Terbit: 7 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Masalah penis tidak hanya seputar susahnya ereksi, cepat mengalami ejakulasi, dan kutil kelamin saja. Penis juga kerap mengalami lecet sehingga menimbulkan rasa perih dan sakit yang tidak tertahankan.

3 Penyebab Penis Lecet, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Kalau Anda sedang atau pernah mengalami lecet pada penis, berarti ada yang salah dengan kebiasaan atau mungkin aktivitas seksual. Untuk mengatasi atau mungkin mencegah munculnya lecet di kemudian hari, kenali penyebabnya berikut ini.

1. Aktivitas seks yang salah

Aktivitas seks bisa membuat pria mendapatkan lecet pada penisnya. Pertama saat pria melakukan masturbasi. Kalau aktivitas ini dilakukan dengan kocokan terlalu keras, penis bisa saja lecet. Apalagi kalau pria menggunakan cairan tertentu seperti sabun yang justru memberikan efek panas.

Selanjutnya saat berhubungan badan dengan pasangan, lecet penis juga bisa terjadi. Kalau vagina terlalu kering dan pria melakukan manuver terlalu keras, lecet bisa muncul dan memberikan rasa sakit.

2. Infeksi virus

Infeksi virus pada penis menyebabkan banyak masalah khususnya pada bagian kepala hingga kulit batang. Lecet akibat virus bisa terjadi karena infeksi herpes genitalis dan sifilis. Efeknya pada tubuh bisa berupa demam, nyeri otot, area paha mengalami pembengkakan dan sakit saat berkemih.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

3. Infeksi bakteri

Bakteri juga menyebabkan lecet pada penis berupa lentingan yang berisi cairan. Kondisi ini menyebabkan pria alami rasa sakit meski efeknya tidak sebesar akibat infeksi virus penyakit kelamin.

Untuk menghindari lecet pada penis, pria disarankan untuk menjaga alat vitalnya dengan baik. Misal melakukan hubungan seks dengan aman seperti menggunakan pelumas dan kondom. Selanjutnya mengganti celana dalam secara rutin dan membilas penis setelah kencing harus tetap dilakukan.

Penyembuhan lecet pada penis bisa dilakukan dengan mengoleskan obat atau menggunakan obat jenis oral sesuai dengan penyebab dan resep yang diberikan oleh dokter.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi