Terbit: 10 Februari 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab ginjal bengkak.  Apa saja yang menjadi penyebab ginjal bengkak dan bagaimana cara mengatasinya? Simak informasinya berikut ini!

6 Penyebab Ginjal Bengkak & Cara Mengobatinya

Apa Itu Pembengkakan Ginjal?

Ginjal bengkak adalah suatu kondisi ketika organ yang fungsinya memfiltrasi limbah tubuh ini mengalami penumpukan cairan urine. Idealnya, urine yang tak lain merupakan hasil penyaringan racun-racun tubuh—dan juga zat sisa metabolisme—akan dialirkan oleh ginjal ke kandung kemih melalui ureter untuk selanjutnya dibuang ke luar melalui mekanisme yang kita kenal sebagai buang air kecil (BAK).

Akan tetapi, adanya penyumbatan pada ureter mengakibatkan urine tidak dapat mengalir menuju kandung kemih sebagaimana mestinya. Alhasil, urine kembali naik ke ginjal dan menumpuk. Ginjal yang berisi tumpukan urine ini lantas mengalami pembengkakan yang disebut hidronefrosis tersebut. Hidronefrosis menyerang salah satu atau kedua ginjal dan bisa terjadi baik pada orang dewasa maupun anak bayi.

Penyebab Ginjal Bengkak

Pembengkakan pada ginjal sejatinya bukan merupakan suatu penyakit, melainkan komplikasi dari suatu penyakit atau kondisi tertentu yang terjadi pada organ tersebut maupun bagian lainnya dari sistem ekskresi tubuh. Penyebab ginjal bengkak umumnya karena adanya uropati unilateral obstruktif akut (acute unilateral obstructive uropathy).

Dalam pengertian yang lebih umum, uropati unilateral obstruktif akut merujuk pada suatu kondisi di mana ureter mengalami obstruksi. Obstruksi ini lantas menyebabkan urine tidak dapat melintasi ureter dan justru berbalik menuju ginjal. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai refluks vesikoreteral.

Penyakit atau kondisi lainnya yang memicu terjadinya masalah ini antara lain sebagai berikut:

1. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah penyebab ginjal bengkak yang paling umum. Batu ginjal yang terbentuk di dalam organ tersebut lantas ikut mengalir bersama urine melewati ureter. Aktivitas inilah yang lantas memicu terjadinya penyumbatan pada kateter sehingga urine tidak dapat mengalir menuju kandung kemih dengan lancar. Oleh sebab itu, Anda yang menderita penyakit batu ginjal sebaiknya segera melakukan pengobatan guna mencegah terjadinya hidronefrosis ini.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua penyakit batu ginjal dapat menyebabkan penyumbatan pada ureter hingga berujung pada ginjal bengkak. Hal ini berkaitan dengan ukuran dari batu ginjal itu sendiri. Batu ginjal yang berukuran kecil kemungkinan tidak sampai membuat ureter tersumbat.

2. Pembekuan Darah

Dilansir dari Healthline, pembekuan darah (blood clots) juga menjadi salah satu faktor terbentuknya uropati obstruktif unilateral, yang dapat berkembang menjadi penyebab ginjal bengkak (hidronefrosis).

3. Jaringan Parut

Masih dilansir dari sumber yang sama, adanya jaringan parut pada ureter juga menyebabkan ‘selang’ penghubung antara ginjal dan kandung kemih ini tersumbat hingga berdampak pada tidak bisanya urine untuk mengalir.

4. Pembesaran Kelenjar Prostat

Pada pria, pembesaran kelenjar prostat jinak atau benign prostatic hyperpalsia (BPH) maupun radang prostat (prostatitis) juga bisa menjadi penyebab ginjal bengkak.

5. Kehamilan

Kehamilan juga berpotensi menyebabkan seorang wanita mengalami pembengkakan pada organ ginjalnya.

Hal ini dimungkinkan karena seiring janin yang terus berkembang, terjadi penyempitan di area perut, termasuk pada ureter.

6. Tumor

Dalam kasus yang lebih parah, penyumbatan pada ureter sebagai penyebab ginjal bengkak terjadi karena adanya sel tumor yang tumbuh dan berkembang di dalam saluran tersebut.

Kondisi ini tentunya sangat serius dan harus segera ditangani karena jika tidak, bukan hanya menyebabkan terjadinya hidronefrosis, tetapi juga penyakit kanker yang berbahaya dan bisa mengancam keselamatan jiwa.

Selain faktor-faktor di atas, ginjal bengkak juga dipicu oleh sejumlah faktor lainnya seperti:

  • Adanya lilitan pada ureteropelvic, yakni ‘persimpangan’ antara pelvis dan ureter
  • Kanker ginjal, kanker prostat, kanker serviks, kanker kandung kemih
  • Kerusakan saraf yang ada di sekitar kandung kemih
  • Infeksi ureter

Sementara kasus ginjal bengkak yang menyerang anak bayi, kondisi ini biasanya disebabkan oleh tidak sempurnanya perkembangan sistem ekskresi tubuh selama berada di dalam kandungan.

Baca Juga: Ginjal Buatan (Ginjal Bionik), Tidak Perlu Lagi Cuci Darah?

Ciri dan Gejala Ginjal Bengkak

Ginjal bengkak mungkin saja tidak menimbulkan gejala yang khas. Akan tetapi, bisa saja kondisi ini ditandai oleh gejala-gejala berikut ini:

  • Frekuensi buang air kecil berkurang
  • Intensitas urine yang keluar sedikit
  • Urine disertai darah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri punggung, perut, dan sisi tubuh
  • Demam
  • Mual dan muntah

Sama seperti orang dewasa, hidronefrosis pada bayi juga umumnya tidak menimbulkan gejala. Kalaupun ada, gejalanya antara lain:

  • Nyeri perut
  • Urine disertai darah
  • Demam
  • Tidak dapat mencerna makanan dengan baik
  • Mengalami iritasi
  • Lemah

Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda atau buah hati mengalami gejala-gejala di atas guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Diagnosis Ginjal Bengkak

Guna memastikan adanya pembengkakan pada ginjal, dokter perlu melakukan sejumlah pemeriksaan. Pemeriksaan yang dilakukan ini terbagi ke dalam beberapa tahapan dan metode, yaitu:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan pada pasien seputar keluhan yang dirasakan.

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah sedang menderita penyakit tertentu?

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat apakah memang benar ada pembengkakan pada ginjal. Untuk hal ini, dokter biasanya akan mengetuk area pinggang pasien untuk mengetahui apakah ada nyeri ketuk CVA (costo vertebrae angle) atau tidak. CVA ini menjadi pertanda kemungkinan adanya pembengkakan pada ginjal.

3. Pemeriksaan Penunjang

Apabila ginjal positif mengalami pembengkakan, dokter akan melakukan sejumlah tes penunjang untuk menguatkan diagnosis sekaligus mengindentifikasi penyebab dan metode pengobatan. Tes penunjang tersebut di antaranya:

  • Ultrasonografi (USG)
  • Tes urine
  • Tes darah
  • X-Ray (untuk memeriksa aliran urine)
  • CT Scan

Pengobatan Ginjal Bengkak

Pengobatan ginjal yang membengkak disesuaikan dengan penyebabnya. Metode pengobatan yang umumnya dilakukan adalah:

  • Pemberian obat antibiotik
  • Pembedahan

 

  1. Anonim. Hydronephrosis- Overview. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydronephrosis/cdc-20397563 (Diakses pada 10 Februari 2020)
  2. Sissons, C. 2018. What cause hydronephrosis? https://www.medicalnewstoday.com/articles/322005.php#diagnosis (Diakses pada 10 Februari 2020)
  3. Wint, C. 2018. Hydronephrosis. https://www.healthline.com/health/unilateral-hydronephrosis#symptoms (Diakses pada 10 Februari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi