Terbit: 12 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Memasuki musim pancaroba, ada sejumlah jenis penyakit pancaroba yang mengintai tubuh kita. Berikut ini adalah informasi mengenai macam-macam gangguan kesehatan yang umum terjadi saat musim pancaroba tiba beserta tips untuk menghindarinya.

8 Penyakit saat Pancaroba yang Perlu Diwaspadai

Macam-Macam Penyakit saat Musim Pancaroba

Pancaroba adalah istilah untuk mendefinisikan peralihan musim dari musim panas ke musim hujau, atau kebalikannya. Saat musim pancaroba datang, biasanya cuaca jadi tidak menentu. Anda mungkin sudah terbiasa ketika pada siang hari cuaca sangat panas, tiba-tiba di sore hari mendadak berangin atau bahkan hujan.

Kondisi ini tak pelak turut memengaruhi fisik kita. Risiko untuk terserang penyakit pun menjadi lebih tinggi. Apa saja macam-macam penyakit pancaroba tersebut?

1. Flu

Jenis gangguan kesehatan saat musim pancaroba yang pertama dan paling umum adalah flu (influenza). Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi oleh virus. Virus influenza menyerang hidung dan juga tenggorokan. Gejala yang muncul saat Anda terkena flu adalah:

  • Bersin
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Demam ringan

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, namun anak-anak usia di bawah 6 tahun menjadi kelompok yang paling rentan. Flu umumnya merupakan penyakit ringan dan bahkan bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu beberapa hari. Akan tetapi, flu bisa jadi serius apabila yang mengalaminya anak usia 2 tahun ke bawah dan lansia berusia 65 tahun ke atas.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Meskipun bisa sembuh sendiri, Anda juga bisa mengonsumsi sejumlah obat-obatan seperti paracetamol hingga antivirus guna mengobati kondisi ini.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue (DBD) menjadi penyakit pancaroba lainnya yang harus Anda waspadai. Penyakit ini juga terjadi karena adanya infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui perantara nyamuk Aedes Aegypti.

Melansir WebMD, ada sekitar 400 juta kasus penyakit DBD setiap tahunnya. Sebagian besar terjadi di negara-negara beriklim tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini ditandai oleh sejumlah gejala, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Perdarahan minor pada hidung dan gusi

DBD adalah penyakit yang berbahaya. Dikatakan demikian karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Oleh karenanya, Anda harus sangat waspda terhadap penyakit tersebut.

3. Chikungunya

Masih berkaitan dengan infeksi virus melalui perantara nyamuk, jenis penyakit lainnya saat musim peralihan adalah chikungunya. Gejala dari penyakit ini biasanya baru akan terasa dalam kurun waktu 3-7 hari pasca Anda tergigit oleh nyamuk yang membawa virus penyebabnya.

Gejala chikungunya tersebut meliputi:

  • Nyeri otot dan sendi
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan sendi
  • Bercak merah pada kulit

Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani chikungunya. Biasanya, kondisi penderita akan membaik selang beberapa minggu ke depan. Namun, ada juga yang baru sembuh setelah berbulan-bulan kemudian. Selama itu, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun demam dan pereda nyeri.

Akan tetapi—sama seperti DBD—chikungunya bisa jadi suatu kondisi yang serius apabila terjadi pada anak bayi di bawah 2 tahun dan lansia berumur 65 tahun ke atas. Selain itu, mereka yang mengidap kondisi seperti hipertensi,  diabetes, dan gangguan jantung juga berisiko mengalami chikungunya tingkat serius.

4. Demam Tifoid

Kendati jarang terjadi, namun musim pancaroba ini juga bisa memicu terjadinya demam tifoid. Demam tifoid adalah kondisi ketika tubuh terserang infeksi bakteri Salmonella typhi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah dari makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.

Gejala dari penyakit ini meliputi:

  • Demam tinggi (39-40 derajat)
  • Sakit kepala
  • Nyeri tubuh
  • Batuk
  • Sembelit
  • Sakit perut

5. Leptospirosis

Musim pancaroba—khususnya peralihan dari musim panas ke musim hujan—juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit yang disebut sebagai leptospirosis. Leptospirosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri yang mana bakteri tersebut berasal dari urine hewan seperti tikus.

Lantas, apa hubungannya dengan musim pancaroba? Saat turun hujan, genangan air di jalanan menjadi pemandangan yang kerap kita lihat. Tanpa disadari, pada genangan air tersebut mungkin terdapat urine dari hewan yang membawa bakteri tersebut. Saat seseorang menginjak genangan tersebut tanpa terlindungi oleh alas kaki yang mumpuni, di situlah bakteri bisa masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi.

Pada beberapa kasus, leptospirosis tidak berbahaya—sama halnya seperti flu—dan bisa sembuh dalam kurun waktu beberapa minggu. Namun pada beberapa orang dengan kondisi medis tertentu, infeksi ini bisa mengancam keselamatan jiwa.

Gejala leptospirosis meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Penyakit kuning
  • Muntah
  • Diare
  • Bercak merah pada kulit

6. Diare

Diare adalah contoh lainnya dari penyakit yang rentan terjadi saat musim pancaroba tiba. Lagi-lagi, diare dalam konteks ini terjadi karena adanya infeksi virus atau bakeri. Diare akan membuat Anda mengalami sejumlah gejala, yaitu:

  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Peningkatan frekuensi buang air besar (BAB)
  • Feses berdarah & berlendir
  • Dehidrasi
  • Demam
  • Mual

7. Infeksi Kulit

Kulit menjadi anggota tubuh yang juga tidak luput dari ancaman masalah kesehatan saat musim peralihan. Paparan air hujan yang mungkin sudah terkontaminasi dengan bakteri, jamur, maupun mikroorganisme lainnya dapat berujung pada sejumlah kondisi, antara lain:

8. Infeksi Pernapasan

Infeksi pernapasan—khususnya saluran pernapasan bawah—rentan terjadi ketika memasuki musim pancaroba. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh virus dan balita menjadi kelompok usia yang paling berisiko mengalaminya.

Infeksi saluran pernapasan bawah tersebut seperti bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia. Gejala yang timbul antara lain terdiri dari:

  • Batuk
  • Sesak napas
  • Napas pendek
  • Bunyi berdecit saat bernapas (mengi)

Mengapa saat Musim Pancaroba Tubuh Rentan Terserang Penyakit?

Lantas, mengapa tubuh kita lebih rentan terserang penyakit saat musim pancaroba ini? Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi, yaitu:

  • Virus dan bakteri jadi lebih aktif pada suhu dan tingkat kelembapan udara yang rendah
  • Saat musim pancaroba, orang-orang cenderung untuk berada pada tempat yang tertutup dan antar individu jadi saling berdekatan. Hal inilah yang kabarnya dapat meningkatkan risiko penularan infeksi

Tips Menghindari Penyakit saat Musim Pancaroba

Ancaman penyakit musim peralihan akan selalu ada. Namun, Anda bisa melakukan sejumlah langkah untuk menghindar dari penyakit-penyakit tersebut. Caranya antara lain sebagai berikut:

  • Menjaga kebersihan diri (rajin cuci tangan, mandi, dsb.)
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  • Makan makanan bergizi
  • Minum vitamin C untuk memperkuat kekebalan tubuh
  • Minum air putih yang cukup
  • Olahraga teratur
  • Istirahat yang cukup.

 

  1. Anonim. Common Cold. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605  (accessed on 12 November 2020)
  2. Anonim. Common Illness during Rainy Season. https://www.bangkokpattayahospital.com/en/healthcare-services/internal-medicine-center-en/internal-medicine-health-articles-en/item/154-common-illness-caused-during-rainy-season-en.html#:~:text=The%20most%20common%20illness%20is,to%20fluctuation%20in%20the%20temperature. (accessed on 12 November 2020)
  3. Anonim. Dengue Fever. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dengue-fever-reference#1 (accessed on 12 November 2020)
  4. Anonim. Diarrhea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241 (accessed on 12 November 2020)
  5. Anonim. Leptospirosis. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-leptospirosis  (accessed on 12 November 2020)
  6. Anonim. Typhoid Fever. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/ (accessed on 12 November 2020)
  7. CDC. Chikungunya Virus. https://www.cdc.gov/chikungunya/symptoms/index.html (accessed on 12 November 2020)
  8. Pratt, E. 2019. You’re More Likely to Get Sick in the Winter — But Not for the Reasons You Think
    https://www.healthline.com/health-news/sick-in-rainy-weather-reasons (accessed on 12 November 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi