Terbit: 23 Oktober 2020 | Diperbarui: 24 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Bisul di vagina terjadi akibat iritasi kulit atau infeksi bakteri yang tidak selalu berbahaya, dapat sembuh dalam 1-2 minggu namun bisa juga menjadi tanda infeksi menular seksual. Ketahui apa penyebab dan cara mengatasi bisul di vagina dalam pembahasan ini. 

Bisul di Vagina? 10 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bisul di Vagina yang Harus Diwaspadai 

Bisul di vagina adalah peradangan kulit dengan gejala benjolan merah, gatal, nyeri, dan biasanya bernanah pada bagian luar vagina (vulva, area vagina yang dapat terlihat). Bisul mungkin juga berkembang pada labia (bibir vagina) atau area lain sekitar kulit kemaluan. 

Umumnya, bisul terjadi akibat penyumbatan kelenjar minyak atau folikel rambut. Bisul vagina dapat juga terjadi akibat area kewanitaan tidak bersih sehingga muncul infeksi bakteri atau jamur yang menyebabkan peradangan kulit.

Ketahui apa saja penyebab bisul di vagina, sebagai berikut:

1. Efek dari Bulu Kemaluan yang Baru Tumbuh 

Ingrown hair adalah istilah untuk rambut baru yang tumbuh ke dalam folikel rambut akibat ada penyumbatan dari sel-sel kulit mati. Biasanya, ingrown hair terjadi pada rambut kemaluan setelah dicukur. 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Rambut kemaluan yang seharusnya tumbuh ke luar malah tersumbat dan kembali masuk ke dalam folikel rambut. Akibatnya, gejala seperti gatal, nyeri, bintik-bintik, hingga bisul mungkin terjadi. 

Bisul yang terjadi akibat ingrown hair tidak berbahaya dan biasanya akan pulih dengan sendirinya saat rambut kemaluan mulai tumbuh dengan normal. Anda dapat menggunakan minyak esensial seperti tree tea oil atau pelembap kulit untuk meredakan gejalanya. 

2. Iritasi Kulit 

Iritasi kulit vagina dapat terjadi karena banyak hal, seperti:

  • Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat.
  • Efek samping dari produk-produk kewanitaan yang Anda gunakan.
  • Teknik mencukur yang salah. 
  • Infeksi pada folikel rambut. 

Iritasi, peradangan, dan infeksi kulit tersebut akan menyebabkan gejala berupa benjolan yang bisa tumbuh besar menjadi bisul. Ini juga bisa terjadi karena adanya perkembangan bakteri. 

3. Penyumbatan Kelenjar Keringat atau Minyak 

Kelenjar apokrin adalah jenis kelenjar keringat yang dilepaskan diarea kulit yang penuh dengan folikel rambut, seperti area selangkangan. Penyumbatan kelenjar keringat dapat menyebabkan perkembangan bakteri pada area kulit tersebut. 

Akibatnya, kulit akan meradang dan menunjukan gejala seperti bintik-bintik, kemerahan, gatal, dan nyeri. Pada penyumbatan kelenjar keringat yang lebih parah, bisul pada lapisan kulit vagina mungkin terjadi. 

Baca Juga: Jerawat di Vagina: Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Kurang Menjaga Kebersihan Area Kewanitaan

Ada banyak efek samping bila Anda tidak menjaga kebersihan area kewanitaan, seperti:

  • Rasa gatal. 
  • Iritasi. 
  • Sensasi kulit terbakar.
  • Bau tidak sedap. 
  • Keputihan. 
  • Bintik-bintik tidak menyenangkan. 
  • Bisul. 
  • Infeksi jamur. 

Maka dari itu, harus selalu menjaga kebersihan Miss V. Terutama bila sedang menstruasi, harus rajin mengganti pembalut dan pakaian dalam. Bila perlu, basuh dengan air hangat. 

Membersihkan vagina dengan produk perawatan yang mengandung banyak bahan kimia dan pewangi buatan tidak dianjurkan. Itu dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina. 

5. Infeksi Bakteri 

Penyebab bisul paling umum adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bisul juga bisa disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Chlamydia trachomatis. Selain itu, bisul vagina mungkin juga muncul akibat infeksi jamur vagina. 

6. Kelenjar Bartholin

Penyumbatan pada kelenjar Bartholin yang terletak di bawah kulit dekat lubang vagina dapat menyebabkan bisul. Kelenjar yang tersumbat menyebabkan benjolan bulat, keras, bening, berisi cairan, dan ukurannya bisa kecil atau besar. Wanita pasca melahirkan atau setelah operasi pada bagian sekitar vagina rentang mengalami peradangan pada kelenjar Bartholin ini. 

7. Infeksi HPV 

Bisul di bibir vagina bisa jadi tanda infeksi HPV (human papilloma virus). Infeksi HPV juga menimbulkan gejala kutil pada wajah, tangan, dan kelamin. Kutil terasa gatal, perih, kasar, dan tidak nyaman. Gejala kutil bisa tumbuh bergerombol membentuk seperti kembang kol.

8. Herpes

Herpes genital adalah infeksi menular seksual paling umum dengan gejala utama luka lepuh yang gatal dan perih.

Bisul di vagina atau benjolan dengan luka lecet juga bisa jadi tanda awal herpes genital, namun ada tidak dapat melakukan diagnosis sendiri. Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala herpes genital lainnya seperti demam, luka melepuh pada mulut, nyeri saat buang air, dan pembengkakan kelenjar getah bening. 

9. Tanda Kanker 

Meskipun jarang terjadi, kanker vagina memiliki gejala seperti benjolan seperti bisul, kemerahan atau putih, dan bertekstur kental saat disentuh. Namun, Anda tidak perlu panik karena bisul pada vagina mungkin hanya iritasi kulit biasa seperti yang sudah dijelaskan. 

Bersihkan area vagina dengan air hangat untuk membantu meredakan benjolan. Bila dalam 1-2 minggu bisul atau benjolan semakin memburuk, segara konsultasi ke dokter. 

10. Sipilis 

Gejala umum sifilis adalah luka kecil tanpa rasa nyeri, ruam, dan benjolan kecil. Walaupun demikian, tidak semua benjolan pada kelamin berarti infeksi menular seksual. Sadari apakah Anda memiliki risiko IMS, bila tidak maka tidak perlu panik. 

Cara Mengatasi Bisul di Vagina

Bila tidak disebabkan oleh infeksi serius, kebanyakan kasus bisul di bibir vagina akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Anda dapat membantu meredakan gejala bisul dengan beberapa cara, sebagai berikut:

  • Jangan memencet jerawat karena malah akan menyebarkan bakteri ke area kulit lainnya. Anda dapat memeriksanya, namun jangan menggaruk atau memencetnya. 
  • Kompres dengan air hangat selama 7-10 menit. Lakukan setiap hari hingga bisul hilang. 
  • Gunakan pelembap, salep bisul, atau antibiotik dengan kandungan bacitracin, neomycin, dan polymyxin B.
  • Jangan pakai pakaian dalam ketat untuk sementara waktu. 
  • Bersihkan area kewanitaan bila Anda sangat berkeringat. Ganti pakaian dalam beberapa kali bila perlu. 

Itulah cara mengatasi bisul di vagina. Jangan panik bila mengalami bisul pada area kewanitaan. Penyebab bisul di vagina tidak selalu berarti infeksi serius. Bila dengan perawatan rumahan selama 1-2 minggu bisul tidak juga hilang, Anda dapat mempertimbangkan untuk pergi ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Holland, Kimberly. 2019. What Causes Vaginal Boils and How Are They Treated?. https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-boils. (Diakses pada 23 Oktober 2020). 
  2. Jung, Alyssa. 2020. 6 Causes for Vaginal Bumps You Should Know About. https://www.goodhousekeeping.com/health/a29191672/itchy-bumps-on-vagina-causes/. (Diakses pada 23 Oktober 2020). 
  3. Mayo Clinic. 2019. Boils and carbuncles. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/boils-and-carbuncles/symptoms-causes/syc-20353770. (Diakses pada 23 Oktober 2020). 
  4. Nall, Rachel, MSN, CRNA. 2020. All you need to know about vaginal boils. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320641#causes. (Diakses pada 23 Oktober 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi