Terbit: 24 Maret 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyebab kanker mata diduga akibat faktor tertentu, seperti mutasi genetik, kondisi fisik, dan kebiasaan atau aktivitas tertentu. Jika memiliki salah satunya, risiko terkena kanker ini semakin tinggi! Selengkapnya simak penjelasan tentang sejumlah penyebab dan ciri-cirinya!

9 Penyebab Kanker Mata dan Ciri-Cirinya yang Perlu Anda Kenali!

Apa Itu Kanker Mata?

Kanker mata adalah penyakit yang menyerang mata akibat pertumbuhan sel pada jaringan mata dengan cepat, tidak terkendali, dan bersifat ganas. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan medis, sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ketika sudah menyebar, sel kanker akan menyerang dan merusak sel yang normal. Pada tahap lanjut, pertumbuhan sel kanker dapat menyebabkan masalah penglihatan.

Nah, mengetahui bahayanya pada kesehatan mata, ada baiknya Anda mencegahnya sejak dini dengan memahami penyebab dan ciri-cirinya.

Penyebab Kanker Mata

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari kanker mata. Namun, ilmuwan menduga kanker terjadi karena mutasi genetik dalam jaringan mata, khususnya gen yang mengontrol kapan sel tumbuh, membelah, dan mati. Meski begitu, ada faktor yang menyebabkan kanker mata. Menyadari faktor risiko bisa membantu mencegah kanker mata.

Berikut ini faktor yang meningkatkan risiko kanker mata:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

1. Usia Lanjut

Risiko kanker mata meningkat seiring bertambahnya usia. Melanoma intraokular primer adalah salah satu jenis kanker mata yang umumnya terjadi pada individu setelah menginjak usia 50 tahun. Namun, kanker ini jarang terjadi pada mereka yang berusia di atas 70 tahun dan anak-anak.

2. Warna Mata Lebih Terang

Meskipun tidak diketahui secara pasti penyebab kanker mata, memiliki warna mata biru, abu-abu, atau hijau, mungkin berisiko lebih tinggi terkena kanker mata melanoma daripada orang yang memiliki mata cokelat. Alasannya, warna mata yang lebih terang mempunyai lebih sedikit pigmen untuk melindungi dari paparan sinar UV.

3. Kelainan Kulit Bawaan Tertentu

Kondisi seperti sindrom nevus displastik, yang menyebabkan pertumbuhan tahi lalat abnormal dapat meningkatkan risiko melanoma pada kulit dan mata. Ciri kelainan tahi lalat adalah bentuknya tidak teratur atau warnanya tidak biasa.

Orang dengan kelainan pigmen kulit yang melibatkan kelopak mata dan jaringan di sekitarnya, serta memiliki bintik cokelat abnormal pada uvea (lapisan tengah pada bagian dalam mata)-yang bernama melanositosis okuler- bisa menjadi meningkatkan risiko kanker mata melanoma. Tahi lalat di sekitar atau dalam mata juga meningkatkan risiko.

4. Ras Berkulit Putih

Orang kulit putih atau kaukasia memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker mata melanoma daripada orang dari ras lain, misalnya orang Afrika-Amerika atau Asia-Amerika. Orang berkulit putih juga berisiko lebih tinggi terkena melanoma kulit. Melanoma mata mengikuti pola yang sama dalam kaitannya dengan risiko.

5. Paparan Sinar Matahari Berlebihan

Belum jelas mengapa paparan ultraviolet (UV) atau sinar matahari berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker mata. Namun, ada beberapa bukti bahwa paparan sinar UV dari sinar matahari, dapat meningkatkan risiko kanker mata melanoma.

Risiko kanker akan meningkat bagi orang yang bekerja di luar ruangan, yang tentunya akan terpapar langsung sinar matahari. Untuk itu, sebaiknya menggunakan kaca mata hitam atau kaca mata anti-UV.

