Penyakit yang Bisa Diobati dengan Akupuntur

Doktersehat-manfaat akupuntur
Photo Credit: Flickr.com/Putney Clinic

DokterSehat.Com – Akupunktur adalah praktik penyembuhan kuno dari pengobatan China tradisional di mana jarum tipis ditempatkan pada titik-titik tertentu di dalam tubuh. Akupuntur bermanfaat meredakan nyeri, tapi bisa juga digunakan untuk mengobati kondisi lain. Lebih dari 3 juta orang Amerika pernah melakukan akupunktur. Tetapi sesungguhnya pengobatan ini lebih populer di negara-negara Asia.

Akupunktur bekerja dengan cara berusaha melepaskan aliran energi vital tubuh atau Chi (aliran energi) dengan merangsang titik sepanjang 14 jalur energi. Para ilmuwan mengatakan, jarum membantu tubuh melepaskan endorfin (obat penghilang rasa sakit alami) dan meningkatkan aliran darah serta mengubah aktivitas otak. Namun bagi kaum skeptis mengatakan, akupunktur bekerja hanya karena orang-orang percaya akan efek yang disebut efek plasebo.

Baca juga: Akupuntur Bisa Mengatasi Tangisan Bayi yang Tak Kunjung Berhenti

Jarum akupunktur sangat tipis dan kebanyakan orang mengaku tidak merasakan sakit atau hanya sedikit merasakan sakit ketika jarum ditusukkan ke tubuh mereka. Mereka yang sudah atau sering melakukannya mengatakan, tubuhnya jadi lebih berenergi atau santai setelah perawatan.

Penyakit yang Bisa Diobati dengan Akupuntur

Berikut beberapa penyakit yang dipercaya bisa diobati dengan akupuntur:

1. Nyeri

Orang-orang telah mencoba akupunktur untuk nyeri leher, nyeri otot, tennis elbow (nyeri dan peradangan pada sendi di sisi luar siku), dan kram menstruasi. World Health Organizatio (WHO) memiliki 28 daftar kondisi kesehatan yang bisa diobati dengan akupunktur.

2. Sakit gigi

Akupunktur mengurangi rasa sakit saat pencabutan gigi atau operasi gigi.

Baca juga: Masih Penasaran Dengan Cara Akupuntur Bisa Menyembuhkan Penyakit? Ini Alasannya

3. Carpal tuner syndrome

Di Taiwan, akupunktur pernah diuji dan dibandingkan dengan pil steroid untuk mengobati nyeri tangan dan lengan karena carpal tunnel syndrome. Hasilnya, kelompok yang melakukan akupuntur sekitar satu bulan melaporkan merasa lebih lega untuk waktu yang lama.

4. Nyeri arthritis

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, Amerika Serikat, mengatakan, titik akupunktur bisa membantu pengobatan konvensional untuk osteoarthritis, terutama meredakan nyeri arthritis di lutut.

5. Fibromyalgia

Studi yang menguji seberapa akupunktur juga membuktikan bahwa pengobatan ini dapat melawan rasa sakit yang diakibatkan fibromyalgia. Sebuah studi kecil yang dilakukan Mayo Clinic juga mengatakan hal yang sama. Akupunktur dapat mengurangi dua masalah lain dari fibromyalgia, yakni kelelahan dan kecemasan. Tapi secara keseluruhan, belum ada bukti cukup bahwa akupunktur bekerja untuk fibromyalgia.

6. Sakit kepala

Akupunktur atau pengobatan tusuk jarum dapat membantu meringankan migrain atau sakit kepala karena tegang. Penelitian menemukan bahwa orang yang melakukan akupunktur merasakan lebih sedikit ketegangan yang diakibatkan sakit kepala ketegangan daripada mereka yang melakukan pengobatan konvensional.

7. Nyeri punggung

Jika pengobatan standar tidak dapat meredakan nyeri punggung kronis, akupunktur bisa melakukannya. Satu penelitian besar menemukan bahwa akupunktur bekerja lebih baik daripada pengobatan konvensional pada sakit punggung.

Risiko Akupuntur

Selain memberikan manfaat untuk pengobatan, terapi akupuntur juga memiliki risiko yang perlu Anda ketahui:

  • Terapi akupuntur berbahaya jika seorang pasien mengalami kelainan perdarahan atau menggunakan pengencer darah.
  • Perdarahan, memar, dan nyeri dapat terjadi di tempat penyisipan.
  • Jarum yang tidak disterilkan dapat menginfeksi pasien.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, jarum dapat merusak dan merusak organ internal.
  • Ketika dimasukkan secara mendalam ke dada atau punggung bagian atas, ada risiko paru yang kolaps, tetapi ini sangat jarang.

Baca juga: Akupuntur, Cara Alternatif Untuk Menurunkan Berat Badan

Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (AS) mengatur jarum akupunktur sebagai alat medis. Pembuatan dan pelabelan mereka harus memenuhi standar tertentu. Jarum harus steril, tidak beracun, dan diberi label untuk satu penggunaan saja oleh praktisi berlisensi.

Seperti halnya terapi komplementer, disarankan untuk menggunakannya bersamaan dengan perawatan konvensional dalam kasus penyakit kronis atau berat.

Nah, itu dia manfaat akupuntur untuk pengobatan. Ingat! Tetap berhati-hati saat melakukan terapi akupuntur ya, Teman Sehat!