Terbit: 11 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Air kencing yang bau bukannya tanpa sebab. Ya, air kencing atau urine yang keluar dari tubuh memang menjadi penanda ada atau tidaknya masalah kesehatan. Nah, jika urine yang Anda keluarkan baunya tajam, ada sejumlah kemungkinan yang mendasarinya. Apa saja penyebab urine berbau tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

15 Penyebab Air Kencing Bau yang Harus Diketahui

Penyebab Air Kencing Bau

Aroma air kencing yang tajam tentu akan membuat Anda tidak nyaman. Mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Dehidrasi

Penyebab utama dari air kencing bau adalah dehidrasi. Saat tubuh mengalami dehidrasi, mau tidak mau cairan akan digunakan dalam jumlah banyak. Dampaknya, urine menjadi lebih pekat karena kekurangan banyak cairan yang akan dibuang.

Urine yang pekat akibat dehidrasi ini warnanya akan menjadi lebih kuning dan aromanya sangat tajam. Kalau sudah mengalami kondisi ini, Anda sebaiknya segera minum air putih yang banyak, dan untuk ke depannya, pastikan kebutuhan cairan setiap hari terpenuhi.

Dehidrasi bukanlah kondisi yang sepele. Kadar cairan tubuh yang sedikit dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Bahkan, hal ini dapat mengancam keselamatan jiwa Anda.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

2. Infeksi Saluran Kemih

Urine yang berbau tidak sedap juga bisa menjadi pertanda dari adanya penyakit infeksi saluran kemih (ISK) yang cukup parah. Infeksi ini menyebabkan saluran kemih (uretra) mengalami iritasi dan peradangan.

Alhasil, pada uretra tersebut muncul lesi atau luka. Luka inilah yang lantas akan menyebabkan urine yang keluar memiliki bau tidak sedap. Aroma air kencing yang tidak sedap ini bahkan akan semakin kuat ketika pria atau wanita mengonsumsi antibiotik.

3. Minum Kopi Terlalu Banyak

Minum kopi memang nikmat, namun jika berlebihan, maka konsekuensinya adalah air kencing yang Anda keluarkan jadi memiliki aroma yang lebih tajam dari biasanya. Menurut seorang pakar urologi dari Los Angeles, AS yakni Adam Ramin, MD, urine yang berbau akibat terlalu banyak minum kopi ini terjadi karena adanya metabolisme kafein yang menjadi kandungan utamanya.

Sebenarnya, Anda bisa-bisa saja mengonsumsi kopi sesuai dengan keinginan tanpa harus khawatir kencing menjadi berbau nantinya. Cara menyiasatinya adalah dengan minum air putih yang cukup terlebih dahulu sebelum minum kopi.

4. Mengonsumsi Makanan Berbau Tajam

Mengonsumsi makanan yang berbau tajam seperti jengkol dan petai menjadi penyebab selanjutnya dari air kencing bau. Bahkan, aroma tajam khas jengkol dan petai pada urine yang Anda keluarkan ini bisa bertahan selama 1-2 hari.

Oleh sebab itu—sama seperti pada kasus kopi—Anda bisa meminimalisir aroma tidak sedap tersebut dengan cara memperbanyak minum air putih setelah mengonsumsi salah satu atau keduanya.

5. Mengalami Diabetes

Urine yang berbau umum dialami oleh para penderita penyakit gula darah alias diabetes, khususnya diabetes tipe-2 (diabetes mellitus). Hal ini terjadi karena banyaknya kandungan protein dan juga munculnya infeksi di sekitar saluran kemih akibat kadar gula darah (glukosa) yang terlalu tinggi.

Kondisi ini juga bisa terjadi pada mereka yang baru sampai tahap pradiabetes. Maka dari itu, pemeriksaan medis harus segera dilakukan guna memastikannya.

6. Fistula Kandung Kemih

Penyebab air kencing berbau lainnya adalah fistula kandung kemih. Fistula kandung kemih terjadi saat Anda mengalami cedera atau cacat yang memungkinkan bakteri dari usus masuk ke kandung kemih.

Fistula kandung kemih dapat terjadi karena cedera bedah atau penyakit pada usus, seperti:

  • Radang usus
  • Kolitis ulserativa
  • Penyakit Crohn

7. Mengonsumsi Sayuran Tertentu

Kalau Anda mengonsumsi jenis sayuran tertentu, hal ini juga dapat menyebabkan air kencing menjadi bau, bahkan tak jarang aromanya cenderung tidak sedap. Sayuran yang dimaksud antara antara lain asparagus, brokoli, dan aneka kol. Selain itu, ada juga bawang putih yang merupakan pemicu aroma urine menjadi lebih tajam.

Anda bisa mengatasi penyebab air kencing bau yang satu ini dengan minum air putih yang banyak. Hal ini guna meningkatkan frekuensi berkemih. Semakin banyak urine yang keluar, aroma yang keluar akan semakin menipis. Selain itu, Anda bisa mengganti sayuran-sayuran tersebut dengan jenis lain asal manfaatnya sama.

8. Suplemen Vitamin B6

Penyebab urine berbau juga bisa berupa suplemen vitamin. Dalam hal ini, suplemen vitamin B6 menjadi ‘biang keladinya’. Akan tetapi, hal ini merupakan suatu hal yang wajar dan yang perlu Anda lakukan adalah dengan minum air putih yang banyak sehingga aroma urine bisa kembali normal seperti sedia kala.

9. Obat-obatan

Tidak hanya suplemen vitamin B6, sejumlah obat-obatan juga memiliki efek samping berupa perubahan aroma urine menjadi lebih berbau. Obat-obatan tersebut antara lain:

  • Antibiotik sulfonamida
  • Obat antidiabetes
  • Obat kemoterapi

10. Penggunaan Produk Pembersih Organ Intim

Apakah Anda—terutama para wanita—rutin menggunakan produk pembersih organ intim? Jika ya, maka Anda harus hatu jika hal ini sedikit banyak turut berperan dalam menghasilkan aroma air kencing yang tajam.

Studi terbaru yang dirilis oleh Journal of Women’s Health mengungkapkan jika produk ini memiliki komponen organik yang sayangnya justru berbahaya bagi kesehatan. Komponen-komponen tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri baik yang ada pada area organ intim.

Akibatnya, organ intim Anda justru berpotensi mengalami infeksi oleh bakteri jahat. Inilah yang kemudian menyebabkan air kencing menjadi bau.

11. Menderita Penyakit Batu Ginjal

Menurut National Kidney Foundation, batu ginjal terbentuk ketika unsur-unsur kimia pada urine mengalami pengkristalan. Maka tidak heran jika Anda yang menderita penyakit batu ginjal ini akan memiliki urine yang berbau tajam.

Selain berbau tidak sedap, urine yang keluar apabila Anda menderita penyakit batu ginjal memiliki karakteristik yakni berwarna lebih pekat dan berbusa.

12. Infeksi Jamur

Infeksi jamur juga menjadi salah satu alasan lainnya mengapa air kencing Anda bau. Menjadi semakin parah apabila di saat yang bersamaan Anda juga sedang mengonsumsi obat antibiotik, pil KB, atau mengalami sejumlah masalah kesehatan seperti:

  • Diabetes
  • Gangguan autoimun
  • Hamil

13. Memiliki Kelainan Genetik

Kendati kasusnya jarang, namun kelainan genetik tertentu juga memiliki kaitan dengan bau urine yang tidak sedap. Jika air kencing Anda berbau busuk, asam, atau bahkan amis, Anda mungkin memiliki kondisi medis yang disebut trimetilaminuria.

Menurut National Human Genome Research Institute, trimetilaminuria lebih sering terjadi pada wanita. Gejala dapat memburuk atau menjadi lebih jelas ketika memasuki masa pubertas, menggunakan kontrasepsi oral, atau saat memasuki periode menopause.

14. Hamil

Kalau penyebab air kencing bau yang satu ini mungkin merupakan kabar baik untuk Anda. Ya, perubahan aroma urine ternyata juga bisa menjadi pertanda kalau Anda sedang hamil!

Hal ini tentu terkait dengan adanya perubahan hormon yang terjadi saat mengalami kehamilan. Biasanya, Anda akan sering mengalaminya pada trimester pertama. Tidak usah khawatir karena ini bukanlah sesuatu yang berbahaya. Jika ragu, Anda bisa mengonsultasikannya dengan dokter.

15. Penyakit Menular Seksual (PMS)

Menderita penyakit menular seksual (PMS) juga kemungkinan akan membuat Anda mengeluarkan urine yang berbau tajam cenderung tidak sedap. Lagi-lagi hal ini karena adanya infeksi yang sedang terjadi. Jenis PMS yang bisa menyebabkan timbulnya gejala ini adalah:

  • Klamidia
  • Trikomoniasis

Selain urine yang berbau, gejala lainnya yang mungkin Anda rasakan adalah sensasi terbakar di saluran kemih. Segera kunjungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut agar bisa mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Hal Lain yang Harus Diperhatikan saat Buang Air Kecil

Bukan hanya mengetahui penyebab air kencing bau. Ada hal lain yang harus Anda perhatikan dari urine. Beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Adanya Gelembung dan Busa

Adanya gelembung pada urine bukanlah hal normal jika jumlahnya cukup banyak. Apabila Anda mengalaminya, berarti kadar protein urine tergolong tinggi sehingga  memicu aroma tidak sedap, pun ini menjadi pertanda dari kondisi kesehatan tertentu yang sebelumnya tidak Anda miliki.

Selain bergelembung, urine juga bisa berbusa. Jika ini yang terjadi, maka kemungkinan ada gangguan pada ginjal. Atau, bisa jadi hal tersebut menandakan tekanan darah yang tinggi.

2. Kekuatan Semburan Urine

Khusus pada pria, perhatikan semburan air kencing yang keluar dari uretra. Apabila organ dalam pria sehat, semburannya akan kuat dari awal hingga akhir. Sementara jika semburan lemah, berarti ada gangguan pada otot pelvis, kandung kemih, dan prostat.

3. Warna Urine

Warna dari urine juga menentukan kondisi kesehatan. Jika warnanya terlalu kuning bisa jadi Anda sedang dehidrasi atau mengalami hepatitis. Kalau setelah minum banyak air warnanya memudar, maka ini bukanlah suatu hal yang mengkhawatirkan.

Kalau urine keluar dengan warna agak kemerahan dan terasa sakit, kemungkinan besar sedang terjadi infeksi yang menyebabkan peradangan dan perdarahan di dalam tubuh.

 

  1. Andersen, C et al. 2020. 13 Reasons Your Urine Is Smelly. https://www.womenshealthmag.com/health/a19931057/causes-of-smelly-urine/ (accessed on 11 November 2020)
  2. Anonim. Smelly Urine. https://www.nhs.uk/conditions/smelly-urine/ (accessed on 11 November 2020)
  3. Kivi, R. 2019. What causes abnormal urine odor? https://www.healthline.com/health/urine-odor (accessed on 11 November 2020)
  4. Villines, Z. 2020. What Causes Smelly Urine? https://www.medicalnewstoday.com/articles/smelly-urine (accessed on 11 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi