7 Penyebab Kulit Bersisik yang Harus Anda Waspadai, Berbahaya?

kulit-bersisik-doktersehat

DokterSehat.Com – Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan istlah kulit bersisik. Masalah kulit kering saja sudah cukup mengganggu, tentunya kondisi kulit bersisik juga tidak kalah mengganggu dan juga merusak penampilan. Kulit bersisik adalah kondisi rusaknya kulit bagian atas yang membuat regenerasi kulit terhambat dan kulit kehilangan elastisitasnya.

Kerusakan tersebut kemudian mengakibatkan terkelupasnya sel kulit mati sehingga terbentuklah sisik di permukaan kulit. Tidak jarang juga kulit bersisik ini dibarengi dengan gejala kulit kemerahan dan juga rasa gatal. Apa saja sebenarnya penyebab kulit bersisik?

Penyabab Kulit Bersisik

Banyak orang mengira bahwa kulit bersisik hanya disebabkan oleh kulit kering akibat paparan sinar matahari, kelembapan udara yang rendah, kebiasaan menggosok kulit, dan salah menggunakan produk. Padahal kulit kering hanyalah salah satu penyebab kulit bersisik.

Penyebab kulit bersisik lainnya sebagian besar merupakan kondisi kelainan kulit. Berikut adalah 7 gangguan kulit atau kondisi fisik penyebab kulit bersisik:

1. Dermatitis atau eksim

Penyebab kulit bersisik yang pertama adalah dermatitis atau yang lebih dikenal dengan eksim. Gangguan kulit yang satu ini sangat sering ditemui dan juga jenisnya sangat beragam. Jenis dermatitis dibedakan berdasarkan penyebabnya.

Beberapa jenis dermatitis yang sering menyebabkan kulit bersisik antara lain adalah dermatitis atopik, dermatitis kontak, dan dermatitis seboroik. Gejala dari dermatitis umumnya adalah kulit yang kering, iritasi, dan juga rasa gatal.

2. Psoriasis

Penyebab kulit bersisik yang kedua adalah psoriasis. Gangguan kulit yang satu ini terjadi akibat sel kulit baru tumbuh terlalu cepat, sehingga sel kulit tua tidak terkelupas dengan benar. Sel-sel kulit tersebut akhirnya menumpuk dan berkelompok membentuk bercak tebal pada kulit.

Selain kulit yang terasa kering dan bersisik, gejala lain dari psoriasis antara lain adalah muncul ruam merah, kulit menjadi tebal, kulit mengelupas, dan ada rasa gatal hingga perih. Kebanyakan kasus psoriasis terjadi karena faktor genetik. Gejala psoriasis dapat diringankan dengan penggunaan salep topikal, terapi cahaya, dan obat-obatan.

3. Pitiriasis rosea

Pitiriasis rosea adalah kondisi munculnya ruam merah pada kulit yang ukurannya agak besar lalu dikelilingi dengan ruam-ruam yang lebih kecil. Penyebabnya tidak diketahui dengan jelas namum kemungkinan besar terjadi karena infeksi virus. Biasanya pityriasis rosea bisa hilang dengan sendirinya, tapi bisa juga diringankan gejalanya dengan krim steroid, antihistamin, atau obat antivirus.

4. Iktiosis vulgaris

Iktiosis merupakan sebuah penyakit langka yang dipicu oleh mutasi gen. Gangguan kulit ini memicu terganggunya pembentukan keratin kulit, sehingga kulit menjadi kering dan bersisik. Iktiosis vulgaris adalah jenis iktiosis yang paling ringan. Cara pengobatannya bisa menggunakan obat dengan kandungan asam laktat, asam salisilat atau urea.

5. Dermatomiositis

Kulit yang bersisik juga bisa menandai bahwa Anda terkena dermatomiositis. Dermatomiositis merupakan suatu peradangan yang ditandai dengan melemahnya otot dan juga gangguan kulit seperti munculnya ruam kehitaman di kulit dan juga kulit bersisik. Pengobatan dermatomiositis bisa menggunakan obat-obatan kortikosteroid atau bisa juga melalui terapi.

6. Hipoparatiroidisme

Kondisi hipoparatiroidisme juga bisa menyebabkan kulit berisisik. Hipoparatiroidisme adalah sebuah kelainan langka yang terjadi akibat tidak cukupnya hormon paratiroid (PTH) yang dihasilkan oleh kelenjar paratiroid. Kurangnya PTH membuat kadar kalsium dalam tubuh menurun, sedangkan kadar fosfor meningkat.

Selian kulit kering dan bersisik, gejala lain dari penyakit ini adalah kesemutan dan kram pada tungkai, gangguan saluran pernapasan, gangguan kerja jantung, dan juga mati rasa pada tungkai.

7. Athlete’s foot atau kutu air

Penyakit kutu air juga bisa menjadi penyebab kulit bersisik. Kutu air terjadi akibat jamur dan umumnya muncul di sela-sela jari kaki. Gejala lain dari kutu air antara lain adalah kulit gatal, memerah, pecah-pecah, bahkan hingga melepuh.

Meskipun bukan merupakan penyakit parah, tetapi kutu air cukup membatasi aktivitas kita. Pengobatan untuk kutu air bisa menggunakan obat kortikosteroid baik dalam bentuk salep maupun obat minum.

Ternyata kulit bersisik juag bisa menjadi tanda bahaya bagi tubuh Anda. Jadi, Anda tidak dapat mengabaikan munculnya kulit bersisik di tubuh, tertutama jika kulit bersisik diikuti dengan gejala-gejala lainnya. Kulit bersisik akibat kulit kering bisa Anda redakan dengan cara menggunakan lotion pelelmab secara rutin.

Jika gejala kulit bersisik tidak hilang dengan penggunaan pelembab rutin serta diikuti dengan gejala lainnya, sebaiknya Anda langsung berkonsultasi pada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.