Terbit: 11 Juni 2018 | Diperbarui: 19 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Normalnya persalinan akan berlangsung setelah usia kehamilan sekitar 41 minggu. Namun, saat usia kehamilan 41 minggu belum melahirkan, hal ini sering kali membuat ibu hamil merasa khawatir.

Penyebab Bayi Tak Kunjung Lahir

Segera konsultasikan dengan dokter kandungan bila hal ini terjadi pada Anda. Dokter kandungan bisa memastikan kehamilan memang sudah melewati waktu atau hanya terjadi kesalahan kecil. Dengan cara ini, dokter kandungan akan bisa memutuskan apakah persalinan harus segera dilakukan atau tidak.

Lantas, apa penyebab bayi belum lahir padahal sudah waktunya atau hamil 41 minggu belum mules?

Penyebab Sulit Melahirkan

Prolonged atau postterm pregnancy merupakan istilah dalam dunia medis untuk menyatakan masa kehamilan yang sudah melewati batas waktu normal. Masa kehamilan normalnya berlangsung selama 38-41 minggu. Kehamilan yang melewati waktu 42 minggu tergolong postterm atau lewat waktu.

Kasus kehamilan yang melewati waktu normal memang hanya berkisar 3 sampai 12 persen saja. Kejadian ini biasanya terjadi akibat kesalahan dalam menghitung usia kehamilan. Kesalahan perhitungan bisa disebabkan siklus menstruasi ibu yang tidak teratur. Artinya, kesalahan penghitungan masa kehamilan memang sudah terjadi sejak awal ibu mengetahui bahwa ia sedang hamil.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Agar mendapatkan hasil yang lebih akurat sebaiknya lakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan dengan USG dan pengukuran tinggi rahim secara teratur pada trimester awal bisa membantu mengetahui waktu terjadinya pembuahan dalam rahim dengan tepat.

Masalahnya, terlambat haid belum tentu pertanda sudah terjadi pembuahan di dalam rahim. Pembuahan bisa saja baru terjadi 2-3 minggu setelah ibu mengalami terlambat datang bulan.

Namun pada beberapa kasus, meski seorang wanita sudah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas, tetap saja ada persalinan yang meleset dari tanggal perkiraan.

Belum diketahui pasti penyebab terjadinya persalinan yang meleset dari waktu normalnya atau usia kehamilan 41 minggu belum melahirkan. Beberapa dokter ahli kandungan menduga kondisi ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor ibu maupun janin.

Kehamilan postterm mungkin saja terjadi akibat ibu memiliki riwayat postterm pada kehamilan sebelumnya. Selain itu, kehamilan postterm bisa saja terjadi akibat faktor keturunan atau genetik, kurangnya jumlah hormon tiroid, kurangnya jumlah enzim sulfatase dalam plasenta, dan faktor lainnya.

Kehamilan postterm bisa dipengaruhi pula oleh faktor janin dalam kandungan, seperti letak janin atau adanya kelainan pertumbuhan pada tulang tengkorak. Selain itu, ukuran janin yang terlalu besar atau makrosomi juga bisa menyebabkan kehamilan jenis ini.

Beberapa orang juga percaya bahwa kehamilan postterm lebih sering terjadi pada janin yang berjenis kelamin laki-laki daripada janin perempuan, meskipun belum ada penelitian yang membenarkan hal ini, mitos janin laki laki lebih lama dalam kandungan masih dipercaya beberapa ibu hamil.

Kesulitan Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Bidan atau dokter dapat mengatakan bagaimana proses persalinan berlangsung dengan memeriksa seberapa banyak leher rahim telah terbuka dan seberapa jauh bayi akan lahir. Jika leher rahim dibuka perlahan dan kontraksi telah melambat atau berhenti, bidan atau dokter mungkin mengatakan bahwa persalinan Anda tidak mengalami kemajuan.

Oleh karena itu, jika Anda dapat bersikap tenang maka proses persalinan dapat berjalan lancar. Kecemasan dapat memperlambat semuanya. Tanyakan apa yang dapat dilakukan oleh Anda dan orang terdekat yang mendukung untuk mewujudkannya.

Bidan atau dokter mungkin menyarankan beberapa hal berikut:

  • Ubah posisi tubuh senyaman mungkin bagi ibu hamil.
  • Berjalan-jalan – gerakan dapat membantu bayi bergerak lebih ke bawah, dan mendorong kontraksi.
  • Mandi air hangat.
  • Gosok punggung.
  • Tidur siang untuk mendapatkan kembali energi Anda.
  • Makan atau minum.

Jika jelang persalinan belum terlihat kontraksi, bidan atau dokter mungkin menyarankan memasukkan infus dengan Syntocinon untuk membuat kontraksi Anda lebih efektif.

Perlu diketahui, usia kehamilan 41 minggu belum melahirkan atau kehamilan lewat bulan adalah sesuatu yang tidak baik. Pada usia kandungan di atas 42 minggu ari-ari tidak lagi cukup untuk menyediakan nutrisi pada janin. Dampak terburuknya hal ini bisa menyebabkan kematian pada janin.

Selain itu, kondisi ketuban mencerminkan aktivitas bayi di dalam rahim, seperti menelan, buang air, dan sebagainya. Sedangkan, plasenta memiliki tugas menyalurkan darah kaya nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. Semakin tua usia plasenta, maka kemampuannya untuk menjalankan fungsinya akan semakin berkurang, karena adanya proses pengapuran.

Jika pada pemeriksaan USG posisi janin Anda sudah siap untuk persalinan, serta cairan ketuban dan plasenta masih dalam kondisi yang baik, maka dokter dapat memberikan toleransi waktu untuk menunggu tanda kehamilan muncul secara alamiah 1 hingga 2 minggu dari HPL (hari prakiraan lahir).

Sementara jika cairan ketuban semakin sedikit atau plasenta sudah sangat berkurang fungsinya, maka dokter mungkin akan menganjurkan Anda menjalani induksi persalinan atau operasi sesar.

Saat pergerakan janin semakin melemah karena cairan ketuban yang semakin sedikit dan kurang, maka tindakan induksi memang harus segera untuk dilakukan untuk menyelamatkan bayi dan juga ibu sendiri.

Namun selama volume cairan ketuban cukup dan kondisi ibu serta janin baik, umumnya dokter akan memberi waktu 1-2 minggu guna menunggu kontraksi persalinan muncul secara alami.

Yang dapat Anda lakukan untuk memicu kontraksi persalinan adalah:

  • Banyak berjalan atau bersujud.
  • Hindari stres dan perasaan cemas.
  • Perbanyak minum 8-12 gelas perhari.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Belajar lakukan senam hamil untuk mempermudah persalinan.

Terakhir, lakukan kontrol kehamilan secara teratur ke dokter spesialis kandungan 1 minggu sekali hingga tiba waktu persalinan. Jika kontraksi alami yang diharapkan tidak kunjung datang, umumnya dokter akan kembali memeriksa kondisi ibu dan janin yang Anda kandung.

Pada umumnya dokter akan menghindari kelahiran diatas 42 minggu karena risiko yang bisa terjadi. Jadi, usia kehamilan 41 minggu belum melahirkan sebaiknya Anda segera kunjungi dokter kandungan dan bidan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sehingga kelahiran sudah dapat terjadi sebelum usia 42 minggu.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi