Terbit: 6 Agustus 2018 | Diperbarui: 7 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Setiap pasangan pasti akan merasa sedih dan kecewa setelah mengetahui program bayi tabung yang sudah dijalani mengalami kegagalan. Beberapa tahapan dalam program bayi tabung telah dijalani dan berhasil hamil. Ada beberapa pasangan yang harus menerima kenyataan bahwa program bayi tabung yang mereka lakukan telah gagal meskipun sebelumnya telah hamil.

8 Penyebab Program Bayi Tabung Bisa Gagal

Perasaan sedih dan kecewa yang masih menyelimuti diri Anda dan pasangan akan mendorong Anda untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan penjelasan. Apakah penyebab bayi tabung gagal?

Penyebab bayi tabung gagal

Kali ini DokterSehat akan menjelaskan apa saja penyebab kegagalan pada program bayi tabung. Ini penting diketahui oleh calon Ayah dan Ibu agar bisa menghindari penyebabnya. Berikut penyebab bayi tabung gagal:

1. Kualitas embrio

Kualitas embrio yang buruk adalah penyebab utama bayi tabung gagal. Embrio yang cacat tidak dapat diimplan setelah dipindahkan ke dalam rahim. Embrio yang memiliki masalah pertumbuhan juga tidak bisa bertumbuh dan mati. Embrio yang cacat bisa disebabkan oleh jumlah kromosom yang tidak teratur dan kelainan genetik.

2. Umur Telur

Usia telur yang akan digunakan pada proses program bayi tabung adalah hal yang sangat penting. Umur telur bisa menjadis salah satu sebab program bayi tabung gagal. Usia telur akan mempengaruhi peluang suksesnya dengan IVF juga.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Semakin tua wanita yang mengikuti program bayi tabung maka umur telur juga semakin tua. Dan semakin tua umur telur maka kualitas dan kuantitas telur juga semakin buruk. Wanita dengan usia di bawah 35 tahun memiliki tingkat implantasi sekitar 45 persen. Sedangkan. wanita yang berusia 40 hingga 42 tahun hanya memiliki sekitar 15 persen kemungkinan implantasi.

Baca juga: Bayi Tabung dengan Embrio Beku Lebih Aman dari Embrio Segar?

3. Respon buruk ovarium

Program bayi tabung bisa gagal dikarenakan oleh respon ovarium yang tidak sesuai harapan setelah diterapkan obat kesuburan. Ovarium tidak menghasilkan banyak telur. Hal ini biasanya terjadi pada wanita berusia lebih dari 37 tahun. Selain itu, wanita yang memiliki FSH tinggi juga menyebabkan ovariumnya kurang memberi respon positif setelah terapi obat kesuburan.

4. Kromosom yang bermasalah

Salah satu penyebab utama dalam kegagalan program bayi tabung adalah kelainan kromosom pada embrio. Wanita yang memiliki kelainan kromosom pada embrionya akan mengalami keguguran atau kegagalan implantasi.

Peningkatan kelainan kromosom terjadi pada wanita sejak mereka berusia lebih dari 30 tahun. Dan pada usia 40-an tahun, 75 persen telur wanita memiliki kelainan kromosom. Hal ini juga terjadi pada sperma pria. Kelainan kromosom pada sperma pria juga terjadi seiring peningkatan usia pria.

5. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi penyebab gagalnya program bayi tabung. Perempuan yang memiliki gaya hidup merokok memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kegagalan program bayi tabung. Hal yang sama pun juga berlaku pada wanita yang memiliki kelebihan atau kekurangan berat badan.

6. Disfungsi implantasi

Disfungsi implantasi bisa mencegah embrio menempel dengan benar pada lapisan uterus sehingga program bayi tabung pun mengalami kegagalan. Disfungsi implantasi memiliki beberapa penyebab seperti endometrium, adanya permukaan yang menonjol ke dalam rongga uterus, dan masalah sistem kekebalan tubuh.

7. Kesulitan teknis

Kesulitan teknis pada saat pemindahan embrio ke dalam rahim juga bisa menjadi penyebab gagalnya program bayi tabung. Dokter tidak memiliki keahlian yang sama dalam hal pemindahan program bayi tabung ini. Oleh karena itu, arilah yang sudah berpengalaman agar dapat menghindari penyebab yang satu ini.

8. Autoimun

Kegagalan program bayi tabung yang diikuti oleh para wanita agar bisa hamil bisa juga disebabkan oleh hal yang tidak dapat dijelaskan. Sebuah penyebab yang masih belum jelas adalah autoimunitas pada pasien wanita.

Apabila program bayi tabung gagal dan tidak disebabkan oleh alasan-alasan sebelumnya maka autoimun bisa dicurigai sebagai penyebabnya. Lakukanlah perawatan untuk mencegah autoimun menggagalkan keberhasilan program bayi tabung Anda. Pasien dengan penyakit autoimunitas yang menerima perawatan cenderung berhasil untuk mendapatkan anak melalui program bayi tabung.

Baca juga: Tips Ini Penting Agar Program Bayi Tabung Berhasil

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah program bayi tabung gagal?

Satu-satunya jawaban terbaik yang harus dilakukan setelah program bayi tabung Anda gagal adalah mencoba Lagi. Tetaplah mencoba program bayi tabung setelah Anda mengetahui apa yang menjadi penyebab kegagalannya. Lalu perbaikilah faktor atau hal yang menjadi penyebab bayi tabung gagal. Dengan begitu, peluang Anda bisa hamil dan segera memiliki anak akan lebih tinggi.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi