Penyebab Berkurangnya Gerakan Janin di Trimester Akhir

doktersehat-kehamilan-hamil-Infeksi-Cytomegalovirus

DokterSehat.Com– Ketika memasuki trimester akhir kehamilan, penting bagi ibu untuk merasakan gerakan janin. Gerakan janin yang tidak normal perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikator kesehatan janin. Lalu, normalkah jika gerakan janin terasa mulai berkurang pada trimester ketiga?

Penyebab gerakan janin mulai berkurang di trimester akhir kehamilan

Merasakan gerakan bayi di perut merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap ibu hamil. Gerakan janin umumnya terasa pertama kali pada trimester kedua dengan frekuensi gerakan yang jarang.

Memasuki trimester ketiga, gerakan janin semakin kuat dan bisa terlihat jelas dari luar perut. Namun semakin mendekati kelahiran, gerakan janin memang terasa semakin melambat. Dilansir dari Live Strong, penyebab gerakan janin melambat adalah karena bayi semakin besar dan kehabisan ruang untuk bergerak.

Jika pada trimester sebelumnya bayi terasa aktif bergerak, salah satu penyebabnya ruangan yang tersedia bagi bayi masih sangat lega. Seiring perkembangan janin yang semakin besar dan sebagai persiapan persalinan, janin mulai pindah posisi dengan kepala di bawah hingga persiapan persalinan. Karena itu ibu hamil tidak perlu khawatir jika janin mulai terasa melambat.

Ibu tetap perlu menghitung gerakan janin

Meskipun berkurangnya gerakan janin pada trimester ketiga merupakan hal yang normal, namun sebaiknya ibu hamil tetap memonitor gerakan janin. Jika gerakan janin berkurang drastis, maka perlu dilakukan pemeriksaan USG dan detak jantung bayi untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Memasuki bulan kedelapan atau kesembilan, banyak dokter menyarankan pada pasiennya untuk menghitung setiap tendangan bayi. Umumnya Anda disarankan untuk menghitung 10 gerakan bayi seperti menendang, memukul atau menggulung dalam jangka waktu dua jam. Jika gerakan bayi kurang dari itu, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter.