5 Penyakit Menular Seksual yang Mengganggu Kesuburan Pria dan Wanita

penyakit-seks-ganggu-fertilitas-doktersehat

DokterSehat.Com – Bagi mereka yang sudah menikah, memiliki keturunan adalah hal yang sangat diinginkan. Oleh karena itu, pria dan wanita akan selalu berusaha untuk menjaga kesuburannya dengan baik. Kalau kesuburan baik, kemungkinan memiliki momongan akan tinggi, bahkan beberapa kali berhubungan seks bisa terjadi pembuahan. Benarkah penyakit seksual menyebabkan kemandulan?

Sayangnya, gangguan pada kesuburan yang muncul pada pria dan juga wanita ada banyak. Yang paling sering mengganggu adalah obesitas yang terjadi pada pria dan juga wanita. Obesitas menyebabkan kesuburan anjlok dan kemungkinan terjadi gangguan kehamilan akan besar. Terakhir adalah masalah penyakit menular seksual.

Jenis penyakit seksual yang menyebabkan kemandulan

Penyakit menular seksual ada banyak, tapi tidak semuanya berhubungan dengan kesuburan. Namun, secara umum semua penyakit di area kemaluan dan saluran reproduksi bisa memicu infertilitas. Berikut jenis penyakit seksual menyebabkan kemandulan yang harus diwaspadai:

  1. Klamidia

Klamidia bisa berdampak pada pria dan juga wanita. Namun, efek pada wanita jauh lebih besar kalau penyakit tidak segera diatasi dengan baik. Klamidia bisa menyebabkan gangguan pada tuba falopi. Seperti yang kita tahu tuba falopi merupakan saluran yang digunakan untuk lalu-lintas sel telur.

Saat mengalami klamidia, tuba falopi akan mengalami inflamasi. Karena terjadi inflamasi ini, sel telur akan susah bergerak sehingga kemungkinan terjadi pembuahan akan menjadi besar.

  1. Gonore

Gonore juga bisa menyebabkan gangguan pada pria dan juga wanita. Namun, dampak paling besar terjadi pada pria. Virus yang terlalu banyak dan tidak segera disembuhkan akan menyebabkan gangguan pada testis dan saluran sperma. Kondisi ini menyebabkan sperma jadi rusak dan termasuk ke dalam salah satu penyakit seksual menyebabkan kemandulan.

  1. Mycoplasma

Mycoplasma menyebabkan gangguan di panggul kalau tidak segera diatasi. Inflamasi yang muncul di panggul bisa mengganggu organ yang ada di sekitarnya termasuk area rahim dan juga testis. Kalau Anda memiliki penyakit menular seksual, jangan pernah menyepelekannya.

Lakukan pengobatan secara rutin dan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tubuh. Lebih baik repot di awal daripada nanti menjadi masalah yang cukup rumit. Tentu Anda tidak mau ‘kan terkena penyakit seksual menyebabkan kemandulan?

  1. Herpes

Herpes mungkin terlihat hanya dalam bentuk luka dan bisul pada area kemaluan saja. Namun, penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini juga memengaruhi kesuburan khususnya pada pria. Dari penelitian yang dilakukan ternyata ada hubungan antara virus herpes simplex dengan kualitas dari sperma.

Pria yang memiliki herpes di dalam tubuhnya akan memiliki sperma yang terkontaminasi virus. Hal ini menyebabkan sperma jadi tidak bisa berkualitas dan pembuahan jadi susah terjadi. Pria disarankan untuk menjaga daya tahan tubuhnya agar virus kembali dorman sehingga sperma yang dihasilkan akan kembali berkualitas.

  1. HIV

HIV juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada pasangan khususnya pria. Meski penyebab penurunan kesuburan tidak diketahui dengan jelas, kemungkinan besar masalah sperma muncul karena HIV. Virus yang ikut keluar dengan air manis dan sperma disinyalir bisa menyebabkan penurunan kesuburan pada pria.

Meski HIV bisa menyebabkan penurunan kesuburan, beberapa pria tetap bisa melakukan pembuahan. Hanya saja pembuahan pada pria yang positif HIV sangat berisiko. Oleh karena itu saat ini diciptakan beberapa jenis obat seperti PrEP yang bisa digunakan untuk mencegah penularan HIV pada partner. Jadi, meski sudah memiliki HIV, kehidupan seorang pria tidak berakhir.

Cara mencegah penularan penyakit menular seksual

Cara mengatasi masalah fertilitas adalah dengan menjaga kesehatan dari penyakit menular seksual. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Selalu melakukan seks dengan menggunakan pengaman. Dengan menggunakan pengaman, kemungkinan terjadi penularan penyakit akan rendah. Beberapa penyakit seperti herpes atau HPV mungkin masih tetap bisa menular karena bisa hidup di luar saluran reproduksi.
  • Selalu melakukan pemeriksaan rutin terkait dengan kondisi tubuh setiap setahun sekali atau setahun dua kali. Dengan melakukan pemeriksaan ini Anda dan pasangan bisa tahu kondisi masing-masing. Jadi, melakukan seks tanpa kondom pun aman.
  • Jangan melakukan seks oral tanpa menggunakan kondom. Selama ini banyak orang menganggap kalau seks oral tidak akan menyebarkan penyakit seks. Faktanya banyak penyakit seperti gonore yang menular melalui seks jenis ini.
  • Kenali tanda-tanda penyakit menular seksual. Begitu tanda muncul, segera lakuan pemeriksaan atau pengobatan. Kalau Anda melihatnya pada pasangan, sesegera mungkin memberi tahunya.

Cara meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita

Memiliki penyakit kelamin atau tidak, masalah kesuburan bisa anjlok pada pria dan juga wanita. Berikut beberapa cara untuk meningkatkan kesuburan yang bisa Anda lakukan:

  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan. Makanan dengan kandungan antioksidan diketahui bisa menyebabkan sperma jadi lebih sehat dan kualitasnya meningkat. Sementara itu pada wanita, sel telur juga lebih sehat saat terjadi ovulasi.
  • Menghindari makanan dengan lemak trans. Gunakan lemak yang aman seperti dari minyak kelapa asli atau minyak zaitun.
  • Kurangi karbohidrat sederhana. Lebih baik menggunakan karbohidrat kompleks seperti ubi, singkong, atau nasi merah. Selanjutnya kurangi gula meja dan aneka pemanis lainnya.
  • Coba ganti protein hewani dengan protein nabati. Protein ini akan meningkatkan kesuburan khususnya pada wanita.
  • Lebih aktif setiap harinya. Anda tidak perlu olahraga terlalu intens. Cukup lakukan olahraga ringan asal rutin.
  • Kurangi konsumsi kafein berlebihan setiap harinya.
  • Kurangi tekanan di tubuh dan sesekali lakukan relaksasi. Stres berlebih juga bisa memicu kondisi tidak subur.

Berdasarkan ulasan di atas kita bisa sedikit menyimpulkan kalau menjaga kesehatan organ reproduksi sangat penting. Oleh karena itu, perhatikan sanitasi hingga masalah lebih kompleks lain seperti seks. Kalau sampai penyakit seksual muncul, kemungkinan terjadi gangguan akan besar, tidak hanya fertilitas saja, tapi juga mengancam nyawa.