Terbit: 31 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Penderita diabetes atau mereka yang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ini akibat memiliki riwayat keluarga dengan diabetes biasanya sangat mengkhawatirkan kadar gula darah yang terus berada dalam kondisi yang tinggi. Jika tak kunjung bisa diturunkan, dikhawatirkan akan memicu kerusakan pada berbagai jaringan dan sistem tubuh. Masalahnya adalah menurunkannya bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

6 Penyebab Utama Gula Darah Terus Tinggi

Pemicu kadar gula darah terus berada dalam kondisi tinggi

Pakar kesehatan menyebut kadar gula darah yang terus berada dalam kondisi tinggi biasanya terkait dengan pola makan yang kurang baik. Sebagai contoh, jika kita terus mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kalori, maka kadar gula darah tentu akan sulit untuk diturunkan. Selain itu, kita juga sering melakukan beberapa hal yang membuatnya terus dalam kondisi tinggi.

Berikut adalah beberapa penyebab tingginya kadar gula di dalam tubuh.

  1. Menyukai sayuran dengan kandungan tepung

Jangan salah, ternyata ada sayuran dengan kandungan tepung, lho. Meskipun memang bisa menyediakan banyak manfaat kesehatan, sembarangan mengonsumsi sayuran dengan kandungan karbohidrat seperti kentang atau jagung ternyata bisa memperburuk kondisi gula darah bagi penderita diabetes. Hal ini berarti, jika ada yang menyebut kentang dan jagung bisa dikonsumsi kapan saja oleh penderita diabetes, hal ini tidaklah tepat. Konsumsi kedua jenis makanan ini tetap harus diatur demi membantu menjaga kadar gula darah.

Alih-alih mengonsumsi sayuran dengan kandungan tepung, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk rutin mengonsumsi sayuran hijau, jamur, tomat, hingga asparagus demi mengontrol kadar gula darahnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  1. Malas mengecek kadar gula darah secara rutin

Meski memang cukup merepotkan, penderita diabetes harus rutin mengecek kadar gula darahnya karena bisa dijadikan pedoman untuk menerapkan gaya hidup yang tepat demi mengendalikan kondisinya. Sebagai contoh, mereka harus mengecek kadar gula darah postprandial yang biasanya dilakukan sekitar 2 jam usai makan. Dengan melakukannya, kita bisa melakukan berbagai hal yang diperlukan demi mengendalikan kadar gula darah.

  1. Karena sudah minum obat diabetes, bisa makan apa saja

Terdapat satu kesalahan fatal yang sering dilakukan penderita diabetes, yakni menganggap konsumsi obat diabetes bisa membuat mereka makan apa saja. Padahal, kebiasaan ini akan membuat kadar gula darah terus berada dalam kondisi tinggi.

Pakar kesehatan tetap menyarankan penderita diabetes mengatur pola makan sebaik mungkin dan rajin berolahraga meski sudah minum obat diabetes demi menjaga kondisinya.

  1. Masih ingin menikmati makanan enak

Penderita diabetes memang akan mengalami penurunan kualitas hidup dengan signifikan, khususnya dalam hal tak lagi bisa mengonsumsi makanan enak. Hal ini harus dipatuhi demi memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga.

Jika penderita diabetes masih sembarangan dalam mengonsumsi makanan, maka kadar gula darah tak hanya akan meningkat tajam, namun akan menjadi tak terkendali dan akhirnya menyebabkan komplikasi yang bisa berujung pada amputasi atau bahkan kematian.

  1. Terlalu menggantungkan diri dengan suntikan insulin

Karena memakai suntikan insulin, penderita diabetes yakin bahwa kadar gula darahnya bisa terkendali. Padahal, mereka juga tetap harus menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat lainnya demi mencegah datangnya komplikasi. Jika tidak melakukan hal ini, risiko terkena komplikasi dan kematian dini akan meningkat dengan signifikan.

  1. Tidak mendapatkan dukungan dari keluarga

Dukungan keluarga memang sangat penting bagi kelangsungan hidup penderita diabetes. Sebagai contoh, jika keluarga selalu mengingatkan penderita diabetes mengecek kadar gula darah dan memastikan makanan apa yang aman atau tidak aman untuk dikonsumsi, maka mereka bisa hidup lama dengan kondisi yang baik, namun jika tidak ada dukungan-dukungan ini, risiko terkena komplikasi pun akan semakin meningkat.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi