Terbit: 11 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pada usia 6 bulan ke atas, bayi disaranan mulai makan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Anda tentu senang saat masa adaptasi bayi dengan makanan baru berjalan lancar, bayi merasa lahap menghabiskan setiap makanannya. Namun ada kalanya bayi mengalami sembelit atau konstipasi. Kenapa ya?

Penyebab Bayi Sembelit Saat MPASI dan Cara Mengatasinya

Tanda-tanda bayi mengalami sembelit di antaranya ia lebih jarang buang air besar dalam satu atau beberapa hari. Biasanya bayi jadi lebih sering rewel, lalu jika buang air besar kotorannya keras, padat dan terkadang menyakitkannya.

Ada beberapa penyebab mengapa bayi bisa sembelit saat MPASI, di antaranya:

Menu bayi minim serat
Sembelit umumnya disebabkan karena makanan bayi minim serat. Serat dapat membuat makanan bayi lebih mudah diolah di usus dan melunakkan kotorannya.

Porsi terlalu banyak
Meskipun anak Anda tampak lahap menghabiskan makanannya, Anda juga perlu memerhatikan porsinya. Beri makan anak Anda sesuai aturan porsinya agar pencernaannya lebih sehat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Perubahan tekstur terlalu cepat
Usus anak sedang dalam proses adaptasi dari makanan cair (ASI) ke makanan yang lebih padat. Hal ini tentunya membutuhkan waktu. Berikan MPASI dengan tekstur makanan sesuai tahapannya untuk mencegah usus ‘kaget’.

Kurang air

Salah satu penyebab bayi sembelit adalah karena makanan yang dikonsumsinya kurang cairan atau terlalu kering. Pada awal pemberian MPASI anda bisa menambahkan ASI ke dalam menu makanannya lalu kurangi secara bertahap sampai si kecil terbiasa.

Sembelit adalah hal yang sering terjadi pada periode MPASI. Tak perlu khawatir, ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk membantu memulihkan sistem pencernaannya, yaitu:

1. Hentikan makanan penyebab sembelit
Anda perlu mengamati makanan apa yang menyebabkan anak sembelit. Beberapa menu seperti nasi atau wortel kadang dapat membuat anak sembelit. Untuk menghentikan sembelit, ganti makanan ini dengan makanan lainnya yang lebih mudah dicerna anak.

2. Perbanyak serat
Beberapa makanan MPASi kaya serat yang bisa Anda berikan pada si kecil antara lain bubur pepaya, apel, pir, atau kacang hijau. Makanan dengan serat tinggi akan membantu usus saat mencerna makanan.

3. Olahraga
Olahraga dapat membantu pergerakan makanan di usus sehingga mengurangi sembelit. Anda bisa mengajak anak untuk melakukan aktivitas ringan seperti bermain sambil belajar merangkak, atau memainkan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda untuk membantu pencernaannya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi