Penyebab Ereksi Pria Tidak Terlalu Keras dan Cepat Lemas

ereksi-tidak-keras-doktersehat

DokterSehat.Com – Gangguan ereksi memang menjadi masalah terbesar dari pria. Kalau penis tidak bisa ereksi sama sekali, kemungkinan terjadi seks akan rendah. Selain itu, pria juga akan susah mendapatkan orgasme dan ejakulasi. Selain masalah impotensi, pria juga memiliki masalah pada kekerasan penis saat ereksi.

Ereksi yang terjadi pada pria ternyata memiliki derajat sendiri-sendiri. Ada yang ereksinya keras 100 persen ada juga yang hanya 80 hingga 50 persen. Ereksi yang tidak sempurna disebabkan oleh beberapa hal. Umumnya masalah makanan, fisik, dan psikis menjadi penyebab utama sehingga setiap pria harus mengetahuinya.

Berikut beberapa penyebab ereksi pada pria tidak terlalu keras serta mudah sekali lemas kalau tidak terus dirangsang.

  1. Memiliki penyakit tertentu

Ereksi yang lemah memang tidak selalu berhubungan dengan disfungsi ereksi atau impotensi. Namun, beberapa gejala impotensi juga menyebabkan pria susah mendapatkan ereksi dengan maksimal. Bahkan, mereka selalu susah melakukan seks karena penis susah melakukan penetrasi ke dalam vagina.

Beberapa penyakit yang memengaruhi kondisi ini adalah Diabetes dengan tingkat keparahan cukup tinggi. Selanjutnya, beberapa jenis obat untuk penyembuhan penyakit tertentu juga melemahkan kemampuan ereksi pada pria.

Pengaruh obat biasanya akan hilang dengan sendiri asal penggunaannya dihentikan. Sementara itu, penyakit diabetes tetap akan memengaruhi ereksi kalau kadar gula di dalam darah tidak dikontrol dengan baik.

  1. Kurang asupan kafeina

Anda yang masih tahan dengan kafeina disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 2 cangkir kopi setiap harinya. Kopi akan membuat tubuh jadi lebih relaks dan pembuluh darah berjalan dengan lancar. Saat pembuluh darah menjalankan tugasnya dengan baik, kemungkinan terjadi ereksi sempurna akan semakin besar.

Oh ya, saat minum kopi pastikan tidak menggunakan gula terlalu banyak. Gunakan gula seperlunya saja atau gula diet yang rendah kalori agar bisa mengontrol pasokan karbohidrat sederhana di dalam tubuh.

  1. Kurang asupan vitamin D

Dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 silam, seorang pria yang kekurangan vitamin D akan memiliki ereksi yang tidak terlalu keras. Sementara itu, pria yang tercukupi vitamin D tidak akan mengalami hal ini karena aliran darah ke arah penis bisa berjalan dengan lancar.

Berjemurlah setiap pagi agar tubuh menghasilkan vitamin D sendiri. Selanjutnya konsumsi beberapa makanan seperti oatmeal, telur, dan ikan salmon.

  1. Sedang tidak memiliki gairah

Pria tidak selalu bergairah saat akan berhubungan seks. Ada kalanya mereka juga tidak ingin melakukan seks atau sekadar bermesraan dengan pasangan. Stres dan masalah lain yang dialami membuat gairah atau mood untuk melakukan seks menurun dengan cukup drastis.

Penurunan gairah seks juga memengaruhi kemampuan ereksi pada pria. Sebagian besar pria yang kehilangan gairah akan susah mempertahankan ereksi. Tubuh mungkin akan merespons rangsangan dengan baik. Namun, kemampuan mempertahankan ereksi akan rendah sehingga pria butuh rangsangan berkelanjutan agar bisa ereksi maksimal.

  1. Terlalu gemuk

Pria yang mengalami tubuh besar dan cenderung alami obesitas biasanya memiliki ereksi yang tidak terlalu keras. Kalau pun pria bisa mencapai ereksi maksimal, ada kemungkinan ereksi itu akan kembali lemas kalau tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal dari pasangan.

Lakukan olahraga rutin setiap hari. Atur pola makan juga dengan baik agar aliran darah ke penis bisa berjalan dengan lancar. Saat tubuh sudah mulai menyusut lemaknya, kadar testosteron di dalam tubuh akan kembali sehingga peluang kesuburan membaik juga tinggi.

Nah, bagaimana dengan kualitas ereksi yang Anda miliki? Selalu maksimal atau sesekali alami gangguan?