Terbit: 28 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Gigi pada bayi umumnya baru tumbuh ketika bayi berusia di atas 6 bulan. Namun ada juga beberapa bayi yang saat lahir sudah memiliki gigi. Apa penyebabnya?

Penyebab Bayi Baru Lahir Sudah Memiliki Gigi

photo credit: Clancy Ratliff

Mengapa bayi yang baru lahir sudah memiliki gigi?

Gigi bayi biasanya baru pertama kali muncul ketika bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun. Gigi yang pertama muncul adalah gigi di bagian depan di atas dan bawah yang disebut gigi seri atau gigi susu. Sebagian besar bayi memiliki gigi yang lengkap sejumlah 20 gigi pada saat mereka berusia 3 tahun.

Untuk kasus gigi bayi yang sudah muncul saat lahir, kondisi ini disebut dengan natal teeth. Umumnya gigi yang tumbuh pertama kali adalah gigi di gusi bawah yang berguna untuk memotong atau menggigit makanan. Gigi pada bayi baru lahir bukanlah suatu hal yang berbahaya, namun orang tua tetap harus memerhatikan kebersihan dan cara menyusu bayi.

Beberapa penyebab bayi memiliki natal teeth antara lain:
1. Keturunan
Munculnya gigi bayi yang baru lahir dapat disebabkan oleh riwayat keturunan. Apabila ada riwayat dalam keluarga yang memiliki natal teeth saat lahir, anak Anda kemungkinan juga akan memiliki natal teeth.

2. Sindrom Ellis-van Creveld

Sindrome Ellis-van Creveld ini merupakan kelainan tulang genetik yang menyebabkan kelainan kongenital seperti jumlah jari yang berlebih, tidak adanya rambut, juga natal teeth.

3. Sindrom Pierre Robin

Sindrom ini ditandai dengan adanya rahang bawah yang sangat kecil (micrognathia), lidah cenderung mundur dan ke bawah (glossoptosis) serta memiliki celah lunak di langit-langit mulut.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

4. Sindrom Hallerman-Streif
Sindrom Hallerman-Streif yaitu kondisi yang memengaruhi tinggi badan, bentuk kepala dan pertumbuhan rambut.

Pada bayi yang memiliki natal teeth, jika kondisi fisik lainnya normal, maka Anda tidak perlu khawatir. Namun jika terlihat memiliki sindrom tertentu, maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan perawatan lebih lanjut.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi