Terbit: 20 Februari 2020 | Diperbarui: 20 Mei 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Bisul adalah infeksi kulit yang berawal dari folikel rambut atau kelenjar minyak yang terinfeksi. Bisulan membuat kulit menjadi merah di daerah infeksi dan menimbulkan benjolan. Setelah empat hingga tujuh hari, benjolan mulai memutih saat nanah terkumpul di bawah kulit. Lantas, apa penyebab dan obat bisul? Simak penjelasannya selengkapnya di bawah ini!

penyebab-bisul-doktersehat

Penyebab Bisul

Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus). Bakteri ini dapat ditemukan pada kulit dan di dalam hidung. Selain itu, bakteri ini juga bisa memasuki tubuh melalui luka di kulit atau merambat ke folikel rambut.

Selain itu, perlu diketahui juga bahwa apabila muncul berulang kali, bertumbuh dengan cepat dan menimbulkan kondisi yang parah, penyebab bisul ini umumnya terjadi dikarenakan bakteri MRSA (methicillin-resistant staphylococcus aureus). Ini adalah tipe spesifik S. aureus yang mampu bertahan dari jenis obat antibiotik tertentu.

Infeksi kulit MRSA dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, termasuk infeksi jaringan dalam yang mengancam jiwa dan pneumonia yang kompleks.

Beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab bisulan, di antaranya:

  • Usia dan jenis kelamin. Bisul lebih sering menyerang remaja, terutama yang berjenis kelamin laki-laki
  • Kebersihan yang tidak terjaga, baik pribadi maupun lingkungan.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya karena mengidap HIV, menjalani kemoterapi, atau mengidap diabetes.
  • Mengalami masalah kulit, eksim, psoriasis, atau iritasi kulit yang signifikan yang memungkinkan bakteri untuk mengakses jaringan kulit yang lebih dalam.
  • Bersentuhan dengan penderita.
  • Paparan zat kimia yang mengiritasi kulit.

Gejala Bisul

Hal penting lainnya yang tidak boleh dilewatkan adalah gejala bisul. Bisulan umumnya terjadi di bagian lipatan tubuh seperti pada ketiak atau lipatan pangkal paha, namun bisa juga terjadi di bagian permukaan kulit lainnya seperti bokong, wajah, leher, atau bagian lainnya.

Gejala bisul bisa telihat pada kulit yang mengalami infeksi, di antaranya:

  • Kulit di sekitar benjolan memerah, bengkak, dan terasa hangat jika disentuh. Ini mengindikasikan bahwa infeksi telah menyebar ke kulit sekelilingnya.
  • Benjolan bertambah besar dan berisi nanah.
  • Terbentuk titik putih di bagian puncak benjolan.

Bisulan sendiri biasanya akan dimulai dengan timbulnya tonjolan kecil seukuran kacang polong. Kemudian, akan bertumbuh dan menjadi lebih lembut dengan ujungnya berwarna kuning atau putih yang berisi nanah atau cairan bening. Pada beberapa kasus, bisul bisa tumbuh hingga sebesar bola golf atau bahkan lebih besar.

Meski begitu, bisulan adalah kondisi yang jarang membutuhkan penanganan medis secara khusus, karena bisa sembuh dengan sendirinya. Anda harus memeriksakan diri ke dokter jika mengalami ciri-ciri seperti berikut ini:

  • Menyebabkan demam.
  • Ukuran bisul terus membesar (diameter di atas 5 sentimeter) dan terasa sangat sakit.
  • Tumbuh lebih dari satu buah di area yang sama. Jenis ini dikenal dengan carbuncle, sekelompok bisul merah, bengkak, dan menyakitkan yang terhubung satu sama lain di bawah kulit. Kondisi ini tergolong infeksi yang lebih serius.
  • Tumbuh di dalam hidung, wajah, atau tubuh bagian belakang.
  • Tidak kunjung sembuh selama lebih dari 14 hari.
  • Sering muncul berulangkali.
  • Memiliki masalah dengan sistem imun atau dalam pengobatan yang mengganggu sistem imun, sehingga muncul bisul.

Baca Juga: 3 Hal Biasa yang Bisa Picu Munculnya Bisul Vagina

Obat Bisul

Cara mengobati bisul umumnya tidak membutuhkan penanganan medis secara khusus. Bisulan umumnya bisa disembuhkan dengan penanganan rumahan.

Beberapa cara menangani bisul dengan sederhana yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan adalah:

  • Mengompres dengan air hangat. Lakukanlah setidaknya tiga kali sehari. Langkah ini akan mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.
  • Bersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa beserta alkohol dan sabun anti-bakteri. Jangan lupa untuk membubuhkan obat oles (salep antibiotik) dan membungkus bisul yang pecah dengan kain kasa steril. Gantilah perban dua hingga tiga kali sehari.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah mengobati.

Pastikan Anda tidak memecahkan bisul dengan paksa. Proses ini bisa memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri sehingga berpotensi memicu komplikasi. Anda dianjurkan menunggu hingga bisul pecah sendiri.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit atau analgesik untuk mengurangi nyeri. Contohnya, paracetamol atau ibuprofen.

Sementara untuk mengatasi bisul berukuran besar dan carbuncles, bantuan dokter umumnya dibutuhkan. Dokter biasanya akan membedahnya guna mengeluarkan nanah. Obat antibiotik juga mungkin akan diresepkan untuk menangani:

  • Infeksi yang parah.
  • Kambuh.
  • Disertai demam.
  • Disertai komplikasi.

Durasi penggunaan antibiotik pun harus benar-benar diminum sampai habis sesuai resep dokter meski sudah sembuh. Hal ini dilakukan agar bakteri pemicu infeksi benar-benar musnah.

Dalam kasus di mana bisulan semakin besar, prosedur sayatan dan drainase biasanya direkomendasikan. Dalam banyak kasus, prosedur ini akan memungkinkan bisul sembuh tanpa perlu antibiotik.

Cara Mencegah Bisul

Bakteri dari kondisi ini bisa menular, sehingga Anda harus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko berulang atau menyebar, di antaranya:

  • Menjaga kebersihan tubuh yang baik dengan mandi secara teratur dan mencuci tangan dengan sabun.
  • Menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, terutama setelah menyentuh bagian kulit yang terinfeksi.
  • Hindari penggunaan barang-barang pribadi seperti handuk atau pisau cukur secara bersama-sama.
  • Hati-hati saat membersihkan luka, meskipun luka kecil.
  • Tutupi luka dengan perban steril hingga sembuh.
  • Konsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

  1. Wells, Diana K. 2018. How to Get Rid of a Boil: Treating Small and Large Boils. (Diakses pada 19 September 2019).
  2. Seymour, Tom. 2018. How to get rid of boils on the buttocks. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321051.php. (Diakses pada 19 September 2019).
  3. Boils. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/boils#1. (Diakses pada 19 September 2019).
  4. Boils (Skin Abscesses). https://www.medicinenet.com/boils/article.htm. (Diakses pada 19 September 2019).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi