Ada Balita Meninggal karena Penyakit Kuku dan Mulut

Doktersehat-telapak-kaki-kuning
Photo Credit: Flickr.com/Anastasija Korsakova

DokterSehat.Com– Otoritas kesehatan di Penang, Malaysia pada 30 Juli 2018 lalu memastikan bahwa wabah penyakit kuku dan mulut yang memang sedang menyebar di salah satu wilayah di Negeri Jiran ini telah memakan korban, yakni seorang balita berusia 17 bulan pada 6 Juni 2018.

“Balita berjenis kelamin laki-laki ini sudah dilarikan di sebuah rumah sakit swasta di Bayan Lepas, Penang pada 3 Juni 2018 karena mengalami gejala seperti flu, kesulitan bernapas, dan luka pada mulut. Kondisinya terus menurun dan akhirnya meninggal 3 hari kemudian saat dirawat di rumah sakit,” tulis Deputi Kementerian Kesehatan Malaysia, dr. Lee Boon Chye sebagaimana dilansir dari Channel News Asia.

Tes kesehatan memastikan bahwa balita ini meninggal karena infeksi paru-paru sebagai komplikasi dari enterovirus71 (EV71) yang menyebabkan penyakit kuku dan mulut. Sebagai informasi, sejak Januari 2018, setidaknya di Malaysia sudah terjadi 39.174 kasus dari penyakit ini. Kondisi inilah yang membuat pemerintah setempat sudah menganggap penyakit ini sebagai wabah.

Di wilayah Penang, jumlah kasus penyakit kuku dan mulut sudah mencapai 2.894 kasus. Angka ini naik 116 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Padahal, Kementerian Kesehatan setempat sudah meningkatkan penanganan demi mengatasi wabah ini.

“Guru-guru di sekolah telah diminta untuk selalu mengecek murid-muridnya saat ada di sekolah. Kementerian juga sudah menyediakan disinfektan demi membersihkan ruang kelas, mainan, dan selalu mengecek kondisi pusat perbelanjaan,” ucap dr. Lee.

Sabtu, 29 Juli 2018 lalu, seorang anak laki-laki berusia 2,5 tahun juga dipastikan meninggal dunia di Sarawak, wilayah bagian utara Pulau Kalimantan. Penyebabnya juga sama, yakni penyakit kuku dan mulut. Bocah ini meninggal setelah mulai mengalami gejala seperti demam sejak beberapa hari sebelumnya.

Penyakit  kuku dan mulut lebih sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Meskipun begitu, orang dewasa juga bisa diserang penyakit yang sangat mematikan ini.