Terbit: 6 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Polifagia adalah rasa lapar atau napsu makan yang berlebihan. Kondisi ini juga disebut dengan hyperphagia. Ketahui apa itu polifagia, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Polifagia: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Polifagia?

Polifagia adalah istilah medis untuk napsu makan dan rasa lapar ekstrim. Lapar adalah kondisi wajar bagi manusia yang akan hilang setelah makan. Namun, rasa lapar pada penderita polifagia tidak akan hilang walaupun orang tersebut sudah makan lebih banyak.

Polifagia disebut juga dengan istilah hyperphagia. Kondisi ini dikaitkan sebagai tanda diabetes dengan dua kondisi medis lainnya, yaitu polydipsia (rasa haus berlebihan) dan poliuria (sering buang air kecil berlebihan).

Penderita hyperphagia selalu merasa lapar karena terjadinya resistensi insulin atau kadar insulin menurun. Akibatnya, karbohidrat dan gula yang didapat dari makanan tidak dapat diproduksi menjadi energi sehingga orang tersebut selalu merasa lapar.

Penderita hyperphagia mungkin jika mengalami penurunan berat badan walaupun selalu makan. Hal ini biasanya terjadi karena kalori atau gula hilang bersama urine. Apabila mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera hubungi dokter karena dapat menjadi gejala awal diabetes.

Gejala Polifagia

Gejala polifagia dapat dikenali dari peningkatan napsu makan yang tidak biasa. Gejala lainnya berupa:

  • Rasa lapar berlebihan.
  • Tetap merasa lapar walaupun sudah makan lebih banyak.
  • Peningkatan napsu makan yang lebih tinggi dari kebiasaan sebelumnya.
  • Mengalami kenaikan atau penurunan berat badan tiba-tiba.
  • Sering buang air kecil.
  • Sering haus walaupun sudah minum dengan cukup.
  • Gangguan tidur.
  • Kelelahan.
  • Tidak fokus.

Peningkatan napsu makan tersebut dikaitkan dengan gejala awal diabetes yang membuat resistensi insulin atau gangguan fungsi insulin yang harusnya mengolah gula darah menjadi energi. Walaupun demikian, gejala tersebut mungkin timbul akibat kondisi lain seperti faktor stres atau kurang tidur.

Baca Juga: 12 Gejala Diabetes yang Harus Diwaspadai!

Kapan Harus ke Dokter?

Anda disarankan untuk konsultasi ke dokter bila mengalami peningkatan napsu makan yang tidak terkontrol dan diikuti dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Terutama, bila perasaan lapar dan keinginan berlebih untuk makan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab Polifagia

Rasa lapar intens yang tidak juga hilang setelah makan banyak mungkin membuat Anda khawatir. Ada beberapa penyebab hyperphagia, yaitu:

1. Kurang Tidur

Salah satu efek dari kurang tidur adalah tubuh menjadi sulit mengatur kadar hormon yang mengatur rasa lapar. Hasilnya, Anda mungkin jadi lebih lapar juga karena tubuh kelelahan.

Efek samping dari kurang tidur lainnya adalah Anda akan sulit konsentrasi, gangguan memori, perubahan suasana hati, dan rasa kantuk di siang hari. Jadi, sebaiknya tidur yang cukup setiap hari, sekitar 7-8 jam per hari bagi orang dewasa.

2. Faktor Stres

Stres sehari-hari ternyata juga berpengaruh buruk bagi kesehatan fisik. Saat Anda mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol (hormon yang membuat rasa lapar) dalam jumlah besar.

Rasa lapar tersebut dapat menjadi salah satu respon tubuh terhadap rasa cemas dan gelisah. Saat Anda makan, itu mungkin membantu Anda untuk mengelola emosi atau pikiran negatif.

3. Kesalahan Pola Makan

Anda mungkin banyak makan, namun jenis makanan yang dikonsumsi tidak sehat dan tidak bernutrisi. Hasilnya, tubuh akan selalu merasa lapar karena makanan hanya berubah menjadi lemak, bukan energi di tubuh.

Saat Anda lapar, sebaiknya konsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, biji-bijian, atau ikan tanpa lemak. Hindari konsumsi camilan atau makanan tinggi gula dan lemak.

4. Premenstrual Syndrome (PMS)

Sebagian wanita mungkin merasakan rasa lapar berlebih sebelum atau selama menstruasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan hormon estrogen dan progesteron.

5. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kondisi di mana fungsi kelenjar tiroid bekerja berlebihan atau terlalu cepat. Kelenjar tiroid berfungsi untuk mengatur berbagai hormon tubuh, termasuk metabolisme dan napsu makan.

6. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi gula darah rendah yang dapat terjadi pada siapa saja. Kondisi ini mungkin sering terjadi pada penderita diabetes karena resistensi insulin yang tidak dapat mengatur dan mengolah gula darah sesuai fungsinya.

7. Diabetes

Polifagia adalah salah satu gejala awal diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik. Insulin berfungsi untuk mengalirkan glukosa (gula darah) ke seluruh sel untuk kemudian diolah menjadi energi untuk tubuh.

Akibatnya, gula darah akan bertahan di sel-sel dan tubuh tidak memiliki alergi. Hormon tubuh pun memberi sinyal untuk makan agar mendapatkan energi namun proses tersebut terganggu.

Baca Juga: 14 Penyebab Diabetes (No. 11 Sering Tidak Disadari)

Diagnosis Polifagia

Diagnosis hyperphagia dilakukan dengan pemeriksaan riwayat medis, meliputi:

  • Pemeriksaan gejala apa saja yang Anda alami.
  • Seberapa lama Anda merasakan gejala peningkatan napsu makan berlebihan tersebut.
  • Riwayat keluarga terkait diabetes.
  • Pemeriksaan kebiasaan dan pola makan Anda.

Apabila dokter mencurigai gejala polifagia yang mengarah ke tanda diabetes, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, termasuk:

  • Tes darah
  • Tes gula darah
  • Tes fungsi tiroid bila diduga hipertiroidisme juga

Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain yang mendukung diagnosis tersebut.

Pengobatan Polifagia

Cara mengatasi polifagia disesuaikan dengan penyebab medis yang mendasarinya. Bila peningkatan napsu makan terjadi akibat kurang tidur, stres, atau kebiasaan makan tidak sehat, maka dokter akan menyarankan untuk perubahan pola hidup dan pola makan sehat.

Bila kondisi ini disebabkan oleh hipertiroidisme, hipoglikemia, atau diabetes, maka dokter akan meresepkan obat sesuai dengan diagnosis. Anda mungkin harus melakukan kontrol kesehatan secara rutin dan memperbaiki fungsi insulin untuk penderita diabetes.

Selebihnya, dokter akan memberikan opsi perawatan dan pengobatan terbaik untuk menyembuhkan gejala serta mencegah komplikasi dari peningkatan napsu makan ekstrim tersebut.

Pencegahan Polifagia

Cara mencegah polifagia adalah dengan menjalani pola hidup sehat sehari-hari, termasuk:

  • Mengatur pola tidur serta kualitas tidur.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Atur pola makan sehat.

Bila hyperphagia didasari oleh kondisi lain, maka Anda harus konsultasi ke dokter untuk mengembalikan fungsi metabolisme tubuh dengan baik. Bila tidak ditangani, kondisi ini akan memicu gangguan kesehatan lain karena makanan yang Anda makan tidak menjadi energi.

 

  1. Diabetes.co.uk. 2019. Polyphagia – Increased Appetite. https://www.diabetes.co.uk/symptoms/polyphagia.html. (Diakses pada 6 Agustus 2020).
  2. Hersh, Erica. 2017. 7 Possible Causes for Polyphagia. https://www.healthline.com/health/polyphagia#seek-help. (Diakses pada 6 Agustus 2020).
  3. Simply Health Today. 2020. 14 Possible Causes of Polyphagia. https://simplyhealth.today/14-possible-causes-of-polyphagia/. (Diakses pada 6 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi