Terbit: 30 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tangisan bayi saat lahir adalah tanda yang penting saat proses persalinan. Sebagian besar bayi menangis saat lahir, namun ada juga beberapa bayi yang tidak menangis saat dilahirkan. Apa penyebab bayi tidak menangis?

Penyebab Bayi Tidak Langsung Menangis Saat Lahir

Photo Credit: Adam McGuffie

Penyebab bayi tidak menangis

Beberapa penyebab bayi tidak menangis di antaranya:
1. Pengaruh kondisi ibu
Kondisi kehamilan ibu yang bermasalah dapat menjadi faktor bayi tidak menangis ketika dilahirkan, misalnya kondisi panggul ibu semput sehingga berpengaruh pada proses persalinan. Panggul yang sempit juga dapat menjadi penyebab kepala bayi susah melintas. Adanya tekanan yang besar dapat menjadi penyebab bayi baru lahir tidak menanngis.

2. Kondisi selama persalinan
Beberapa kondisi selama persalinan juga dapat menjadi penyebab bayi baru lahir tidak menangis. Misalnya bayi sungsang, proses persalinan yang lama, dan jalan persalinan yang sempit. Gangguan pernapasan ini juga yang dapat menjadi penyebab bayi baru lahir tidak menangis.

Arti tangisan bayi saat baru lahir

Tangisan bayi saat baru lahir dapat berarti banyak hal. Saat menangis, jutaan kantung udara kecil terbuka dan penuh dengan udara. Pada kebanyakan bayi baru lahir proses ini terjadi secara alami. Tangisan bayi baru lahir juga dapat menandakan bahwa pernapasannya sehat dan berkembang dengan baik.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Jika bayi tidak menangis saat lahir, kemungkinan ia mengalami gangguan oksigen. Bisa juga terpapar obat bius penghilang rasa sakit sealam proses persalinan atau tali pusat yang melilit leher bayi. Selama bayi memiliki detak jantung yang baik, warna kulitnya segar dan tidak pucat, tidak ada gangguan otot, tangisannya mungkin hanya tertunda untuk sementara. Umumnya pengujian pada anak akan dilakukan kembali setelah beberapa saat setelah anak lahir. Jika hasil tes tidak membaik, anak mungkin perlu perawatan intensif.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi