15 Penyebab Bayi Lahir Prematur (No. 11 Jarang Disadari)

penyebab-bayi-lahir-prematur-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu kekhawatiran yang sering dialami oleh ibu hamil adalah risiko melahirkan secara prematur. Perlu Anda ketahui, bahwa kelahiran prematur sendiri terjadi oleh beberapa faktor. Lantas, apa saja penyebab bayi lahir prematur?

Apa Penyebab Bayi Lahir Prematur?

Sebelum menjelaskan mengenai penyebab bayi prematur, perlu Anda ketahui bahwa kelahiran dikatakan prematur apabila terjadi sebelum minggu ke-37 usia kehamilan. Semakin dini kelahiran, semakin tinggi juga risiko kesehatannya.

Selain berpatokan dengan waktu kelahiran, bayi prematur juga bisa didefinisikan oleh berat lahir. Berat lahir rendah ekstrem (kurang dari 1000 gram), berat lahir sangat rendah (kurang dari 1500 gram) dan berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram).

Berikut ini adalah penyebab bayi lahir prematur yang wajib diketahui ibu hamil, di antaranya:

1. Infeksi

Penyebab bayi lahir prematur yang pertama adalah infeksi. Infeksi sendiri menjadi penyebab sebagian besar kasus dari semua kasus kelahiran prematur. Sejumlah pakar menduga bahwa infeksi dapat menyebabkan peradangan sehingga terjadi pelepasan hormon prostaglandin yang memicu proses kelahiran.

Dugaan lain menyebutkan bahwa bakteri pada saluran kelamin yang terkena infeksi dapat membuat membran di sekitar cairan ketuban melemah sehingga menyebabkan peluruhan lebih awal.

Selain itu, infeksi lainnya yang bisa menjadi penyebab bayi lahir prematur lainnya adalah penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia dan trikomoniasis, serta infeksi saluran kemih yang tidak disertai gejala. Pemeriksaan urine diperlukan untuk mendeteksi bakteri.

2. Komplikasi saat kehamilan

Penyebab bayi lahir prematur berikutnya adalah komplikasi selama kehamilan. Beberapa komplikasi saat kehamilan seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia serta masalah pada plasentanya seperti plasenta previa dan abruptio plasenta dapat menyebabkan bayi harus segera dilahirkan lebih awal.

3. Usia saat hamil

Usia yang terlalu muda untuk hamil (sebelum 20 tahun) dan usia yang terlalu matang untuk hamil (lebih dari 35 tahun) juga dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur karena penurunan fungsi organ reproduksi.

4. Konsumsi alkohol dan obat-obatan

Zat kimia yang terkandung dalam minuman alkohol, rokok dan obat-obatan dapat menembus plasenta dan menyebabkan kelahiran lebih awal. Oleh karenanya, jangan sekali-kali mengonsumsi beberapa zat tersebut.

Selain menembus plasenta, konsumsi zat-zat berbahaya tersebut bisa mengganggu fungsi pembuluh darah plasenta yang menyuplai nutrisi maupun oksigen bagi janin. Dampaknya berat badan lahir rendah hingga risiko keguguran.

5. Faktor genetik

Pada beberapa kasus, penyebab bayi lahir prematur cenderung terjadi pada wanita hamil yang memiliki hubungan darah dengan wanita yang pernah mengalami prematur. Faktor genetik dianggap sebagai faktor yang memiliki peran penting terhadap kondisi bayi prematur.

6. Kelainan serviks mulut rahim

Ibu hamil yang memiliki mulut rahim yang terus terbuka dapat mendorong terjadinya bayi prematur. Pada umumnya dokter akan melakukan penguatan mulut rahim supaya janin tidak keluar.

7. Kondisi kesehatan ibu hamil

Jika ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, hal ini bisa menjadi penyebab bayi lahir prematur. Selain itu, bayi prematur juga bisa terjadi apabila ibu hamil memiliki diabetes, anemia, asma, sindrom antifosfolipid, lupus, gangguan tiroid, dan peradangan usus besar.

8. Jarak antar kehamilan

Periode kehamilan yang hanya berjarak enam sampai sembilan bulan antara kelahiran satu bayi dengan awal kehamilan berikutnya diketahui meningkatkan risiko bayi prematur. Beberapa pakar menyarankan waktu terbaik antar kehamilan adalah 18 bulan agar Anda memiliki kehamilan yang sehat.

9. Kehamilan kembar

Bayi prematur berisiko tinggi dialami apabila Anda mengandung anak kembar. Semakin tinggi kelipatan kembar maka risiko kelahiran prematur akan lebih tinggi.

Sebuah penelitian mengungkapkan, rata-rata usia kelahiran dari kehamilan kembar terjadi di periode kelahiran prematur lambat yaitu 34-36 minggu usia kehamilan. Kondisi ini terjadi akibat terjadinya awal persalinan spontan dan kelahiran prematur iatrogenik.

10. Abnormalitas leher rahim

Meski penyebab bayi lahir prematur ini jarang terjadi, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa abnormalitas leher rahim memiliki kaitan dengan keguguran di pertengahan trimester ketiga.

Faktor risiko inkompetensi serviks semakin tinggi jika Anda memiliki riwayat operasi leher rahim, keguguran atau aborsi di trimester kedua. Selain itu, penyebab bayi lahir prematur meningkat pada wanita memiliki leher rahim pendek usai menjalani operasi rahim.

11. Stres fisik

Peningkatan kelahiran bayi prematur lebih tinggi pada ibu hamil yang mengalami stres di tempat kerja. Penyebab bayi lahir prematur adalah stres fisik seperti berdiri lama atau mengangkat beban berat. Jika Anda mampu mengatur tingkat stres di tempat kerja, maka risiko kelahiran prematur tidak akan terjadi.

12. Ketuban pecah dini

Hampir sepertiga kasus ketuban pecah dini bertanggung jawab terhadap kejadian bayi prematur. Dalam waktu 24 jam setelah kantung ketuban pecah, pada umumnya bayi akan lahir.

Selain itu, air ketuban yang pecah lebih awal lebih berisiko terjadi jika rahim dan kantung ketuban terlalu tegang. Hal tersebut diakibatkan oleh jumlah janin dalam kandungan lebih dari satu atau volume cairan ketuban yang terlalu banyak.

13. Vaginosis bakterialis

Terganggunya keseimbangan flora normal di dalam vagina ternyata bisa menyebabkan vaginosis bakterialis. Dampak lanjutan dari vaginosis bakterialis adalah meningkatkan kelahiran prematur terutama pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu.

14. Bayi tabung

Sebuah penelitian mengungkapkan, penyebab bayi lahir prematur lebih tinggi jika janin adalah hasil dari program bayi tabung. Meski begitu penjelasan terkait penelitian ini belumlah jelas, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan.

15. Kondisi mental

Peristiwa traumatik yang terjadi pada ibu hamil ternyata memiliki kaitan dengan kelahiran prematur. Agar bayi prematur tidak terjadi, suami dan orang-orang terdekat harus memberikan dukungan pada ibu hamil.

Selain traumatik, penyebab bayi lahir prematur juga bisa disebabkan oleh depresi. Ibu hamil yang mengidap depresi baru atau depresi kambuhan memiliki peningkatan risiko 30-40 persen kelahiran prematur.

Nah, itulah beberapa penyebab bayi lahir prematur yang harus Anda kenali.