Terbit: 23 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Penyakit radang panggul adalah infeksi pada organ wanita akibat bakteri yang dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kemandulan atau kematian. Ketahui informasi selengkapnya tentang gejala, penyebab, cara mengobati, pencegahan, dan lainnya di bawah ini!

Penyakit Radang Panggul: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Penyakit Radang Panggul?

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada organ reproduksi wanita. PID biasanya terjadi ketika bakteri menyebar dari vagina ke rahim, tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur).

Jika infeksi masuk ke dalam aliran darah, PID bisa sangat berbahaya dan bahkan mengancam jiwa. Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi, termasuk bakteri yang juga menyebabkan penyakit menular seksual (IMS), seperti gonore dan klamidia.

Gejala Radang Panggul

Tanda dan gejala penyakit ini bisa ringan dan sulit dikenali. Bahkan pada beberapa wanita tidak mengalami tanda atau gejala apa pun. Akibatnya, penderita tidak menyadari bahwa ia memilikinya sampai mengalami kesulitan hamil atau mengalami nyeri panggul kronis.

Ketika gejalanya muncul, berikut ini ciri-ciri radang panggul yang perlu dikenali:

  • Nyeri perut bagian bawah dan panggul yang ringan hingga berat.
  • Pendarahan selama atau setelah hubungan seksual atau antara siklus menstruasi.
  • Dispareunia, nyeri saat berhubungan intim.
  • Menstruasi yang berat dan menyakitkan.
  • Demam tinggi.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh terasa lelah.
  • Keputihan meningkat, berubah warna kekuningan atau kehijauan, dan berbau tidak sedap.
  • Buang air kecil terasa menyakitkan, sering, atau sulit.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Jika Anda memiliki gejala radang panggul yang ringan atau berat, segera dapatkan penanganan medis. Infeksi mungkin dapat menyebar ke aliran darah atau bagian lain dari tubuh yang bisa mengancam nyawa.

Jika memiliki tanda dan gejala PID yang tidak parah, tetap periksakan ke dokter sesegera mungkin. Keputihan yang berbau tidak sedap, buang air kecil yang menyakitkan, atau perdarahan di antara siklus menstruasi juga bisa menjadi gejala penyakit menular seksual (PMS).

Jika memiliki ciri-ciri radang panggul, berhentilah berhubungan seks dan segera ke dokter. Perawatan yang cepat untuk PMS dapat membantu mencegah PID.

Penyebab Radang Panggul

PID lebih sering disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar dari vagina atau leher rahim ke organ reproduksi yang lebih dalam seperti rahim, tuba falopi, dan ovarium.

Ada banyak jenis bakteri yang dapat menyebabkan PID, namun dalam kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan PMS seperti klamidia atau gonore.

Jenis PMS lainnya juga dapat menjadi penyebab radang panggul, termasuk herpes simplex virus 2 (HSV-2), mycoplasma genitalium, gardnerella vaginalis, dan trichomonas vaginalis.

Faktor Risiko Radang Panggul

Terdapat sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko wanita terkena PID, termasuk:

  • Wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun.
  • Sering berganti pasangan seksual.
  • Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang memiliki lebih dari satu pasangan seks.
  • Berhubungan seks tanpa menggunakan kondom.
  • Douching atau mencuci vagina secara teratur, yang mengganggu keseimbangan bakteri baik dan berbahaya pada vagina.
  • Memiliki riwayat PID atau PMS.
  • Memasang alat kontrasepsi intrauterine device (IUD).

Diagnosis Penyakit Radang Panggul

Tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis PID. Diagnosis dilakukan berdasarkan ciri-ciri radang panggul dan pemeriksaan ginekologis. Dokter awalnya akan bertanya tentang riwayat medis dan aktivitas seksual pasien.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan secara fisik, yaitu pada panggul untuk memeriksa adanya nyeri di vagina atau keputihan yang abnormal.

Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel cairan dengan tes usap atau swab dari bagian dalam vagina dan leher rahim. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan tanda-tanda infeksi bakteri dan mengidentifikasi bakteri penyebab radang panggul.

Namun, kebanyakan wanita memiliki hasil tes swab negatif dan ini tidak mengesampingkan diagnosis. Untuk itu, tes lain mungkin diperlukan untuk memastikan tanda-tanda infeksi atau peradangan, atau mengesampingkan kemungkinan penyebab lainnya.

Berikut ini beberapa tes tambahan untuk mendiagnosis radang panggul:

  • Tes darah. Tes dilakukan dengan mengambil sedikit sampel darah dan kemudian diuji untuk mencari adanya infeksi di dalam tubuh.
  • Tes urine. Pengambilan sampel urine dan diuji untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyakit menular seksual atau infeksi saluran kemih.
  • Ultrasonografi (USG). Tes ini menggunakan alat yang memancarkan gelombang suara untuk menghasilkan gambar yang memudahkan dokter mendeteksi kelainan pada organ reproduksi.
  • Laparoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan selang tipis (laparoskop) yang disematkan lampu dan kamera kecil melalui sayatan kecil di dinding perut untuk melihat kelainan di organ perut atau panggul.
  • Biopsi endometrium. Prosedur ini menggunakan selang tipis yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mengambil sedikit sampel jaringan endometrium. Sampel jaringan kemudian diuji untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi dan peradangan.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Kelamin Pria dan Wanita (No. 9 Paling Berbahaya)

Cara Mengobati Radang Panggul

Perawatan dengan cepat menggunakan obat-obatan dapat menghilangkan infeksi yang menyebabkan PID. Tetapi tidak ada cara untuk mengembalikan bekas luka atau kerusakan pada saluran reproduksi yang mungkin disebabkan oleh PID.

Beberapa cara mengobati radang panggul yang paling sering dilakukan, di antaranya:

  • Obat-obatan. Setelah mendapatkan diagnosis, dokter akan menyesuaikan resep obat-obatan (kombinasi antibiotik) dengan penyebab infeksi. Setelah beberapa hari, dokter dapat memantau kondisi pasien untuk memastikan pengobatan bekerja. Olah karenanya, pastikan untuk menggunakan semua obat, bahkan jika mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari.
  • Perawatan untuk pasangan seksual. Guna mencegah infeksi berulang akibat penyakit menular seksual, pasangan seksual harus diperiksa dan dirawat. Pasangan yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala yang terlihat.
  • Menghindari hubungan seksual. Agar tidak semakin parah, kedua pasangan seksual harus menjalani pantangan sementara atau menghindari hubungan seksual sampai perawatan selesai dan gejala radang panggul mereda.
  • Perawatan di rumah sakit. Jika hamil, sakit parah, diduga mengalami abses, atau pengobatan sebelumnya tidak efektif, langkah yang dapat dilakukan adalah dirawat di rumah sakit. pasien mungkin menerima antibiotik melalui suntikan, diikuti dengan antibiotik secara oral atau diminum.
  • Operasi. Meski jarang, tindakan operasi dapat dilakukan jika abses pecah dan jika pengobatan antibiotik tidak efektif.

Komplikasi Penyakit Radang Panggul

PID yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut dan kantong cairan yang terinfeksi (abses) berkembang di saluran reproduksi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi wanita.

Berikut ini kemungkinan komplikasi dari radang panggul:

  • Kehamilan ektopik. PID merupakan penyebab utama kehamilan ektopik (hamil di luar rahim). Kehamilan ektopik dapat terjadi ketika PID yang tidak diobati telah menyebabkan jaringan parut di saluran tuba.
  • Infertilitas. Kerusakan organ reproduksi wanita dapat menyebabkan infertilitas (kemandulan). Semakin lama PID berlangsung, semakin besar risiko infertilitas. Membiarkan PID dan tidak segera diobati juga dapat meningkatkan risiko infertilitas.
  • Nyeri panggul kronis. Penyakit radang panggul menyebabkan nyeri panggul yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Jaringan parut pada tuba falopi dan organ panggul lainnya menyebabkan rasa sakit selama berhubungan seksual dan ovulasi.
  • Abses tubo-ovarium. PID menyebabkan abses (kumpulan nanah) yang terbentuk di saluran reproduksi. Biasanya, abses berdampak pada saluran tuba falopi dan indung telur. Jika abses tidak diobati, kemungkinan dapat menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa.

Cara Mencegah Radang Panggul

Guna mencegah penyakit ini, berikut beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko PID:

  • Melakukan seks yang aman. Menggunakan kondom ketika berhubungan seks dan tidak berganti pasangan.
  • Berkonsultasi dengan dokter. Tanyakan kepada dokter tentang alat kontrasepsi yang aman digunakan untuk mencegah PID, baik kondom atau pil KB.
  • Periksa kesehatan secara rutin. Jika berisiko memiliki penyakit menular seksual (PMS), segera periksakan ke dokter untuk menjalani tes. Buat jadwal tes rutin dengan dokter jika diperlukan. Pengobatan PMS secara dini dapat meningkatkan peluang untuk menghindari PID.
  • Tes dan pengobatan untuk pasangan seksual. Jika memiliki penyakit radang panggul atau PMS, sarankan pasangan untuk melakukan tes dan pengobatan. Cara ini dapat mencegah penularan PMS dan kemungkinan kekambuhan PID.
  • Menjaga kebersihan vagina. Membilas vagina dari depan ke belakang setelah menggunakan kamar mandi untuk mencegah bakteri penyebab infeksi memasuki vagina.

 

  1. Anonim. 2018. Pelvic inflammatory disease. https://www.nhs.uk/conditions/pelvic-inflammatory-disease-pid/. (Diakses pada 23 Juli 2020)
  2. Anonim. 2019. What Is Pelvic Inflammatory Disease?. https://www.webmd.com/women/guide/what-is-pelvic-inflammatory-disease. (Diakses pada 23 Juli 2020)
  3. Higuera, Valencia. 2019. Pelvic Inflammatory Disease (PID). https://www.healthline.com/health/pelvic-inflammatory-disease-pid#risks. (Diakses pada 23 Juli 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Pelvic inflammatory disease (PID). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pelvic-inflammatory-disease/symptoms-causes/syc-20352594. (Diakses pada 23 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi