Penyebab Iritasi pada Kulit Vagina dan Cara Mengatasinya

doktersehat iritasi kulit pada vagina

DokterSehat.Com – Area selangkangan tempat vagina berada sering sekali berkeringat saat wanita melakukan aktivitas yang cukup berat seperti berolahraga. Selain karena olahraga, area selangkangan juga dikenal sangat lembap sehingga keringat akan mudah terbentuk dan menyebabkan area ini menjadi lebih licin dan rawan sekali terjadi iritasi.

Vagina yang mengalami iritasi bisanya terasa sangat sakit. Iritasi ini akan membuat wanita tidak nyaman untuk sekadar bergerak. Selain itu, iritasi juga menyebabkan rasa sakit saat wanita buang air kecil dan melakukan aktivitas seks. Berikut beberapa penyebab iritasi pada vagina dan cara mengatasinya.

Penyebab iritasi kulit vagina

Iritasi kulit vagina bisa terjadi karena banyak hal, berikut yang sering muncul dan menyebabkan rasa sakit pada vagina:

  1. Keringat tersumbat

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, area selangkangan mudah sekali berkeringat karena sangat lembap. Kalau keringat di area ini muncul cukup deras, gesekan dengan celana dalam bisa terjadi dan menyebabkan iritasi yang cukup parah.

Selanjutnya beberapa bagian kulit yang kelenjar keringatnya tersumbat juga bisa alami iritasi. Kondisi ini bisa menyebabkan permukaan kulit jadi memerah dan terasa sakit saat disentuh atau bergesekan dengan celana dalam.

  1. Mencukur rambut kemaluan

Merapikan rambut kemaluan memang harus dilakukan untuk mengurangi kelembapan udara di selangkangan. Namun, kalau wanita melakukannya dengan berlebihan hingga mengeroknya sampai habis, kemungkinan terjadi iritasi kulit akan terjadi.

Usahakan untuk merapikan saja, jangan sampai mengeroknya hingga habis. Ada kemungkinan kulit jadi terluka dan mengundang bakteri untuk masuk dan menyebabkan inflamasi.

  1. Penyakit kelamin

Penyebab iritasi kulit vagina selanjutnya adalah penyakit menular seksual. Beberapa penyakit seks seperti herpes genitalis, gonore, hingga kutil kelamin menyebabkan iritasi yang cukup parah disertai dengan rasa gatal yang sudah dihilangkan.

Kalau Anda mendapat iritasi di vagina sudah semakin parah dan tidak bisa ditahan lagi rasa sakitnya, segera lakukan pemeriksaan. Kalau sampai kondisi ini tidak segera diatasi, kemungkinan akan ada masalah lanjutan yang jauh lebih parah lagi.

  1. Terkena produk mandi

Kulit di area vagina tidak sama dengan kulit yang ada di wajah. Kulit di area ini dikenal sangat sensitif. Bahkan saking sensitifnya, penggunaan produk mandi atau pembersih vagina yang salah bisa menyebabkan iritasi yang cukup parah.

Sebelum menggunakan produk mandi di area vagina, coba dulu di bagian tubuh lain. Kalau menimbulkan efek sakit dan agak melepuh, segera hentikan. Terus menggunakan produk mandi ini akan membuat vagina terluka dan menyebabkan iritasi kulit vagina.

  1. Mengalami menopause

Wanita yang mengalami menopause akan mengalami penurunan hormon seks seperti estrogen. Kondisi ini menyebabkan kulit di area vagina mengalami iritasi dan kering dan tentunya ini adalah penyebab iritasi kulit vagina yang tak bisa dihindari.

Cara mengatasi iritasi kulit vagina

Setelah kita mengetahui apa saja penyebab iritasi kulit vagina, tentu jangan tinggal diam. iritasi tersebut bisa dihindari atau bahkan diatasi. Lebih jelasnya, berikut beberapa cara mengatasi iritasi kulit vagina yang mudah:

  • Menjaga sanitasi dari vagina setiap harinya. Setelah membersihkan vagina dengan air segera lap hingga kering. Jangan biarkan ada air yang menempel.
  • Ganti celana dalam secara rutin khususnya saat sedang menstruasi. Paling tidak dalam sehari ganti 2 kali.
  • Iritasi vagina bisa diatasi dengan mengoskan pelembap setelah mencukur rambut kemaluan.
  • Sembuhkan penyakit menular seksual dengan cepat.
  • Gunakan celana dalam dengan bahan yang aman, lembut, dan menyerap keringat.
  • Iritasi bisa diatasi dengan tidak mengenakan celana ketat yang memicu area selangkangan semakin berkeringat.

Inilah beberapa penyebab iritasi kulit vagina dan cara mengatasinya. Semoga bisa Anda gunakan untuk mengatasi gangguan iritasi pada vagina yang menyiksa.