Terbit: 15 Oktober 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyebab bad mood atau suasana hati yang buruk bisa karena beberapa hal seperti kesedihan atau hal yang membuat marah. Selain itu, perubahan mood seseorang bisa terjadi karena hal lain yang berhubungan dengan kondisi kesehatan tertentu.

12 Penyebab Bad Mood, Makanan hingga Masalah Kesehatan

Penyebab Bad Mood pada Seseorang

Nah, kalau Anda sering mengalami gangguan mood yang terjadi berulang-ulang, ada baiknya segera mengetahui penyebabnya. Bisa jadi, Anda mengalami masalah pada organ tertentu yang membutuhkan pengobatan segera.

Berikut ini berbagai penyebab bad mood:

1. Diabetes

Diabetes adalah penyakit ketika tubuh memiliki gula darah yang cukup tinggi. Kadar gula darah ini bisa menyebabkan gangguan pada tubuh, termasuk rasa sakit pada sekujur tubuh, infeksi pada kemaluan (khususnya wanita), dan tingginya kadar serotonin dalam otak.

Seseorang yang memiliki lonjakan gula darah biasanya mudah sekali mengalami perubahan suasana hati yang buruk, termasuk mudah marah, agresi, panik, dan kebingungan.

2. Gangguan Tiroid

Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, gelisah, cemas, dan marah, sedangkan tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat membuatnya merasa tidak termotivasi atau tertekan. Kedua gangguan tiroid inilah yang dapat menjadi penyebab bad mood.

Kelenjar tiroid berfungsi memproduksi hormon untuk membantu mengatur suhu tubuh, berat badan, kesehatan kulit dan rambut, tingkat energi, dan suasana hati.

3. Sindrom PMS pada Wanita

Ketidakseimbangan hormon (estrogen dan progesteron) yang terjadi pada wanita saat pre menstrual syndrome (PMS) menyebabkan gangguan pada suasana hati. Ini membuat wanita mudah sekali marah, mudah tersinggung, atau merasa sedih tanpa sebab yang jelas.

Suasana hati dapat berubah selama dua minggu terakhir, dari siklus menstruasi serta dua minggu sebelum menstruasi. Semua wanita akan mengalami hal ini dengan intensitas yang berbeda-beda.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Perubahan Mood Saat PMS, Biar Nggak Emosian!

4. Nyeri Kronis

Nyeri yang cukup kronis bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan ini dapat menjadi penyebab bad mood. Tubuh tidak bisa menahan nyeri terlalu sering, menyebabkan tubuh tidak bisa melakukan aktivitas kecuali melampiaskan rasa sakitnya dengan marah atau sedih secara berlebihan.

Obat-obatan tertentu seperti obat penghilang rasa sakit opioid, juga dapat menyebabkan iritabilitas sebagai efek samping. Ini menyebabkan penderita nyeri kronis semakin mengisolasi dan itu sangat menyulitkannya.

5. Jarang Aktif Bergerak

Seseorang yang cenderung pasif dan tidak bergerak secara fisik akan sering mengalami perubahan suasana hati. Kondisi ini bisa muncul dengan sendirinya karena tubuh mengalami peredaran darah yang terhambat dan munculnya beberapa penyakit tertentu.

Lakukan olahraga secara rutin setiap harinya seperti joging, jalan sehat, atau angkat beban. Olahraga dapat membantu melepaskan hormon ‘perasaan baik’ di otak yang akan membantu mengurangi kecemasan dan depresi.

6. Depresi atau Stres

Seseorang yang mengalami tekanan mental dari pekerjaan dan rumah tangga akan mudah sekali mengalami stres dan depresi. Kondisi ini akan terjadi karena fluktuasi hormon akibat ketegangan yang terlalu tinggi, yang akhirnya menjadi penyebab bad mood

Seseorang yang mengalami depresi atau stres akut harus segera mendapat penanganan agar tidak menjadi masalah ke depannya.

7. Kurang Paparan Sinar Matahari

Seseorang yang jarang terkena paparan sinar matahari juga bisa mengalami perubahan mood yang signifikan. Hal ini bisa menyebabkan tubuh kekurangan vitamin D yang penting untuk kesehatan tubuh.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan banyak penyakit kronis, salah satunya depresi. Oleh karena itu, cobalah keluar rumah untuk mendapatkan paparan sinar matahari pagi sebelum pukul 9 pagi.

Baca Juga: Kesehatan Mental: Pengaruh Psikis, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

8. Sleep Apnea

Kurang tidur bisa menyebabkan perubahan suasana hati secara drastis ketika siang hari. Salah satu hal yang menyebabkan kurang tidur pada malam hari adalah sleep apnea. Gangguan tidur ini dapat menyebabkan pernapasan melambat atau berhenti sebanyak 30 kali per jam saat tidur. 

9. Kentang Goreng

Mengonsumsi kentang goreng yang penuh dengan karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan garam dalam jumlah tinggi, dapat menjadi penyebab bad mood.

Karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan garam yang ada dalam kentang goreng menyebabkan peningkatan energi, ketika eseorang merasa baik dan waspada, tetapi pada akhirnya membuat seseorang merasa lesu, mudah tersinggung, dan lelah.

10. Makanan Kalengan

Kadar natrium bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi makanan kaleng.

Ketika membeli makanan kaleng, sebaiknya selalu memeriksa label yang menyatakan bebas Bisphenol A (BPA) karena bahan kimia tambahan ini terkait dengan sejumlah gangguan mood kronis, seperti depresi dan kecemasan. 

11. Makanan yang Melalui Proses

Makanan olahan dapat memicu penambahan berat badan karena sebagian besar mengandung gula rafinasi dalam jumlah tinggi, lemak jenuh, pengawet, dan banyak zat tambahan lainnya untuk menjaganya tetap stabil dan terasa enak untuk jangka waktu yang lama.

Sejumlah makanan yang telah melalui proses benar-benar mengganggu fungsi mental dan emosional, yang membuat seseorang merasa tertekan, kelelahan, cemas, tidak termotivasi, dan tidak terinspirasi.

12. Kopi

Kopi adalah minuman yang memberikan manfaat sekaligus dampak buruk. Dalam jumlah sedang, kopi memberikan manfaat bagus untuk tubuh, sedangkan jika minum berlebihan dapat menyebabkan dampak buruk.

Kopi dapat memberi pengaruh yang sangat besar pada suasana hati seseorang, tergantung pada seberapa banyak minum kopi. Saat minum kopi, tubuh memproduksi kortisol (hormon stres). Kopi bisa membuat seseorang berenergi dan terjaga yang mengakibatkan fungsi fisik dan mental terasa bangkit.

Ketika energi ini berkurang, seseorang akan sering merasa lelah, dan gangguan mental dan fisik. Ini dapat menyebabkan gangguan yang lebih kronis seperti kelelahan adrenal, perubahan suasana hati, depresi, dan kecemasan.

Cara Mengatasi Bad Mood Berlebihan

Bad mood yang berlebihan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, oleh karena itu segera atasi sedini mungkin. Berikut beberapa cara mengatasi bad mood yang berlebihan.

  • Mengetahui penyebabnya. Setiap orang memiliki penyebab mengapa mereka mengalami bad mood. Ada kalanya mereka mengalami hal tersebut karena sakit kronis atau masalah mental.
  • Melakukan sesuatu yang baik. Pikirkanlah untuk berbuat baik, misalnya menolong seseorang yang membutuhkan bantuan. Ini akan membuat Anda sulit untuk berada dalam suasana hati yang buruk.
  • Pahami pribadi. Jangan menyalahkan diri sendiri setiap harinya. Bad mood terkadang muncul karena terlalu keras pada diri Anda.
  • Mendengarkan musik. Musik yang ceria dan gembira bisa membantu meningkatkan suasana hati. Cobalah mendengarkan musik favorit dari ponsel dan biarkan musik sampai benar-benar menenangkan.
  • Bicara dengan seseorang. Jangan menyimpan perasaan untuk diri sendiri karena membuat masalah tampak jauh lebih buruk daripada yang sebenarnya. Ceritakanlah pada teman atau orang tua. Jika mereka tidak memiliki waktu untuk berbicara, guru dan konselor mungkin bisa menjadi pendengar yang baik. 
  • Berolahraga. Usahakan keluar untuk jalan-jalan, bersepeda, bermain tenis, atau olahraga favorit lainnya, atau sekadar menarik napas dalam-dalam dan menikmati udara segar.

Baca Juga: 14 Cara Menghilangkan Bad Mood (No. 10 Paling ‘Asyik’)

Itulah berbagai hal yang bisa memicu seseorang mengalami bad mood. Semoga ulasan demikian bermanfaat untuk Anda sehingga kehidupan sehari-hari bisa berjalan dengan lebih lancar dan tanpa gangguan. Jika merasa sering mengalami bad mood,  sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.    

 

  1. Anonim. 2020. Why Am I in Such a Bad Mood?. https://teens.webmd.com/bad-mood#1. (Diakses pada 15 Oktober 2020)
  2. Feiereisen, Sharon. 2020. 20 Foods That Put You in a Bad Mood. https://www.eatthis.com/bad-mood-foods/. (Diakses pada 9 November 2019)
  3. Lamberg, Erica. 2018. 8 Medical Reasons That Might Explain Why You’re Always in a Bad Mood. https://www.thehealthy.com/mental-health/medical-reasons-bad-mood/. (Diakses pada 9 November 2019)
  4. Miller, Anna Medaris. 2018. 7 Reasons You’re in a Bad Mood That Can Actually Be Serious. https://health.usnews.com/wellness/mind/slideshows/7-reasons-youre-in-a-bad-mood-that-can-actually-be-serious. (Diakses pada 9 November 2019)
  5. Lupo, Taylor. Moody? Cranky? 7 Odd Reasons Why. https://www.sharecare.com/health/mental-health/slideshow/surprising-reasons-youre-always-in-a-bad-mood. (Diakses pada 9 November 2019)
  6. Winch, Guy. 2014. 10 Ways to Escape a Bad Mood Fast. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-squeaky-wheel/201409/10-ways-escape-bad-mood-fast. (Diakses pada 09 November 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi