Kulit Terasa Tebal dan Mati Rasa, Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Doktersehat-kulit-terasa-tebal-dan-mati-rasa
Photo Credit: Flickr.com/vulnera.aperta

DokterSehat.Com –  Pada umumnya, setiap orang pasti mengalami kulit mati rasa pada bagian tubuhnya. Sensasi yang ditimbulkannya kerap disertai rasa ditusuk-tusuk jarum atau kesemutan.

Secara umum, mati rasa disebabkan oleh rusaknya beberapa bagian saraf atau cabang saraf tunggal yang biasanya terletak di bagian ujung saraf  tubuh Anda. Saraf ini juga bisa mengalami iritasi atau tertekan.

Sedangkan, kulit terasa tebal dapat terjadi oleh beberapa hal, salah satunya adalah kapalan. Kulit kapalan ini dapat terjadi karena tekanan atau gesekan yang berlebihan akibat tidak menggunakan alas kaki atau alas kaki yang terlalu sempit.

Selain karena kapalan, perubahan sensitivitas pada bagian tubuh juga dapat terjadi akibat kondisi medis lain seperti gangguan saraf, penyakit diabetes atau lainnya.

Kapalan sendiri memiliki gejala seperti kulit terasa tebal dan mati rasa, kadang juga disertai rasa nyeri di bawah kulit, kemerahan, timbul benjolan berisi air atau kulit menjadi lunak.

baca juga: Penyebab Lidah Mati Rasa yang Harus Anda Tahu

Penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan krim untuk mengikis kulit yang menebal, menggunakan produk perawatan kulit kaki, penggunaan alas kaki yang nyaman, upayakan menjaga kaki selalu kering dan tidak lembap.

Perlu diketahui juga, gangguan pada saraf tepi sering terjadi pada orang dengan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kencing manis. Gangguan pada saraf tepi dapat menyebabkan rasa mati rasa, kesemutan, kebas, atau rasa seperti tertusuk tanpa sebab yang jelas.

Berikut ini adalah penyebab kulit mati rasa, di antaranya:

  • Posisi duduk atau berdiri untuk waktu yang lama.
  • Jika seseorang mengalami cedera leher, kemungkinan kulit mati rasa akan terjadi di sepanjang lengan atau tangan. Demikian pula, cedera punggung yang rendah dapat menyebabkan linu panggul–sebuah sensasi mati rasa atau kesemutan di bagian belakang kaki.
  • Kurangnya aliran darah ke daerah tertentu. Sebagai contoh, penumpukan plak dari aterosklerosis di kaki dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan sambil berjalan.
  • Tekanan pada saraf tulang belakang.
  • Kondisi medis tertentu, termasuk diabetes, tiroid kurang aktif, multiple sclerosis, kejang, migrain atau sakit kepala biasa.
  • Tingkat abnormal kalsium, kalium, atau natrium dalam tubuh.
  • Kekurangan vitamin B-12.
  • Pengobatan tertentu.

Perawatan Kulit Mati Rasa

Setelah Anda mengetahu penyebab kulit mati rasa, maka pengobatan bisa dilakukan dengan berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

Penyebab yang mendasari kulit mati rasa harus diidentifikasi dan kemudian harus mendapatkan perawataan oleh dokter. Sebagai contoh, jika penderita mengidap sindrom carpal tunnel, latihan-latihan tertentu mungkin disarankan.

Jika penderita mengidap diabetes, dokter akan mencari cara untuk mengendalikan gula darah. Obat mati rasa atau kesemutan mungkin perlu diaktifkan atau disesuaikan. Penderita dilarang melakukan perubahan pada obat-obatan tanpa instruksi dari dokter.

baca juga: Kulit Perut Tebal Saat Hamil Pengaruhi Perkembangan Janin?

Salah satu langkah yang dapat membantu menangani kulit terasa gatal dan mati rasa adalah latihan mempertahankan otot. Dokter dan ahli terapi fisik dapat membimbing dan merancang program yang sesuai.

Perlu menjadi perhatian serius apabila kulit terasa gatal dan mati rasa disertai dengan:

  • Pusing.
  • Kejang otot.
  • Menurunnya kesadaran.
  • Membuat Anda linglung.
  • Membuat Anda sulit berbicara.
  • Melibatkan seluruh lengan dan kaki.
  • Mati rasa timbul setelah mengalami cedera.
  • Membuat Anda lumpuh atau tidak bisa bergerak.
  • Mati rasa dan sakit kepala datang secara tiba-tiba.
  • Tidak bisa mengontrol pergerakan lengan atau kaki serta sulit menahan buang air kecil dan buang air besar.

Jika beberapa gejala di atas pernah Anda rasakan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis neurologi/saraf agar dilakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat