Terbit: 16 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Penyebab anus berdarah bervariasi mulai dari kondisi umum seperti konstipasi dan wasir atau kondisi serius seperti radang usus, kanker anus, dll. Ketahui apa saja penyebab pendarahan rektal dan cara mengatasinya.

10 Penyebab Anus Berdarah yang Harus Diwaspadai

Penyebab Anus Berdarah

Anus berdarah adalah darah yang keluar dari anus baik dalam intensitas kecil atau besar yang terdeteksi saat Anda buang air kecil atau buang air besar. Umumnya, pendarahan anus mengacu pada pendarahan dari rektum bagian bawah atau usus besar.

Terdapat berbagai penyebab pendarahan rektal (anus) seperti konstipasi, polip, wasir, infeksi usus, fisura anus, dan lainnya. Berikut ini penyebab anus berdarah:

1. Wasir

Gejala wasir yang paling umum adalah pendarahan pada anus. Wasir adalah pembengkakan pada pembuluh darah di anus dan rektum bagian bawah yang terbagi dalam dua jenis, yaitu: 

  • Pembengkakan dalam rektum (wasir internal).
  • Pembengkakan pada kulit bagian bawah di sekitar anus (wasir eksternal). 

Penyebab pasti wasir tidak diketahui, namun bisa terjadi akibat faktor obesitas, kehamilan, sering mengejan, sembelit kronis, atau efek dari mengangkat benda berat. Pendarahan rektal akibat wasir bukanlah kondisi medis, namun sebaiknya segera ditangani karena menyebabkan ketidaknyamanan. 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

2. Konstipasi

Konstipasi atau sembelit mengacu pada proses buang air besar yang tidak mudah akibat feses besar, kering, dan terlalu besar. Orang yang mengalami konstipasi mungkin tidak dapat buang air besar dalam beberapa hari atau mungkin beberapa minggu. Kondisi ini sering menyebabkan pendarahan pada anus saat Anda mencoba mengejan terlalu kuat agar feses keluar. 

3. Penyakit Polip Usus Besar

Polip usus besar adalah benjolan atau gumpalan jaringan pada lapisan usus besar atau lapisan rektum yang dapat berkembang lebih besar menjadi kanker usus besar (kolorektal) bila tidak segera Anda obati. Umumnya, polip usus besar tidak menunjukkan gejala signifikan, namun pendarahan rektal setelah buang air besar bisa menjadi salah satu tandanya. 

Orang tua berusia lebih dari 50 tahun, perokok, obesitas, atau memiliki riwayat keluarga dengan polip usus besar lebih rentang terkena penyakit ini. Bila ukuran polip semakin besar, maka Anda akan mengalami gangguan pencernaan yang lebih buruk dan berisiko kanker. 

4. Infeksi Usus

Salah satu penyebab anus berdarah lainnya adalah infeksi usus. Infeksi usus adalah bisa terjadi akibat bakteri, virus, atau parasit yang masuk ke dalam usus besar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Infeksi usus bakteri biasanya disebabkan oleh bakteri Salmonella. Gejalanya berupa diare, mual, muntah, kram perut, dan pendarahan anus setelah buang air besar pada kondisi tertentu.

5. Penyakit Radang Usus (IBD)

Penyakit radang usus adalah istilah medis untuk semua gangguan pada sistem pencernaan akibat peradangan kronis. Salah satu gejala radang usus (kolitis) adalah pendarahan anus, penyumbatan usus, diare, kram perut, dan mungkin demam akibat pembengkakan pada lapisan saluran pencernaan.

6. Divertikulosis

Divertikulitis adalah pembentukan kantong kecil (divertikula) di dalam usus yang sebenarnya tidak berbahaya, namun bila divertikula meradang atau infeksi akan menyebabkan kram perut bagian kiri yang akan hilang saat Anda buang gas dan pendarahan anus saat buang air besar. 

Gejala lainnya adalah serangan sakit perut beberapa kali dan demam. Ada dua jenis divertikulitis, yaitu akut dan kronis. Divertikulitis akut aka memicu pembengkakan dan infeksi usus sementara divertikulitis kronis menyebabkan infeksi yang tidak sepenuhnya.

7. Abses Anal

Abses anal adalah infeksi pada kelenjar kecil dalam anus. Kelenjar kecil tersebut sebenarnya membantu melancarkan buang air besar namun infeksi pada kelenjar tersebut dapat menyebabkan kumpulan nanah berkembang sekitar dekat anus.

Penumpukan kelenjar dalam anus dapat menyebabkan penyumbatan dan kemudian menjadi abses anal atau fistula. Gejala abses anal yang paling umum adalah pendarahan anus saat buang air besar, nyeri anus, dan terdapat benjolan merah dekat anus. 

8. Fisura Anus

Fisura anus adalah robekan kecil pada jaringan tipis yang disebut mukosa (lapisan anus). Robekan kecil tersebut dapat terjadi saat Anda mencoba mengejan terlalu kuat untuk mengeluarkan feses yang besar, kering, dan besar. 

Fisura anus termasuk dalam penyebab anus berdarah. Kulit pada jaringan anus terbelah dan menyebabkan pendarahan kecil pada anus. Fisura anus biasanya tidak berbahaya dan robekan kecil akan membaik dengan sendirinya. Walaupun demikian, beberapa pasien dengan fisura anus memerlukan pengobatan, perawatan khusus, hingga mungkin pembedahan.

9. Kanker Anus 

Kanker anus adalah perkembangan sel-sel abnormal (kanker) yang tidak terkendali di dalam anus. Penyebab kanker anus yang paling umum adalah human papillomavirus (HPV) yang juga merupakan penyebab infeksi menular seksual.

Kanker anus adalah jenis kanker yang jarang terjadi, namun berakibat fatal bila terjadi. Pasalnya, sel-sel kanker anus dapat menyebar ke seluruh anus dan ke bagian tubuh lain. Salah satu gejala dari kanker anus adalah anus berdarah saat buang air besar, nyeri, gatal, dan terdapat benjolan sekitar anus.

10. Kanker Usus Besar

Kanker usus besar (kanker kolorektal) adalah kanker yang disebabkan oleh mutasi genetik yang menyebabkan penumpukan sel-sel abnormal pada lapisan usus. Sel-sel kanker kolorektal mungkin dimulai di usus besar atau rektum, keduanya adalah bagian dari sistem pencernaan yang sangat penting.

Salah satu gejala kanker usus besar adalah pendarahan pada anus, namun dokter harus memeriksanya lebih lanjut untuk menentukan jenis, stadium, dan rencana perawatan kanker terbaik. 

Itulah beberapa penyebab anus berdarah. Sebagian kasus pendarahan pada anus tidak berbahaya dan dapat sembuh bila Anda melakukan pengobatan untuk masalah sistem pencernaan, namun pendarahan anus tidak biasa dan terjadi dalam jangka panjang bisa menjadi tanda kanker usus atau kanker anus.

 

  1. Cleveland Clinic. 2020. Rectal Bleeding: Possible Causes. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/14612-rectal-bleeding/possible-causes. (Diakses pada 16 November 2020). 
  2. Mayo Clinic. 2020. Rectal bleeding. https://www.mayoclinic.org/symptoms/rectal-bleeding/basics/definition/sym-20050740. (Diakses pada 16 November 2020). 
  3. Mayo Clinic. 2020. Rectal bleeding. https://www.mayoclinic.org/symptoms/rectal-bleeding/basics/causes/sym-20050740. (Diakses pada 16 November 2020). 
  4. Nall, Rachel, MSN, CRNA. 2019. Everything You Need to Know About Rectal Hemorrhage. https://www.healthline.com/health/rectal-bleeding. (Diakses pada 16 November 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi