Dua Hal Ini Membuat Orang Tua Ragu Pada Vaksin MR

doktersehat-vaksin

DokterSehat.Com– Pemerintah Indonesia mengadakan program imunisasi massal MR di Pulau Jawa mulai Rabu, 1 Agustus 2018 lalu. Di daerah-daerah lain, proram ini akan secara bertahap bisa dinikmati oleh masyarakat Tanah Air.

Meskipun sudah disediakan oleh pemerintah secara gratis, sebagian masyarakat ternyata ragu untuk mengikuti program imunisasi MR ini. Hal ini disebabkan oleh adanya ketakutan bahwa vaksin ini palsu atau bahkan tidak halal.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Provinsi Kepulauan Riau sudah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa warga Muslim di wilayah Kepulauan Riau dan wilayah lainnya untuk tidak mengikuti program vaksinasi MR bagi penyakit campak dan rubella ini. Menurut Ketua dari MUI wilayah ini, Azhar Hasyim, imbauan ini disebabkan oleh belum adanya sertifikasi halal dari MUI pusat untuk vaksin ini.

MUI Kepulauan Riau bahkan sampai meminta Dinas Kesehatan dan Gubernur untuk menunda program ini hingga Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika MUI mengeluarkan sertifikasi halal. Jika memang vaksin MR ini berhasil mendapatkan sertifikasi halal, Azhar yakin bahwa masyarakat tidak akan lagi ragu untuk mengikuti program ini sehingga polemik tentang imunisasi ini tak lagi terjadi di masa depan.

Meskipun begitu, Dinas Kesehatan Kepulauan Riau justru akan tetap menggelar imunisasi massal yang akan dilakukan di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa selama Agustus dan September 2018 dan tidak menundanya sebagaimana saran MUI Kepulauan Riau.

Program imunisasi MR kedua ini ditargetkan mampu memvaksinasi 31.9 juta anak di seluruh Indonesia. Pada program imunisasi apertama yang digelar di Pulau Jawa pada Agustus – September 2017 lalu, setidaknya 35,3 juta anak telah diimunisasi. Kini, Dinas kesehatan membidik kelompok anak yang paling rentan terkena campak dan rubella, yakni anak dengan usia 9 bulan hingga 15 tahun.