Terbit: 9 Desember 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apa Anda termasuk orang yang mendengkur atau ngorok ketika tidur? Atau justru pasangan Anda yang mengalami kondisi ini? Meskipun terkadang tidak berbahaya, tapi mendengkur tentunya merupakan kebiasaan yang mengganggu. Apa sebenarnya penyebab ngorok dan bagaimana cara mengatasinya? Simak jawabannya dalam artikel ini!

8 Penyebab Ngorok yang Paling Umum, Posisi Tidur hingga Penyakit

Penyebab Ngorok Paling Umum

Otot-otot di atap mulut, lidah, dan tenggorokan menjadi rileks ketika tidur ringan Anda berangsur menjadi tidur nyenyak. Jaringan atau organ yang menjadi rileks ini sebagian dapat menghalangi jalan napas Anda dan bergetar.

Jalan napas yang semakin sempit akan membuat aliran udara menjadi semakin kuat, dan getaran jaringan juga akan meningkat, sehingga dengkuran juga semakin kencang. Kondisi ini dapat disebabkan berbagai faktor.

Berikut adalah beberapa penyebab ngorok saat tidur yang mungkin Anda alami!

1. Langit-Langit Lunak Mulut yang Tebal

Anatomi mulut tertentu ternyata dapat menjadi penyebab ngorok seseorang.

Langit-langit mulut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu langit langit lunak dan langit-langit keras. Memiliki langit-langit lunak mulut yang tebal adalah salah satu penyebab ngorok. Langit-langit lunak mulut yang tebal dapat mempersempit jalan napas, sehingga seseorang cenderung akan mendengkur ketika tidur.

2. Uvula Memanjang

Selain langit-langit lunak mulut yang memanjang, penyebab ngorok lainnya adalah uvula yang juga memanjang.

Uvula adalah jaringan yang menggantung di belakang mulut. Fungsi uvula sendiri masih banyak dipertanyakan, namun peneliti menduga bahwa fungsi jaringan ini adalah sebagai alat bantu bicara dan pembeda manusia dengan mamalia lain.

Uvula yang memanjang juga dapat mempersempit celah dari hidung ke tenggorokan yang menyebabkan saluran pernapasan menyempit.

3. Amandel yang Besar

Masalah lain yang dapat menyebabkan penyempitan jalan napas adalah seperti amandel dan adenoid yang membesar.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh peradangan yang kemudian menyebabkan amandel atau adenoid mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini lah yang kemudian menyebabkan jalan napas menyempit sehingga Anda mendengkur ketika tidur.

3. Gangguan pada Hidung

Penyebab ngorok keras selanjutnya adalah gangguan tertentu pada hidung.

Gangguan pada hidung seperti infeksi sinus atau akibat alergi dapat menyebabkan orang mendengkur, karena kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan pada saluran pernapasan.

Beberapa masalah hidung lainnya seperti penyimpangan septum (dinding yang memisahkan kedua lubang hidung) atau polip hidung juga dapat menghalangi saluran udara sehingga dapat menyebabkan ngorok.

4. Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol terlalu banyak sebelum tidur juga dapat menjadi penyebab ngorok saat tidur. Alkohol dapat melemaskan otot-otot tenggorokan dan otot lidah, serta mengurangi pertahanan alami tubuh terhadap penyumbatan jalan napas.

5. Posisi Tidur

Posisi tidur juga merupakan salah satu faktor penyebab ngorok yang umum terjadi.

Posisi telentang adalah posisi paling umum di mana seseorang akan mendengkur. Banyak orang yang memiliki kebiasaan mendengkur ketika tidur telentang, tapi akan hilang ketika posisi tidurnya berubah. Hal ini disebabkan karena saat telentang, efek gravitasi pada tenggorokan dapat mempersempit jalan napas kita.

6. Kurang Tidur

Kurang tidur memang secara umum tidak baik untuk kesehatan.

Ternyata kurang tidur juga dapat menjadi salah satu penyebab ngorok. Ketika Anda kurang tidur, otot-otot tenggorokan dapat menjadi terlalu rileks sehingga menyebabkan Anda mendengkur.

Ukuran tidur yang cukup bagi setiap orang berbeda-beda. Waktu tidur untuk orang dewasa adalah rata-rata 7-9 jam per malam.

7. Sleep Apnea

Sleep apnea dapat menyebabkan seseorang mendengkur dan seseorang mungkin dapat tampak seperti berhenti bernapas selama beberapa waktu di antara dengkurannya tersebut.

Saat hal ini terjadi, mereka biasanya menghasilkan suara tersedak atau terengah-engah. Selain dengkuran keras, sleep apnea juga dapat menyebabkan gejala seperti mengantuk di siang hari, insomnia, sakit kepala di pagi hari, kesulitan berkonsentrasi sifat lekas marah, hingga dorongan seks yang rendah.

8. Indikasi Penyakit Tertentu

Selain penyebab ngorok di atas, ngorok juga bisa menjadi beberapa indikasi penyakit tertentu. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengorok adalah seperti diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan juga kelebihan berat badan atau obesitas.

Cara Mengatasi Ngorok

Pada beberapa kasus mungkin mendengkur tidak berbahaya, namun tentunya akan mengganggu orang yang ada di sekitar Anda ketika Anda tidur. Cara mengatasi ngorok harus disesuaikan dengan penyebab ngorok itu sendiri.

Beberapa perawatan untuk mengatasi ngorok yang mungkin dilakukan adalah seperti:

  • Dental mouthpieces. Perangkat yang dipasang di gigi yang dapat memposisikan lidah dan langit-langit lunak dan menjaga jalan napas tetap terbuka.
  • Palatal implants. Untaian polyester yang dikepang ditanamkan di langit-langit mulut untuk mengencangkan dan mengurangi dengkuran.
  • Prosedur laser. Prosedur ini dapat dilakukan untuk memperpendek langit-langit lunak dan mengambil uvula Nada.
  • Masker atau mesin CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Perangkat ini dipasang untuk mengarahkan udara bertekanan ke jalan napas Anda untuk menghilangkan sleep apnea dan mendengkur.
  • Pembedahan. Pembedahan dapat dilakukan untuk memotong jaringan berlebih yang ada di saluran udara dan menyebabkan mendengkur.

Itu dia berbagai penyebab ngorok saat tidur dan beberapa cara untuk mengatasinya. Sebelum memilih perawatan yang tepat, tentunya Anda harus memastikan penyebab ngorok yang Anda alami. Tidak semua kasus mendengkur membutuhkan perawatan khusus.

Perawatan di rumah seperti menurunkan berat badan, menghindari konsumsi alkohol sebelum tidur, mengobati hidung yang tersumbat, tidur yang cukup, dan menghindari tidur telentang dapat Anda coba lebih dulu untuk mengatasi mendengkur.

Jika cara-cara tersebut tidak membuahkan hasil, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi Anda untuk memastikan penyebab ngorok dan memilih perawatan yang paling tepat.

 

  1. Davis, Kathleen. 2018. How do you stop snoring?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/303834.php. (Diakses 9 Desember 2019).
  2. Mayo Clinic. 2017. Snoring. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/diagnosis-treatment/drc-20377701. (Diakses 9 Desember 2019).
  3. Moore, Kristeen. Snoring. https://www.healthline.com/health/snoring. (Diakses 9 Desember 2019).
  4. WebMD. 2017. Snoring. https://www.webmd.com/sleep-disorders/sleep-apnea/snoring#1. (Diakses 9 Desember 2019).
  5. Y, Finkelstein. The riddle of the uvula. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1408233. (Diakses 9 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi