Terbit: 15 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Jerawat biasanya muncul di bagian wajah dan bisa sangat mengganggu. Bagaimana tidak, hal ini bisa membuat rasa percaya diri menurun dengan signifikan. Hanya saja, jika dicermati, terkadang jerawat bisa saja muncul di telinga dan menyebabkan sensasi tidak nyaman.

5 Hal ini Bisa Picu Jerawat pada Telinga

Berbagai Penyebab Munculnya Jerawat di Telinga

Pakar kesehatan menyebut jerawat yang muncul di telinga seringkali disebabkan oleh tersumbatnya pori kulit akibat produksi minyak berlebih, sel-sel kulit mati, atau paparan bakteri. Seringkali, hal ini membuat jerawat berisi nanah dan menyebabkan rasa nyeri.

Berikut adalah beberapa penyebab munculnya jerawat di telinga.

  1. Sembarangan Menggunakan Headset yang Kondisinya Kotor

Headset bisa kita gunakan untuk mendengarkan musik atau keperluan lainnya. Masalahnya adalah seringkali kita tidak pernah membersihkannya sehingga membuat peralatan yang penuh dengan kotoran dan bakteri ini langsung ditempelkan di telinga. Hal inilah yang bisa menyebabkan munculnya peradangan pada telinga dan akhirnya menyebabkan datangnya jerawat.

  1. Sembarangan Membersihkan Telinga

Terkadang, saat merasa gatal-gatal, kita sembarangan membersihkan telinga, baik itu dengan jari tangan yang sebenarnya kotor, atau memakai cotton bud yang belum tentu bersih. Meski terlihat sebagai hal yang wajar untuk dilakukan, hal ini bisa saja meningkatkan risiko munculnya jerawat di telinga.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  1. Tidak Menjaga Kesehatan Rambut

Jika kita malas membersihkan rambut, maka risiko untuk terkena jerawat di telinga akan semakin meningkat. Apalagi jika rambut kita juga cenderung panjang. Berbagai kotoran, sel kulit mati, hingga bakteri bisa saja menumpuk di kulit telinga dan menyebabkan terjadinya peradangan yang berujung pada munculnya jerawat.

Melihat fakta ini, ada baiknya memang kita rutin mencuci rambut atau berkeramas demi mencegah datangnya masalah kulit ini.

  1. Penggunaan Helm atau Topi yang Kotor

Karena aktivitas sehari-hari, kita pun terbiasa menggunakan helm sebagai perlindungan bagi kepala saat berkendara atau bekerja dan memakai topi demi melindungi kepala dari paparan sinar matahari. Jika helm atau topi ini tidak berada dalam kondisi bersih, bisa jadi dipenuhi dengan kotoran atau bakteri yang bisa saja menyebabkan datangnya jerawat pada telinga.

  1. Disebabkan oleh Perubahan Hormon

Dalam beberapa kasus, terjadi perubahan keseimbangan hormon yang disebabkan oleh stres, kehamilan, menstruasi, dan penyebab lainnya. Dampak dari hal ini bisa saja menyebabkan datangnya jerawat, termasuk di telinga.

Mengatasi Jerawat di Telinga

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat di telinga. Berikut adalah berbagai cara tersebut.

  1. Menggunaan Obat

Cara pertama yang bisa kita lakukan untuk mengatasi jerawat di telinga adalah dengan menggunakan obat seperti yang berjenis isotretinoin. Obat ini memiliki kandungan vitamin A dan digunakan di luar kulit. Hanya saja, pastikan untuk tidak memencet jerawat di telinga karena bisa saja menyebabkan dampak buruk seperti infeksi atau bahkan membuat jerawat menjadi semakin parah.

  1. Menggunakan Antibiotik

Jika jerawat sudah sangat parah, sebaiknya meminta bantuan dokter untuk menanganinya. Biasanya, kita akan diberi antibiotik seperti yang berjenis doxycline, minoclyne, serta tetracycline.

  1. Menggunakan Vitamin A Topikal

Obat oles vitamin A topical bisa mengatasi jerawat di telinga yang cenderung ringan. Salah satu jenis obat ini adalah tretinoin. Sayangnya, obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil.

  1. Menggunakan Benzoil Peroxide

Obat ini bisa membantu mengatasi bakteri dan menurunkan kadar minyak berlebih di kulit telinga. Biasanya, obat-obatan ini bisa didapatkan dalam bentuk sabun, krim, atau jel.

 

Sumber:

  1. Ghosh, Neha. 2019. What Causes Ear Pimples And How To Treat Them. boldsky.com/health/wellness/pimple-in-the-ear-causes-treatment-and-prevention-131356.html (Diakses pada 15 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi