5 Penyebab Leukosit Tinggi dan Efek Sampingnya pada Tubuh

penyebab-leukosit-tinggi-doktersehat

DokterSehat.Com – Sel darah putih (leukosit) memiliki perang penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jumlah leukosit haruslah ideal. Jika ternyata leukosit memiliki jumlah berlebihan, itu artinya ada yang tidak beres dengan tubuh Anda. Apa penyebab leukosit tinggi? Gejala apa saja yang ditimbulkan saat leukosit meningkat? Bagaimana cara menurunkan leukosit yang berlebih atau disebut leukositosis?

Apa Itu Leukosit?

Leukosit adalah sel darah putih dan menjadi satu dari tiga komponen darah, di samping sel darah merah (eritrosit), dan trombosit. Leukosit diproduksi di sumsum tulang belakang dan menjadi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh karena menghasilkan antibodi untuk menangkal organisme seperti virus, bakteri, dan parasit.

Jumlah leukosit ideal pada tubuh orang dewasa berada di kisaran 3.500 – 10.500 per mikroliter darah, sementara untuk bayi yang baru lahir 9.000 – 30.000 mikroliter. Kekurangan leukosit bisa membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Kelebihan leukosit akan tetapi juga bukan merupakan pertanda bagus, lho!

Penyebab Leukosit Tinggi

Berikut ini penyebab leukosit tinggi yang ditandai dengan tingginya persentase leukosit, sampai-sampai melebihi batas normal.

1. Jumlah Neutrofil Tinggi

Neutrofil menyumbang volume terbesar dari keseluruhan kandungan leukosit. Jika kadar neutrophil berada di atas batas wajar, maka ada sejumlah kemungkinan yang menyebabkan hal ini terjadi, di antaranya:

  • Cedera fisik
  • Luka pasca operasi
  • Leukimia mielositik kronik
  • Kejang atau koma pada wanita hamil (Eklampsia)
  • Asam urat
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi virus
  • Infeksi jamur akut
  • Radang tiroid
  • Stres berlebihan
  • Rheumatoid arthritis

2. Jumlah Limfosit Tinggi

Sementara itu, jika yang memiliki jumlah di atas normal adalah limfosit, maka penyebab leukosit tinggi yang satu ini adalah:

  • Infeksi bakteri (pertusis, tuberculosis)
  • Demam kelenjar (mononukleosis)
  • Limfoma
  • Virus
  • Kanker darah (multiple myeloma, leukemia limfositik)
  • Hepatitis

3. Jumlah Monosit Tinggi

Penyebab leukosit tinggi yang disebabkan kadar monosit abnormal meliputi:

  • Tuberkulosis
  • Leukemia
  • Infeksi Parasit
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi virus (campak, mononukleosis)
  • Peradangan akut (vasculitis, lupus, rheumatoid arthritis)

4. Jumlah Eusinofil Tinggi

Eusifonil tinggi umumnya disebabkan oleh sejumlah masalah, seperti:

  • Penyakit jaringan ikat
  • Penyakit Addison
  • Sindrom hipereosinofilia
  • Kanker darah
  • Infeksi parasit
  • Rekasi alergi

5. Jumlah Basofil Tinggi

Basofil adalah komponen darah putih dengan persentase jumlah paling kecil. Penyebab leukosit tinggi ini adalah:

  • Cacar air
  • Leukemia
  • Myelogenik kronis
  • Pemulihan pasca operasi pengangkatan limpa (splenektomi)
  • Reaksi alergi
  • Mieloproliferatif
  • Peradangan akut

Tak hanya itu, penyebab leukosit tinggi juga bisa dikarenakan hal-hal sebagai berikut:

  • Merokok
  • Konsumsi obat-obatan khusus, seperti epinefrin dan kortikosteroid
  • Myelofibrosis, atau kelainan sumsum tulang belakang
  • Stres
  • Trauma
  • TBC
  • Cacingan

Secara garis besar, leukosit tinggi (leukositosis) menjadi pertanda dari adanya:

  • Gangguan pada sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh memproduksi sel darah putih lebih banyak
  • Gangguan pada sumsum tulang belakang yang mengakibatkan sel darah tidak dapat diproduksi secara optimal
  • Reaksi obat
  • Infeksi yang terlalu parah sehingga membutuhkan jumlah sel darah putih yang banyak untuk melawannya

Gejala Leukosit Tinggi

Sayangnya, acap kali leukosit tinggi atau leukositosis ini tidak menunjukkan gejala khusus. Adapun beberapa gejala umum berikut ini bisa jadi tanda bahwa sebenarnya Anda sedang mengalami leukositosis, di antaranya:

  • Pusing
  • Berkeringat
  • Kesemutan pada kaki, lengan, dan perut
  • Nafsu makan berkurang
  • Demam
  • Badan terasa lemas
  • Nyeri
  • Berat badan turun
  • Memar
  • Perdarahan
  • Pernapasan terganggu
  • Hilang konsentrasi
  • Gangguan penglihatan

Ada kalanya Anda merasakan gejala-gejala di atas, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan tes darah, dan mencari tahu apakah hal tersebut terkait dengan tingginya volume leukosit di dalam tubuh Anda.

Berapa Jumlah Komponen Leukosit Ideal?

Di dalam leukosit atau sel darah putih terdapat lima komponen, yaitu neutrophil, limfosit, monosit, eusinofil, dan basophil. Kelima komponen tersebut memiliki persentase volumenya masing-masing, sebagaimana dijelaskan berikut ini:

  • Neutrofil: 40% – 60%
  • Limfosit: 20% – 40%
  • Monosit: 2% – 8%
  • Eosinophil: 1% – 4%
  • Basofil: 0,5% – 1%

Efek Samping atau Bahaya Leukosit Tinggi

Leukositosis bisa jadi ancaman serius jika tidak segera ditangani. Dari sekian banyak akibat leukosit tinggi, yang efeknya paling berbahaya, bahkan bisa mengancam jiwa Anda adalah:

1. Demam Berulang-ulang

Saat kadar leukosit di dalam tubuh melebihi batas wajar, biasanya tubuh akan mengalami demam yang berulang-ulang. Segera periksakan diri ke dokter agar efek bahaya dari lekositosis ini tidak berangsur memburuk.

2. Infeksi

Efek dari jumlah leukosit yang terlalu banyak bisa menjadi sinyal adanya infeksi seperti hepatitis, infkesi telinga, infeksi saluran pernapasan, dan tifoid.

3. Gangguan pada Limpa

Gangguan pada limpa dan hati (liver) juga jadi efek samping berbahaya dari tingginya jumlah leukosit di dalam tubuh. Jika Anda mengalami mual dan kram pada perut, ada baiknya segera melakukan cek darah ke dokter terkait.

4. Kanker Darah (Leukemia)

Kanker darah adalah efek samping paling berbahaya dari penyakt leukositosis ini. Tak bisa dipungkiri, salah satu penyebab utama kanker darah (leukemia) adalah jumlah sel darah putih yang melebihi batas wajar.

Cara Mengobati Leukosit Tinggi

Sebelum menentukan langkah untuk menurunkan kadar leukosit di dalam tubuh, Anda harus cari tahu terlebih dahulu penyebab leukosit tinggi tersebut, karena beda penyebab, beda pula cara mengobati leukosit tinggi.

Apabila leukosit tinggi karena infeksi, maka biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk menurunkan kadar leukosit ke angka normal. Sedangkan bila leukosit naik sebagai akibat dari kanker darah maupun kelainan darah kronis lainnya, kemoterapi menjadi jalan yang akan ditempuh guna menurunkan jumlah leukosit.

Solusi Mengindari Leukositosis: Rutin Cek Darah

Gejala leukosit tinggi yang mirip-mirip dengan gejala penyakit ringan seharusnya membuat Anda waspada jika mengalami gejala-gejala tersebut. Caranya tentu saja dengan rutin melakukan cek darah. Selain itu, menerapkan pola hidup sehat juga jadi kunci utama agar bisa terhindar dari leukositosis ini. Semoga bermanfaat.