Meningitis: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

meningitis-doktersehat

DokterSehat.Com – Munculnya leher kaku, demam dan disertai pusing adalah gejala khas radang selaput otak atau meningitis. Pada beberapa kasus, penyakit meningitis bisa sembuh dalam beberapa minggu, namun beberapa kasus lain ada yang bisa mengacam nyawa.

Apa Itu Meningitis?

Penyakit meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membran atau selaput yang melapisi otak dan saraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk kedalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak.

Selain itu, meningitis adalah penyakit yang bisa terjadi pada berbagai macam usia. Namun meningitis paling sering menyerang mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, penderita HIV/AIDS, dan orang tua.

Seseorang yang diduga mengalami meningitis harus dilakukan pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, karena masing-masing akan mendapatkan terapi sesuai dengan penyebabnya.

Penyebab Meningitis

Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya dan akan pulih tanpa pengobatan serta perawatan yang spesifik. Namun, meningitis disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, menurunnya kemampuan belajar, hingga menyebabkan kematian.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai bakteri dan virus yang menyebabkan meningitis, di antaranya:

1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus)

Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).

2. Neisseria meningitidis (meningococcus)

Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis sendiri terjadi akibat adanya infeksi pada saluran napas bagian atas, yang kemudian membuat bakteri masuk kedalam peredaran darah.

3. Haemophilus influenzae (haemophilus).

Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebab infeksi pernapasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.

4. Listeria monocytogenes (listeria)

Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi.

5. Staphylococcus aureus

Penyebab meningitis lainnya juga bisa disebabkan oleh bakteri jenis ini. Bakteri tipe ini umumnya banyak ditemukan pada saluran pernapasan dan kulit.

Nah, itulah beberapa penyebab meningitis yang berasal dari bakteri.

Sementara, meningitis yang disebabkan oleh virus hanya menimbulkan gejala ringan dan bisa pulih dengan sendirinya. Selain itu, meningitis yang disebabkan oleh virus dapat lebih mudah menyebar dibandingkan dengan bakteri.

Berikut ini adalah virus yang bisa menyebabkan meningitis, antara lain:

  • Virus herpes simplex.
  • Virus varicella zoster.
  • Virus campak (mumps dan measles).
  • Virus influenza.
  • Virus West Nile.
  • Coltivirus.

Selain itu, virus-virus juga dapat menyebar melalui udara ketika batuk atau bersin, menyentuh barang yang terkontaminasi dan berbagi penggunaan barang pribadi.

Gejala Meningitis

Gejala meningitis yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari.

Tanda dan gejala lainnya antara lain:

  • Photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang).
  • Phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras).
  • Muntah dan muntah.
  • Sulit konsentrasi.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Sering tampak kebingungan.
  • Sulit untuk bangun dari tidur, bahkan hingga pingsan

Jika meningitis terjadi pada anak di bawah 2 tahun, ciri ciri meningitis akan sulit untuk diketahui. Namun, tanda-tanda yang bisa terlihat adalah bayi tampak lemah, enggan menyusui, muntah dan gemetaran.

Diagnosis Meningitis

Langkah awal yang dilakukan dokter adalah melakukan pemeriksaan fisik, mengamati potensi penyebaran meningitis, menelaah riawayat penyakit, mengecek tindakan medis yang pernah dijalanim, dan memeriksa faktor-faktor lainnya.

Kemudian, pemeriksaan bisa dilanjutkan dengan melakukan tes khusus untuk mencari penyebab meningitis secara pasti. Beberapa tes yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Spinal tap

Tes ini menggunakan cairan serebrospinal yang digunakan sebagai sampel untuk mendiagnosis meningitis. Penderita meningitis umumnya memiliki kandungan gula yang rendah, namun terjadi peningkatan protein dalam cairan serebrospinal dan sel darah putihnya.

2. Tes darah

Tes ini bertujuan untuk melihat adakah mikroorganisme yang membahayakan di dalam darah pasien.

3. Pencitraan

Metode pencitraan yang bisa dilakukan adalah MRI atau CT scan untuk memeriksa pembengkakan atau peradangan di sekitar kepala.

Pengobatan Meningitis

Pada dasarnya, pengobatan meningitis harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Beberapa pengobatan itu di antaranya:

1. Meningitis virus

Meski meningitis yang disebabkan oleh virus bisa sembuh dengan sendirinya, namun jika meningitis disebabkan oleh virus yang berbahaya, dokter akan meresepkan obat golongan antiviral, seperti acyclovir. Selain itu, dokter biasanya menyarankan pasien untuk banyak istirahat dan konsumsi air putih yang banyak.

2. Meningitis bakterialis

Meningitis yang disebabkan oleh bakteri pengobatan yang bisa dilakukan adalah pemberian kortikosteroid dan pemberian antibiotik. Antiobiotik yang diberikan dokter akan disesuaikan dengan penyebab meningitis.

Antiobiotik yang digunakan adalah golongan sefalosporin seperti ceftriaxone dan cefotaxim. Selain mengatasi bakteri, antibiotik juga menurunkan potensi terjadinya komplikasi, seperti pembengkakan pada otak atau kejang.

Pemberian antibiotik secara infus (intravenous) juga dapat dilakukan untuk menjamin kesembuhan serta mengurangi komplikasi.

Pencegahan Meningitis

Pada dasarnya, pencegahan bisa dilakukan dengan mengurangi kemungkinan penyebaran dan mengubah gaya hidup. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah meningitis, di antaranya:

1. Menjauhi sumber meningitis

Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, berbagi peralatan makan, pemakaian alat mandi bersama dan merokok bergantian. Bagi Anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini, Anda harus lebih berhati-hati.

2. Cuci tangan

Mancuci tangan wajib dilakukan sebelum makan, usai menggunakan toilet, dan memegang hewan peliharaan.

3. Asupan makanan bergizi

Menjaga stamina tubuh dengan makan bergizi dan olahraga yang teratur adalah salah satu cara menghindari berbagai macam penyakit. Apabila Anda sedang hamil, hindari makanan yang belum matang dan produk susu yang tidak dipasteurisasi.

4. Pemberian vaksin

Pemberian vaksin meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama di daerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaksin yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis antara lain:

  • Haemophilus influenzae type b (Hib).
  • Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7).
  • Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV).
  • Meningococcal conjugate vaccine (MCV4).