Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Air ketuban merupakan komponen penting bagi kehamilan. Kekurangan cairan ketuban dapat membahayakan kondisi ibu dan janin. Sebenarnya apa penyebab air ketuban menyusut atau berkurang? Bagaimana mengatasinya?

Penyebab Air Ketuban Menyusut dan Cara Mengatasinya

Fungsi Air Ketuban Selama Kehamilan

Beberapa hari setelah terjadi pembuahan, kantung ketuban akan mulai terbentuk dan terisi cairan. Awalnya kantung ketuban akan berisi air, namun setelah usia kehamilan memasuki 2 bulan, kantung ketuban akan berisi urine dari janin.

Air ketuban memiliki fungsi yang sangat penting, di antaranya melindungi dari benturan, mencegah infeksi, mengendalikan suhu, meyediakan nutrisi bagi bayi, serta mendukung perkembangan paru-paru dan pencernaan. Air ketuban juga berperan penting dalam mendukung perkembangan otot dan tulang, serta memastikan jari-jari bayi tumbuh sempurna.

Komposisi air ketuban akan berubah selama kehamilan, begitu juga volumenya. Semakin mendekati persalinan volume air ketuban akan meningkat hingga mendekati 1 liter.

Penyebab Air Ketuban Berkurang

Pada beberapa kasus, banyak wanita mengalami air ketuban yang berkurang, salah satunya pengaruh obat yang dikonsumsi. Beberapa obat seperti obat anti inflamsi non steorid, ibuprofen, dan jenis obat-obatan lainnya dapat menurunkan jumlah cairan ketuban.

Selain obat-obatan, gangguan plasenta juga dapat membuat air ketuban berkurang selama kehamilan. Hal ini disebut insufisiensi plasenta dimana plasenta yang seharusnya memasok darah dan nutrisi ke tubuh bayi tiba-tiba berhenti berfungsi. Berkurangnya cairan ketuban juga dapat disebabkan oleh dehidrasi dan kelelahan.

Cara Mengatasi Air Ketuban yang Berkurang

Kondisi kekurangan cairan ketuban atau air ketuban berada di bawah jumlah normal disebut dengan oligohidramnion. Untuk mengatasinya, Anda bisa memperbanyaki istirahat, meningkatkan asupan cairan, hindari merokok, dan makan makanan bergizi. Selalu konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami gangguan kehamilan, terutama jika berat badan janin berada di bawha rata-rata.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi