi sacroiliac. Selama kehamilan, tubuh wanita melepaskan zat kimia yang merilekskan ligamen dan persendian, yang mempermudah persalinan. Tekanan dan berat bayi juga bisa membuat pelvis stres. Nyeri sendi SI dapat terjadi selama kehamilan dan efek pada ligamen dapat bertahan setelah lahir.

7. Spondylolisthesis Degeneratif

Adalah ketika salah satu tulang belakang bagian bawah bergeser dari posisinya dan condong ke depan menutupi tulang di bawahnya. Gerakan tulang belakang yang bergeser tersebut dapat mengiritasi dekat akar saraf tulang belakang, yang menyebabkan rasa sakit di punggung dan kaki bagian bawah.

Terkadang menimbulkan gejala, seperti sakit atau lemah pada kaki ketika berjalan atau berdiri. Posisi duduk biasanya bisa meredakan rasa sakit. Nyeri spondylolisthesis mungkin bisa parah, untuk itu batasi aktivitas harian.

Spondylolisthesis degeneratif jauh lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Kondisi ini disebabkan oleh faktor hormonal, perbedaan struktur panggul, dan kepadatan tulang yang lebih rendah pada wanita. Osteoartritis juga biasanya memicu kondisi tersebut, dan kebanyakan wanita menderita osteoartritis dibandingkan pria.

Baca juga: Sakit Pinggang Sebelah Kiri: Penyebab dan Obat untuk Mengatasinya

8. Kehamilan

Penyebab sakit pinggang sebelah kiri atau kanan juga dapat terjadi karena kehamilan. Nyeri punggung kehamilan biasanya terjadi ketika pinggang bertemu dengan tulang belakang di sendi sacroiliac.

Ada banyak kemungkinan penyebab sakit pinggang pada wanita. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Berat Badan Bertambah

Selama kehamilan, berat badan biasanya bertambah antara 25 dan 35 kilogram. Tulang belakang harus menopang berat tersebut. Ini bisa menyebabkan sakit pinggung. Berat bayi dan rahim juga memberi tekanan pada pembuluh darah dan saraf di panggul dan punggung.

  • Perubahan Postur

Kehamilan menggeser pusat gravitasi. Akibatnya, ibu hamil mungkin secara bertahap mulai menyesuaikan posturnya dan cara bergerak. Ini dapat menyebabkan sakit punggung.

  • Hormon Berubah

Selama kehamilan, tubuh membuat hormon yang disebut relaxin untuk memungkinkan ligamen di area pinggang untuk rileks dan sendi menjadi lebih longgar untuk persiapan persalinan. Hormon yang sama dapat menyebabkan ligamen yang menopang tulang belakang menjadi kendur, dan ini menjadi penyebab sakit pinggang sebelah kanan atau kiri.

  • Pemisahan Otot

Saat rahim mengembang, dua otot paralel (otot abdominis rektal), yang menjalar dari tulang rusuk ke tulang kemaluan, dapat terpisah di sepanjang posterior. Pemisahan ini dapat memperburuk sakit pinggang atau punggung.

  • Stres

Stres emosional dapat menyebabkan ketegangan otot di pinggang dan punggung, yang dapat dirasakan sebagai saking pinggang atau punggung.

 

Itulah berbagai penyebab sakit pinggang pada wanita. Bila  Anda sering mengalami nyeri pinggang, dan kondisinya semakin parah, segera periksakan diri ke dokter ya, Teman Sehat!

 

 

Sumber:

  1. Donahue, Louise. 2016. 7 Back Pain Conditions That Mainly Affect Women. https://www.spine-health.com/blog/7-back-pain-conditions-mainly-affect-women. (Diakses 2 Oktober 2019)
  2. Back Pain in Pregnancy. https://www.webmd.com/baby/guide/back-pain-in-pregnancy#1. (Diakses 2 Oktober 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi