Penyakit yang Diidap Al Ghazali Ini Diturunkan Oleh Ayahnya

al-ghazali-doktersehat
Photo Source: majunkri.com

DokterSehat.Com– Putra musisi terkemuka Ahmad Dhani, Al Ghazali beberapa saat lalu dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Condet, Jakarta. Banyak orang yang menuding Al berada dalam pengaruh alkohol saat mengalami kecelakaan ini. Hal ini langsung dibantah oleh pihak keluarganya, termasuk sang ayah. Dhani bahkan sampai memberikan penjelasan lengkap terkait dengan kecelakaan dan kondisi yang menimpa buah hatinya ini.

Saat itu, Al ternyata akan berkunjung ke rumah ibu kandungnya, Maia Estianty di kawasan Cililitan. Saat berkendara, tiba-tiba saja Al pingsan sehingga sampai mengalami kecelakaan. Setelah dibantu warga sekitar, Al pun langsung mengabarkan kondisinya ke keluarganya. Dhani juga menyebutkan bahwa pengaruh obat yang dikonsumsi Al sebelum berkendara menjadi penyebab hal ini.

“Al terkena penyakit EMM (erythema multiforme major). Penyakit ini akibat keracunan obat sehingga tidak semua obat bisa ia konsumsi. Penyakit ini diturunkan dari saya,” ungkap musisi Dewa 19 ini.

Dhani sendiri mengaku menderita penyakit yang sama saat usianya baru 20-an. Hanya saja, tingkat keparahan penyakit EMM yang dialami Dhani dan Al berbeda. Menurut pria asal Surabaya ini, kondisi yang dialami Al jauh lebih parah dibandingkan dengan dirinya.

“Dulu penyakit ini menyerang kelamin saya saja, kalau Al nggak hanya kelamin, bibirnya juga kena,” lanjut Dhani.

Pakar kesehatan menyebut penyakit EMM ini sebagai kondisi yang menyerang siapa saja dengan kondisi badan yang tidak fit. Sebagai informasi, EMM sebenarnya adalah reaksi yang tidak biasa pada kulit akibat adanya infeksi atau konsumsi obat-obatan tertentu. Yang menjadi masalah adalah, kondisi ini bisa berubah menjadi sangat parah pada sebagian kecil orang dan akhirnya menyerang mulut, alat kelamin, hingga mata. Beruntung, penyakit ini tidak menular.

Penyakit EMM disebut-sebut terjadi pada 1 dari 1.500 pria di seluruh dunia. Gejala dari penyakit ini bisa berupa demam, sensasi tidak enak badan, gatal-gatal parah pada kulit, nyeri sendi, lesi kulit seperti bintil, jerawat kecil, atau bahkan biduran. Di bagian mata, akan muncul gejala mata kering dan mata merah, keluarnya cairan, dan sensasi terbakar. Mulut penderitanya juga akan terasa sakit.

Proses pengobatan gejala dari penyakit ini hanya bisa dilakukan sesuai dengan saran dokter. Biasanya, dokter akan memberikan resep obat demi mengatasinya.