5 Penyebab Air Mani Sangat Encer dan Berair

DokterSehat.Com – Memiliki sperma yang sehat akan memudahkan pria melakukan pembuahan. Kehamilan akan lebih mudah terjadi dan kemungkinan terjadi kemandulan akan kecil. Sayangnya, gangguan pada sperma atau secara umum air mani bisa terjadi pada pria. Sel yang keluar bisa mengalami cacat atau air mani yang biasanya kental jadi sangat encer dan berair.

Penyebab air mani encer dan berair

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan air mani menjadi sangat encer dan juga berair dan kadang berubah warna. Kondisi ini bisa memengaruhi kesuburan dari seseorang sehingga kita harus bisa mewaspadainya.

  1. Jumlah sel sperma yang sedikit

Jumlah sel sperma yang sedikit menyebabkan seorang pria memiliki air mani yang sangat encer. Normalnya air mani bisa dikatakan sehat kalau memiliki setidaknya 15 juta sel per mililiter air mani. Kalau jumlahnya menurun, seseorang tidak akan dikatakan mandul, tapi kemampuan untuk melakukan pembuahan akan sangat rendah.

Seseorang bisa mengalami penurunan jumlah sperma di dalam air manisnya karena banyak hal. Ada yang menurun karena kelainan hormon seperti hipertiroidisme infeksi di testis tempat sperma dihasilkan, penggunaan obat tertentu, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan terpapar zat kimia atau racun.

  1. Sering mengalami ejakulasi

Air mani akan encer dengan sendirinya kalau seorang pria melakukan ejakulasi terus-menerus. Misal dalam satu hari ejakulasi berjalan lebih dari sekali, air mani akan cenderung encer dan jumlahnya tidak banyak.

Cara terbaik untuk mengembalikan ejakulasi yang kental adalah dengan menunda selama 2-3 hari. Setelah itu air mani yang dihasilkan akan lebih kental dan jumlah spermanya meningkat.

  1. Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang terjadi di testis. Pembengkakan ini menyebabkan gangguan pada testis. Organ kecil ini akan membengkak dan terasa tidak nyaman saat disentuh. Kalau kondisi varikokel tidak segera diatasi, kemungkinan terjadi masalah pada kesuburan dan mani encer akan lebih besar.

  1. Defisiensi seng

Seng atau zinc bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan merangsang produksi sperma dalam jumlah banyak dan serat. Kalau di dalam tubuh tidak memiliki kadar seng yang tinggi, kemungkinan besar akan terjadi masalah pada produksi. Dampaknya sperma yang dikeluarkan bersama dengan air mani tidak akan kental.

  1. Ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde adalah ejakulasi terbaik dan membuat sperma dan air mani masuk ke dalam tubuh lagi seperti kandung kemih. Selanjutnya air mani akan keluar bersama dengan urine. Kondisi ini akan membuat pria susah membuahi pasangannya dan seks yang dialami tidak berjalan dengan sempurna.

Kesuburan dan perubahan warna air mani

Salah satu isu yang mengikuti masalah air mani encer adalah masalah kesuburan dari seseorang. Nah, kesuburan dari seseorang ini apakah dipengaruhi oleh air mani yang encer? Jawaban bisa ya atau tidak. Kalau encernya air mani hanya sementara saja mungkin tidak masalah. Namun. kalau air mani terus encer kemungkinan terjadi penurunan kesuburan tetap ada dan sulit melakukan pembuahan.

Selain masalah kesuburan, air mani yang encer juga erat hubungannya dengan perubahan warna. Umumnya air mani memiliki warna putih kental. Namun, kalau terjadi beberapa masalah pada tubuh warnanya bisa berubah jadi merah muda, merah, dan coklat atau abu-abu. Kondisi ini muncul akibat tekanan darah tinggi, infeksi penyakit seks, infeksi prostat hingga kanker di sekitar testis, prostat, dan uretra.

Penanganan air mani encer dan berair

Masalah air mani encer dan ada perubahan warna biasanya diatasi dengan mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Kalau seseorang mengalami varikokel atau pembengkakan pembuluh darah di testis pengobatan ada dua pertama dengan melakukan operasi laparoscopy.

Dokter akan memasukkan semacam alat dengan kamera kecil dengan melakukan pembedahan di perut. Selanjutnya varikokel akan dihilangkan. Selanjutnya Percutaneous embolization untuk mengembalikan lagi aliran darah ke testis sehingga penyumbatan tidak terjadi.

Cara lain untuk mengatasi air mani yang terlalu encer adalah dengan mengubah gaya hidup. Gaya hidup yang harus dijalani agar air mani sehat atau tidak terjadi pengenceran hingga perubahan warna adalah menjaga berat badan, mengatasi stres, tidur dengan cukup, tidak merokok lagi, membatasi konsumsi alkohol, dan berolahraga.

Kapan harus ke dokter?

Air mani yang terlalu cair memang bisa terjadi pada siapa saja dan tidak selalu berhubungan dengan penyakit kronis. Meski demikian, untuk jaga-jaga ada masalah yang sangat besar, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal di bawah ini. Kalau gejala ini muncul, segera ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.

  • Muncul cairan abnormal yang keluar dari penis. Cairan ini bukan cairan praejakulasi atau cairan ejakulasi.
  • Sering mengalami nyeri dan sulit saat buang air kecil.
  • Terjadi perubahan warna pada testis seperti agak kebiruan atau menjadi lebih gelap. Selain perubahan warna, kemungkinan besar juga akan terjadi rasa nyeri yang sangat kuat.
  • Perut bawah dan pinggang terasa sangat sakit. Apalagi saat mengangkat benda berat atau saat duduk.
  • Demam dengan intensitas berbeda-beda.
  • Meriang antara panas dan dingin di tubuh.
  • Mual dan muntah.

Kalau gejala di atas muncul, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, tidak hanya pada kualitas sperma dan kesehatan reproduksi saja. Kalau ditemui masalah yang serius, dokter akan segera melakukan pengobatan secara bertahap termasuk mengatasi masalah sperma  atau air mani yang encer.

Demikianlah ulasan tentang air mani yang encer dan berair serta penyebab utamanya. Kalau Anda merasa mengalami gangguan ini ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi Anda sedang mengalami kesulitan dalam melakukan pembuahan dan mendapatkan kehamilan. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.