7 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga dan Cara Mengatasinya

DokterSehat.Com – Benjolan di belakang telinga biasanya muncul dalam ukuran yang kecil hingga besar. Pada beberapa kasus, benjolan di telinga bukanlah sesuatu yang berbahaya. Benjolan belakang telinga umumnya dapat sembuh sendiri atau dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Namun terdapat kasus lain benjolan di telinga ini dapat menjadi masalah kesehatan serius, yang membutuhkan penanganan khusus.

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

Penyebabnya mungkin bisa macam-macam dari kasus yang ringan hingga yang membutuhkan bantuan medis. Berikut ini beberapa penyebab munculnya benjolan di belakang telinga kanan atau kiri, antara lain:

1. Limfadenitis/Pembengkakan Kelenjar Getah Bening karena adanya peradangan

Munculnya benjolan di belakang telinga kiri atau kanan umumnya disebabkan oleh peradangan  kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening terletak di beberapa bagian tubuh, antara lain leher, pangkal paha, ketiak, panggul dan perut. Kelenjar ini memiliki sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.

Pada bagian belakang telinga terdapat kelenjar getah bening yang akan bereaksi saat tubuh terserang penyakit. Fungsi dari kelenjar getah bening sendiri berkaitan dengan sistem imunitas tubuh. Peradangan kelenjar getah bening dapat menyebabkan benjolan belakang telinga.

Peradangan getah bening di belakang telinga biasanya disebabkan infeksi luka atau abses gigi. Kondisi ini biasanya bukan hal yang serius, namun dalam beberapa kasus peradangan  kelenjar getah bening membutuhkan perawatan medis bila tidak mereda dalam beberapa hari.

Cara menghilangkan benjolan di belakang telinga kanan atau kiri yang disebabkan oleh peradangan kelenjar getah bening adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, di mana hal ini akan membuat benjolan semakin mengecil.

2. Kista

Kista bisa muncul di mana saja di kulit, termasuk di belakang telinga. Kista kulit adalah kantung berisi cairan, yang membentuk benjolan di kulit. Terkadang, benjolan memiliki bintik hitam di bagian atas, yang disebut punctum.

Kista biasanya dapat bergerak jika di pegang. Tetapi, jika benjolan pada kulit tidak dapat digerakkan, segera periksakan ke dokter.

Kista di kulit area kepala cenderung berjenis kista pilar. Jenis ini, lapisan kantung terbentuk dari sel-sel akar rambut. Kista sebasea juga dapat terjadi, terbentuk pada kelenjar yang berfungsi atas zat berminyak yang melembapkan kulit dan rambut. Sementara kista lainnya terbentuk dari sel-sel permukaan kulit, yang dikenal sebagai kista epidermoid.

Berikut beberapa cara menghilangkan benjolan di belakang telinga akibat kista:

  • Kista dapat diatasi dengan membersihkannya. Dokter mungkin akan memotong kista dan mendorongnya keluar. Meski sudah mendapatkan perawatan, kista masih bisa kambuh.
  • Menyuntikkan obat ke dalam kista untuk mengurangi pembengkakan.
  • Operasi kecil untuk mengeluarkan seluruh dinding kista biasanya membuatnya tidak kembali atau kambuh. Laser mungkin juga dapat dilakukan untuk menghilangkan kista.

3. Mastoiditis

Adalah infeksi pada tulang mastoid, yang paling sering disebabkan oleh infeksi yang menjalar dari telinga tengah (otitis media).

Gejala mastoiditis adalah bengkak yang teraba seperti benjolan pada belakang telinga disertai kemerahan, nyeri dan demam, selain itu sebelumnya akan disertai gejala infeksi telinga tengah yang umumnya sudah berlangsung lama, di mana gejalanya adalah keluar cairan dari telinga berulang.

Cara mengatasi benjolan di belakang telinga kiri atau kanan akibat mastoiditis akut dan kronis mungkin dilakukan terapi antibiotik, yang diberikan melalui infus untuk mengobati infeksi. Pembedahan juga dapat dilakukan untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah, yang disebut myringotomy.

4. Jerawat

Salah satu permasalahan yang sering dialami banyak orang munculnya jerawat di kulit wajah. Fakta menemukan bahwa benjolan kecil di belakang telinga ini dapat disebabkan juga oleh jerawat.

Karena jerawat menyumbat pori kulit dengan minyak dan sel-sel kulit mati, di dalam jerawat juga terdapat bakteri yang menyebabkan peradangan sehingga tampak seperti benjolan belakang telinga.

Segera berkonsultasi dengan dokter kulit tentang cara mengatasi benjolan di belakang telinga dan jangan sekali-kali dengan sengaja mencoba memecahkan jerawat yang meradang karena akan berdampak pada kerusakan kulit.

5. Lipoma

Lipoma merupakan benjolan lemak di bawah lapisan kulit dan dapat timbul di seluruh bagian tubuh, meskipun jarang juga dapat terjadi benjolan belakang telinga. Benjolan ini memiliki tekstur lembut, cenderung terjadi pada orang-orang usia dewasa muda dan turun temurun.

Lipoma umumnya tidak menimbulkan gejala, namun dapat pula menimbulkan nyeri apabila membengkak dan menekan saraf.

Lipoma biasanya tidak memerlukan penanganan khusus, karena tidak menimbulkan gejala dan berbahaya. Namun, untuk lipoma yang menimbulkan rasa tidak nyaman, sakit atau mengganggu, dan ukurannya terus berkembang, terkadang dokter akan menyarankan untuk dilakukan penanganan khusus

Cara mengatasi benjolan di belakang telinga kanan atau kiri yang disebabkan oleh karena lipoma yang sudah mengganggu, yang paling sering dilakukan adalah operasi kecil untuk mengangkat benjolan. Biasanya lipoma tidak akan tumbuh kembali setelah diangkat.

6. Abses

Abses terjadi ketika tubuh melawan virus atau bakteri penyebab infeksi di sel atau jaringan tubuh. Guna memerangi virus atau bakteri, tubuh mengirim sel darah putih ke tempat yang terinfeksi, misalnya di belakang telinga.

Sel darah putih, bakteri, sel, dan jaringan tubuh yang bertempur dan mati kemudian akan menumpuk dalam bentuk kantung nanah dan mengakibatkan benjolan belakang telinga (abses).

Abses yang berukuran kecil kemungkinan bisa menyusut, mengering, dan hilang secara alami tanpa pengobatan apa pun. Namun, abses yang lebih besar perlu diobati dengan antibiotik. Nanahnya pun perlu dikeluarkan dengan bantuan dokter.

Jangan lupa konsultasikan masalah benjolan Anda dengan dokter, yang akan memeriksa lokasi di sekitar telinga dan pemeriksaan fisik lainnya.

Setelah pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apa yang menjadi penyebab bengkak di belakang telinga. Kemudian menentukan tindakan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya, sekaligus mencegah efek jangka panjang yang bisa terjadi.

Baca juga: 12 Penyakit Penyebab Benjolan di Leher (No. 5 Mematikan!)

7. Limfadenopati

Limfadenopati mengarah kepada kelenjar getah bening yang abnormal pada besar kecilnya (ukuran), jumlah atau konsistensinya dan sering digunakan sebagai sinonim dari pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening.

Limfadenopati mulai berkembang pada kelenjar getah bening Anda. Kelenjar getah bening adalah struktur kecil seperti organ yang ada di seluruh tubuh, termasuk di bawah lengan, di leher, di panggul, dan di belakang telinga.

Kelenjar getah bening Anda akan membengkak dari waktu ke waktu. Dalam banyak kasus, pembengkakan adalah akibat dari infeksi. Ketika jumlah sel yang melawan infeksi bertambah, mereka akan mulai menumpuk di kelenjar getah bening. Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau kanker.

Perawatan untuk kelenjar getah bening yang membesar tergantung apa penyebabnya. Pembesaran kelenjar getah bening biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang tanpa perawatan apa pun. Berikut beberapa cara menghilangkan benjolan di belakang telinga kiri atau kanan akibat limfadenopati:

  • Obat-obatan antibiotik diberikan untuk mengobati infeksi bakteri yang mendasarinya, seperti radang tenggorokan, atau infeksi telinga atau kulit.
  • Obat-obatan antibiotik untuk infeksi kelenjar getah bening.
  • Pemeriksaan tindak lanjut untuk memeriksa kembali benjolan yang membesar  setelah menunggu selama 3 hingga 4 minggu.
  • Obat-obatan atau prosedur lain untuk mengobati kondisi lain yang menyebabkan pembesaran benjolan di belakang telinga kiri atau kanan.
  • Rujukan ke spesialis untuk melakukan lebih banyak tes, diagnostik, dan perawatan, pembedahan.

Baca juga: 10 Penyebab Benjolan di Kepala yang Harus Diwaspadai! (No. 8 Penyakit Berbahaya)

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim dan dr. Jati Satriyo

 

Sumber: 

  1. MacGill, Markus. 2018. What causes lumps behind the ear?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313968.php. (Diakses 1 November 2019)
  2. Holland, Kimberly. 2017. 8 Causes of Lumps Behind the Ears. https://www.healthline.com/health/causes-lumps-behind-ears. (Diakses 1 November 2019)
  3. Anonim. 2019. What’s the Treatment for Skin Cysts?. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/epidermoid-sebaceous-cysts. (Diakses 1 November 2019)
  4. Anonim. 2019. Mastoiditis. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/mastoiditis-symptoms-causes-treatments#2-6. (Diakses 1 November 2019)