Baca Juga: Kanker Mata: Penyebab, Jenis, Gejala, Diagnosis, Penanganan

6. Penggunaan Tanning Bed

Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa terkena radiasi ultraviolet (UV) dari tanning bed atau sunbeds (tabung atau ranjang untuk menggelapkan kulit), dapat meningkatkan risiko kanker kulit, kanker mata melanoma, penuaan dini, dan menekan sistem kekebalan tubuh.

Tanning bed memancarkan 100 kali lebih banyak tingkat sinar UV daripada sinar matahari. Hal ini dapat merusak struktur internal dan eksternal pada mata dan kelopak mata. Oleh karenanya, usahakan tidak terlalu sering melakukan tanning bed atau menggunakan pelindung mata, seperti kacamata anti-UV setiap kali melakukannya.

7. Paparan Berbahaya dari Pekerjaan

Beberapa profesi seperti petani, nelayan, tukang las, atau pekerja yang berkaitan dengan bahan kimia dan laundry, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker mata melanoma. Selama beraktivitas pada beberapa profesi tersebut, pastikan menggunakan alat pelindung tubuh (terutama untuk mata) untuk menghindari paparan bahan berbahaya pada mata dan kulit.

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Mudah dan Ampuh!

8. Kekebalan Tubuh Lemah

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah seperti pada penderita AIDS (acquired immune deficiency syndrome), menggunakan obat antipenolakan setelah transplantasi organ, atau lansia berisiko lebih tinggi terkena limfoma intraokular primer (jenis kanker mata).

Terkadang risiko limfoma intraokular primer meningkat akibat infeksi bakteri Chlamydophila psittaci. Bakteri ini berasal dari hewan peliharaan yang terinfeksi, seperti kucing dan burung. Kondisi ini menyebabkan infeksi paru-paru dan peradangan konjungtiva atau konjungtivitis (mata merah).

9. Kelainan Genetik Bawaan

Retinoblastoma adalah jenis kanker mata yang sering kali menyerang anak-anak. Risiko penyakit ini karena kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua. Penyakit ini menyebabkan hilangnya penglihatan atau bahkan kematian anak jika tidak terdeteksi dan tidak segera mendapatkan pengobatan sejak dini.

Ciri-Ciri Kanker Mata

Selain mengenal faktor risiko yang menjadi penyebab kanker mata, penting untuk mengetahui tentang gejalanya. Namun, kanker mata sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas dan mungkin gejala hanya terdeteksi selama menjalani tes mata rutin.

Ciri-ciri kanker mata yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Penglihatan kabur.
  • Bayangan, kilatan cahaya, atau garis bergelombang dalam penglihatan.
  • Bercak gelap pada mata yang semakin membesar.
  • Kehilangan penglihatan sebagian atau total.
  • Salah satu mata menonjol.
  • Benjolan pada kelopak mata atau mata yang semakin membesar.
  • Nyeri pada bagian dalam atau sekitar mata, meskipun jarang terjadi.

Gejala tersebut juga bisa terjadi akibat kondisi mata yang lebih ringan, jadi tidak selalu merupakan gejala kanker. Namun, penting untuk memeriksakan gejala yang Anda rasakan pada mata ke dokter sesegera mungkin.

  1. Anonim. 2019. Eye cancer. https://www.nhs.uk/conditions/eye-cancer/ (Diakses pada 24 Maret 2021)
  2. Brazier, Yvette. 2019. What to know about eye melanoma. https://www.medicalnewstoday.com/articles/183858 (Diakses pada 24 Maret 2021)
  3. Mandal, Ananya. 2019. Causes of eye cancer. https://www.news-medical.net/health/Causes-of-eye-cancer.aspx (Diakses pada 24 Maret 2021)
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Eye melanoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/eye-melanoma/symptoms-causes/syc-20372371#:~:text=Doctors%20know%20that%20eye%20melanoma,and%20form%20an%20eye%20melanoma (Diakses pada 24 Maret 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi