6 Penyebab BAB Bau Menyengat yang Jarang Disadari, Bahaya?

buang-air-besar-doktersehat
Photo Source: Flickr/mythoto

DokterSehat.Com– Terkadang saat buang air besar kita merasakan aroma yang jauh lebih menyengat dari kotoran yang kita keluarkan. Ada yang menanggapi hal ini dengan santai, namun ada pula yang kemudian merasakan kekhawatiran akibat hal ini. Lantas, apa sebenarnya penyebab BAB bau lebih menyengat dari biasanya?

Penyebab BAB Bau Menyengat

Meskipun hal ini seringkali disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu, pakar kesehatan menyebut aroma kotoran buang air besar yang jauh lebih menyengat bisa jadi menandakan adanya kondisi tertentu di saluran pencernaan.

Berikut adalah beberapa penyebab BAB bau yang jarang disadari:

  1. Hobi Makan Daging

Penyebab utama mengapa kotoran saat buang air besar bisa sangat berbau ternyata adalah kebiasaan mengonsumsi makan daging, khususnya yang berupa daging merah. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kandungan sulfur di dalamnya yang cukup tinggi.

Jika kita mengonsumsinya cukup sering atau dalam jumlah yang banyak, maka keberadaan sulfur ini akan membuat kotoran yang diproduksi di dalam perut menjadi lebih berbau dari biasanya. Bahkan, meskipun kondisi pencernaan kita tetap baik, hal ini akan tetap terjadi.

Tak hanya daging, beberapa jenis makanan lainnya seperti susu kol, dan brokoli juga bisa menyebabkan dampak yang sama.

2. Hobi Makan Junk Food

Selain karena hobi makan daging-dagingan atau makanan yang tinggi kandungan sulfur lainnya, kebiasaan makan junk food atau makanan cepat saji juga bisa membuat kotoran kita menjadi lebih berbau dari biasanya. hal ini disebabkan oleh kandungan gula dan lemak di dalamnya yang sangat tinggi.

Terdapat sebagian orang yang ternyata memiliki pencernaan yang tidak mampu memproduksi enzim tertentu dengan cukup. Hal ini membuat perut tidak bisa mencerna lemak dengan maksimal sehingga berimbas pada produksi gas yang berlebihan dan aroma kotoran yang jauh lebih menyengat dari biasanya.

3. Mengalami Intoleransi Laktosa

Bagi sebagian orang, mengonsumsi susu dan produk turunannya seperti keju bisa menyebabkan gejala intoleransi laktosa seperti perut kembung, mual-mual, hingga diare. Gejala lain dari masalah kesehatan ini adalah kotoran yang cenderung memiliki aroma yang jauh lebih menyengat dari biasanya.

Orang-orang yang mengalami masalah intoleransi laktosa kekurangan enzim laktase, enzim yang dibutuhkan untuk memecah laktosa di dalam produk susu. Hal ini akan berimbas pada jumlah bakteri di dalam saluran pencernaan yang kurang banyak dan akhirnya membuat terjadinya proses fermentasi penyebab munculnya gas dan kotoran yang jauh lebih berbau.

4. Mengalami Sindrom Usus Pendek

Sindrom usus pendek bisa menyebabkan masalah penyerapan makanan. Hal ini akan berimbas pada kotoran dengan aroma yang jauh lebih menyengat dan warna yang lebih pucat. Kita juga bisa mengalami perut kembung, diare atau mengeluarkan kotoran yang berminyak akibat hal ini.

5. Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Beberapa jenis obat-obatan ternyata dilapisi dengan gula agar lebih mudah dicerna. Masalahnya adalah hal ini ternyata akan mempengaruhi produksi kotoran di dalam perut menjadi lebih menyengat.

6. Kondisi Tubuh yang Sedang Tidak Sehat

Jika kita tiba-tiba mengalami kondisi kotoran yang berbau dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya mewaspadai kondisi kesehatan yang sedang jauh menurun, khususnya di bagian saluran pencernaan.

Bisa jadi hal ini terkait dengan gangguan penyerapan nutrisi di dalam perut sehingga saat berada di dalam tubuh terjadi proses pembusukan dan pembentukan aroma yang sangat busuk.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2019. These 6 factors could be making your poop smell so bad!. timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/six-reasons-why-your-poop-smells-so-bad/photostory/71274090.cms. (Diakses pada 25 September 2019).